diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Mar
20

Habis Mimpi Ngga Bisa Tidur Lagi

Posted @ 6:01 am - View Comments (11) -

Semalem aku mimpi begini:

Pagi ini aku berangkat bareng pacar menuju SMA ku yang lokasinya di pondok indah. Jalan kaki dari parkiran berdua, tapi ngga gandengan tangan. Ketemu temen sekelasku, Laura, yang sempet nyapa, habis itu kyknya kasak kusuk sama temennya entah ngebicarain apa (mungkin dia heran knapa aku jalan sama pacarku, karena mereka taunya aku masih sama Jerry (pacarku semasa SMP)). Hari itu adalah hari pertama di tahun ajaran baru.

Masuk ke lorong kelasku, aku dapet kelas A, sedangkan pacarku dapet kelas E (kelas paling akhir). Wuah, lokasinya paling ujung tuh. Aku masuk ke kelasku untuk mencari bangku kosong yang akan aku tempati sepanjang tahun ajaran itu, sedangkan pacarku langsung menuju kelasnya. Pas aku selesai naruh tas di bangku, aku dapet 2 note yang isinya tulisan pacarku. Kertas pertama isinya jadwal sekolah menurut jam, ada 1 hari yang diwarnai stabilo kuning, hadi selasa, dan tulisannya “di hari ini kita bisa berangkat bareng”. Note satu lagi adalah jadwal pelajarannya (dia anak IPA, aku anak IPS) dengan tulisan “diinget ya, kalo perlu di tempel di meja belajar”. How sweet.

Aku jalan ke arah kelas paling ujung, menemukan pacarku lagi ngobrol berdua sama teman sebangkunya yang baru, Stanley. Dia melihatku, langsung menghapiriku. Kita ngobrol sebentar sebelum bel pelajaran berbunyi. Aku ingat, aku bilang: “kelas kamu jauh, berati tiap aku kesini, begitu bel bunyi aku mesti langsung lari kembali ke kelasku. kalo ngga pasti telat (keduluan guru masuk)”.

Ngga lama bel bunyi, aku pamit dan langsung balik. Di tengah jalan aku papasan dengan papaku. Tumben papaku dateng. “Ada apa Pa? Koq ke sekolahku?”. Berhubung dia juga buru-buru, dia hanya menjawab “err.. nanti Papa kasi tau pas sampe rumah, buru-buru nih” .. semacam itulah. Lalu aku melanjutkan jalan kembali ke kelasku.

Sesampainya di lorong kelas, rupanya sudah sepi. Duh.. jangan-jangan aku telat. Betul juga, Bu Hardini sudah duduk di meja guru, anak-anak terlihat sedang mengeluarkan buku dari tas. Aku permisi untuk masuk. Tiba-tiba Bu Hardini bertanya dengan ketus:
Bu Hardini: “dari mana kamu?”
Aku: “dari kelas E. Bu”
Bu Hardini: “mana surat ijin masuknya? koq kamu seenaknya masuk begitu? sudah telat lagi!”
Aku: *gugup dan bingung tentang peraturan baru yang aku belum tau* “err.. maksud ibu surat apa?”
Bu Hardini: ngomel-ngomel dengan ketus panjang lebar sambil membuat aku malu di depan kelas..
Aku: “Bu.. Ibu jangan marah dulu. Coba jelaskan ke saya dulu tentang surat tersebut.”
Bu Hardini: ngomel-ngomel dengan ketus panjang lebar sampai aku ngga begitu inget..
Aku: “Ibu. Ayo kita bicarakan hal ini di ruangan lain saja. Saya ngga mau dipermalukan begini di depan kelas” *mulai menjawab dengan ketus*.

Kemudian aku tersadar dari mimpi, dan aku berpikir:

Kenapa ya si Ibu ini ngomongnya ketus begitu? Dendam pribadi? Koq marah-marah begitu sih? Aku jadi bt dengan perlakuan ibu guru yang marah secara subjektif. Dan aku paling tidak suka dipermalukan di depan teman-temanku seperti itu. Dia sebagai orang yang lebih dewasa mestinya bisa dong ngomong yang tegas, memberi contoh kepada muridnya, dan menjaga harga diri aku dan dia juga.

Bayanganku, kalo aku dan dia sudah di satu ruangan, baru deh bisa berantem argumen. I mean, aku kan di sekolah itu bayar.. aku boleh dong komplen atas perlakuan pelayanan sekolah yang semau guru .. ngga bener itu.

Sampai-sampai aku berpikir, kalo nanti aku punya anak dan mendapatkan anakku diomel-omelin di depan kelas dengan mempermalukan begitu, aku mau bertemu kepala sekolah, komplain masalah aturan pengajaran yang baik itu seperti apa. Guru seharusnya mendidik yang benar, bukan malah menjatuhkan harga diri murid dengan cara feodal begitu. Kalo perlu aku tarik anakku dari sekolah ngga kompeten seperti itu. Pelayanan yang aku bayar mahal demi mendidik anakku koq malah memperburuk mental anak. Huh!

Mar
16

Walkthrough Virtual Villagers 1.0

Posted @ 11:17 pm - View Comments (13) -

Gara-gara Tub install game ini di komputer warnet rumahku, aku jadi penasaran dan mencobanya. Aku penggemar computer game seperti building series (Caesar dan semua keluaran Sierra, Simcity, dll) game seperti The Sims, dan arcade seperti Super Mario Bros 3. Nah, VV ini mirip dengan The Sims. Ulasan tentang game VV bisa dibaca disini.

Sudah seminggu ini aku malas kerja ketika di kantor, dan yang kulakukan hanya main VV sambil nongkrong di kampung gajah. Apa sih yang membuat aku penasaran? Gara-gara beberapa kali mencoba main di warnet rumah, koq mati melulu. Dengan bertanya pada Tub dan Bunda, dan pembahasan di milis, aku memulai (start a new village) hari senin.

Tub pernah bilang kalo game ini bisa dipercepat dengan cara mengubah jam pada komputer, karena game ini men-detect jam sebagai waktu dalam game. Aku pernah coba, eh ngga sengaja malah mati (ternyata aku ganti jam tapi tanggal tidak diganti, seakan waktu berjalan mundur). Aku jadi kapok. Jadi, sejak senin sampai hari ini aku memainkan game tanpa mempercepat waktu. Aku belajar lumayan banyak, walopun lama-lama membosankan. Bahkan aku sempat menelpon Bunda untuk minta saran dan tanya-tanya. Di milis saja, Mas Idban sudah menamatkan VV 2.0, wuah.

Demi menghadapi long wiken tanpa menyelesaikan rasa penasaranku memainkan VV, akhirnya aku bermain lagi di warnet rumah, start new village, sambil menggunakan cheat yang Tub ajari: memajukan jam. Berikut hasil dari permainan VV yang sudah kutamatkan selama 3,5 jam (sambil makan dan nyempetin di kampung gajah) yang berupa walkthrough:

  • well –> ambil adebt builder unt bersihkan (cuman perlu sekali jalan)
  • ini aja:
    • set 1 builder –> new hut
    • set 1 atau 2 research –> meja panjang
    • sisanya foraging aja (jangan suruh breeding dulu)
  • setelah ada tech beli farming:
    • taruh 2 researching
    • sisanya farming
    • 1 breeding (cewek aja. kalo cowok, nanti cewek2 pada dihamilin semua, ngga bisa kerja) biarkan generasi berikutnya ini tumbuh satu persatu
  • bila populasi bertambah:
    • perbanyak researching dan farming saja, jangan lakukan yg lain termasuk solving puzzle seperti bersihkan pantai atau bersihkan lagoon
    • bila food dan tech sudah banyak, tambah 2 healing, 2 builder (bawa healer ke 4 macam tumbuhan aneh: bulet2 hijau di sebelah kiri, kaktus, lily, rose –> membuka 1 puzzle)
    • ambil master apa saja untuk buka sekolah (taruh di rumah panjang)
    • beli tech konstruksi dan science (lainnya belum terlalu penting)
  • kalo populasi jadi 13:
    • ambil 2 builder, bikin new hut
    • populasi jangan lebih dari 15 (kalo lebih, hasil farming ngga setara dengan populasi, jadinya kekurangan makanan).
  • kalo populasi sudah 15
    • suruh research banyak-banyak supaya tech level 2 kebuka semua
    • bersihkan pantai dari kayu kayu (persiapan fishing)
    • kejar tech level 3 farming (unt fishing). kalo sudah bisa fishing, semuanya sudah aman,karena makanan akan selalu ada tanpa menunggu.
  • kalo sudah fishing (jumlah yg farming/fishing 3 saja cukup)
    • tambah builder yg banyak untuk:
      • kosongkan lagoon (suruh master farming unt fishing disana –> pecahkan 1 puzzle)
      • suruh sirami kebun bunga (1 puzzle lagi)
      • bangun temple dan patung idol (2 puzzle lagi)
    • tambah orang di research untuk penuhi semua tech ke level 3
  • lalu, tinggal baca di sini, beli semua tech dan selesaikan semua puzzle

Aku selesain dalam 44 jam permainan.. ranknya 999 (karena jam terbanyak = rank 1), tapi aku rank pertama yang menyelesaikan 16 of 16 tercepat. :D
VV-rank

Berikut suasana village setelah semua puzzle terbuka. Populasiku tidak sampai full 90 orang, sudah bisa menyelesaikan :)
vv-01

Nah yang di bawah ini adalah hasil Mas Idban menyelesaikan VV 2.0:
vv-02

Dan ranknya:
VV02-rank

Mar
07

Dompet Idaman

Posted @ 10:02 am - View Comments (24) -

Wiken kemarin aku sempet jalan jalan lihat lihat dan tiba-tiba menemukan dompet panjang paling praktis yang pernah aku liat. Dari sejak kecil, bagiku dompet panjang identik dengan feminin dan ibu-ibu. Nah, sejak kecil sampai sekarang sebenernya aku masih terbiasa pakai dompet lipat karena ukurannya yang pas di saku belakang celana, maupun saku depan. Kadang-kadang aku memang malas bawa tas jinjing, jadinya tinggal mengantongi dompet dan hp di saku celana, begitu saja.

Beberapa kali aku pernah memakai dompet panjang juga, tapi karena kurang praktis dan kurang efisien, jadinya aku kembali lagi ke dompet lipat. Tapi setelah lihat dompet panjang ini, aku sudah langsung jatuh cinta.

Dompet panjang ini jelas palsu. Aku bukan brand minded. Semakin murah aku bisa beli barang dengan kualitas bagus, semakin aku bangga. Nah dompet ini aku beli cuman seharga 35ribu dan menurutku kualitasnya bagus. Kemarin aku sempet mampir ke ITC Mangga Dua, melihat beraneka ragam dompet yang dibandrol 20ribu-an. Aku juga melihat dompet yang hampir persis dengan punyaku. Sempet keki, tapi ketika aku buka dan perhatikan lebih seksama, terlihat kalau kualitasnya jauh lebih bagusan punyaku. Hehehe…

Nah, apa sih yang aku suka dari dompet ini?

  1. Aku butuh dompet panjang untuk menaruh uang lebih banyak. Berhubung sekarang urusanku lebih banyak untuk membayar ini itu, jadi aku harus sedia dompet yang bisa menampung lembaran lebih banyak untuk uang dan juga bon-bon. Dulu pas masih pakai dompet lipat, isi uangku ngga pernah banyak, aku lebih sering memakai kartu debit. Bon-bon pun tidak diperlukan dan langsung dibuang.
  2. Aku suka uang menjadi lurus dan rapih, tidak uwel-uwelan berdesak-desakan begitu.
  3. Resletingnya-lah yang membuat dompet ini ringkes. Jadi tidak mungkin kertas-kertas didalamnya bisa jatuh tercecer. Resletingnya pun mantep dan mudah digerakkan. Ngga takut macet maupun brodol.
  4. Lipatan model akordion memudahkan aku untuk membagi-bagi jenis uang, misalnya kasbon uang kantor dan uang sendiri, atau uang besar dan uang kecil, bahkan uang cadangan untuk wanti-wanti ditilang polisi (aku menyiapkan 20ribu-an beberapa).
  5. Kulit luarnya (entah asli kulit atau semi fiber/plastik) terlihat kokoh dan empuk, tahan air.
  6. Kapasitas jelas lebih muat banyak daripada dompet lipat, karena aku juga memasukkan kartu namaku. Tapi kekurangannya hanya 1: kantong untuk kartu hanya ada 4. Sedangkan kartuku paling sedikit ada 8 (tidak termasuk ktp model jadul yg ukurannya besar itu). Jadinya 4 kartu sisanya aku taruh di lipatan kipas secara begitu saja (tidak teratur).

So far, aku sangat puas :)

Feb
19

Jimat?!?!

Posted @ 9:16 pm - View Comments (42) -

Tahun baru Imlek aku lalui dengan beberes kamar sambil mengeluarkan sampah-sampah dan bersih-bersih pojokan dari debu. Ketika mengeluarkan kasur, aku melihat sesuatu ditempel pakai lakban di bawah alas kasur (di langit-langit kolong kasur). Pertama ku pikir isinya kunci L untuk kasur.. ternyata setelah dibuka, sebuah benda berat, berbentuk persegi panjang, warna emas (seperti kertas timah rokok), dengan tulisan arab gundul, dibaliknya ada gambar pedang bermata 2 yg katanya pedang Ali. Lemes aku langsung melihat begituan. Kyk di film misteri aja.

Di sebelahnya aku juga nemu tube tembus pandang, isinya 3 piece:

  1. Gulungan lembar kertas panjang warna pink, tulisan merah, tapi ngga bisa dibuka karena di lem.
  2. Gulungan lembar kertas hijau (yg tadinya dibungkus kertas emas), tulisan merah, ada tulisan abjad “Kuning”, ada gambar pedang, dll yang aku ngga ngerti.
  3. Gulungan dari lempengan timah (yg bisa digulung) sebesar 2cm x 2cm, ber-cap-kan tulisan arab gak jelas warna merah.

Tube nya dilapisi plastik bertuliskan arab gundul yg bisa dibaca hanya “Al ‘Azimatul Barokah”.

Alhamdulillah (hehehe) aku ngga merasa sakit, aneh atau apapun yg berhubungan dengan mistis. Mudah-mudahan sih memang ngga mempan. Aku sih sejak dulu ngga percaya dan GAK MAU percaya tentang hal mistis begini. Tapi apa maksudnya sich.. ada orang yg naruh itu (entah untuk maksud baik / buruk).

Malam ini sich Ririn mau bawa jimatnya untuk ditunjukkan ke pak ustad yg bisa baca arab gundul. Aku sih hanya mau tau SIAPA dan KENAPA. Jangan sampai aku malah mencurigai semua orang di sekitarku.

Berikut skrinsyut:

Gambar bisa diperbesar. Tapi mesti klik open sendiri. *males ngasi url*

Feb
14

Valentine Has Come?

Posted @ 6:07 am - View Comments (16) -

Ya ampun.. semaleman ngga tidur gara-gara ngga gitu ngantuk, ngerjain tekateki sambil nonton Heroes Episot 15, dan menulis email panjang. Mellow has come to me, menulis email dengan penuh perasaan, sambil mengilas balik melalui arsip YM! setahun yang lalu.

Ya ampunn.. setahun yang lalu aku sangat liar, apalagi sejak ditinggal Didats ke Bali. Aku tau beberapa maju mendekatiku, tapi aku malah kabur ke Bali untuk bersama Dental. Ketakutan mungkin. Kerjaanku memang belum se-hectic ketika memasuki bulan Juni, masa-masa itu masih indah.

Hidupku masih panjang, masih banyak yang belum kulakukan. Masih banyak tugas-tugas yang belum kuselesaikan, dan masih ada things to do yang ingin kulakukan, yaitu menikah dan punya anak. Cukup 1, ya kalo kebobolan jadi total 2 ya cukup. Tapi ah.. kembar siam pasti lebih seru.

Kalau kata bosku, daripada bunga yang mudah layu atau coklat yg mbikin gemuk, mending dia dikasi tas (ladies handbag) yang lagi update sekarang. Hihihi.. Aku sih masih suka dengan mawar.. dibanding coklat maupun tas. Dulu mantanku di Senta pernah memberiku mawar yang dia petik dari kebunnya langsung. Bahkan kita berciuman dibawah jatuhnya kelopak mawar merah. Aku juga ingat Valentine tahun lalu aku diberi 2 tangkai mawar pink.. manis sekali. Aku masih ada fotonya. Pas aku ulang tahun, aku juga diberi 25 tangkai mawah merah tua.. very romantic. Sayang, mawar yang kubawa dari kawinan bosku tanggal 9 kemarin sudah keburu layu karena aku kurang rajin mengganti airnya.

Aku suka mawar dari warnanya yang merah tua tegas, wanginya yang khas, durinya yang seakan ‘berani menghadapi semua keadaan’, dan kelembutan kelopaknya yang menggemaskan. Di rumah di Senta, mawar tumbuh dengan mudah karena udara segar. Nenek sering memetik setiap ada bunga yang mulai merekah, untuk ditaruh di ruang keluarga supaya wangi. Jelas, untuk mendapatkan mawar di Jakarta pasti lebih ‘mahal’ daripada di Senta.

Lucunya.. baru kali ini aku melupakan hari Valentine, kalau tidak diingatkan pagi tadi.

You should have told me you didn’t like me any more but i
Couldn’t see that and you just rushed me although i will curse
You i’ll still miss you since i am a girl, to whom love is
Everything…

You should’ve just told me the truth, that I wasn’t the girl for you
Still, I didn’t have a clue, so my heart depended on you
Although I’ll say I hate you now, though I’ll shout and curse you out
I’ll always have love for you, because I am a girl

Feb
11

Kepo On Boss’ Wedding

Posted @ 12:34 am - View Comments (18) -

Kemarin kita sekantor kepo banget. Pagi-pagi si Ririn udah nongol di depan kamarku, nyuruh-nyuruh aku untuk buru-buru mandi. Dengan malas-malasan sambil ngenet sebentaran, akhirnya mandi juga, walopun waktu sudah mepet. Gaun sudah di dry-clean, dimasukin ke mobil, bawa backpack isi peralatan make up, baju ganti, sepatu pesta. Eh.. mobil mogok. $hitt!!

Hampir sejam diakalin untuk mancing aki, gak berhasil juga. Akhirnya pesen taksi. Seperti biasa Jakarta on weekend suka ngga bisa diandalkan, sampai Hotel Mulia di Senayan pun jam 12 lewat, padahal pemberkatan jadwalnya jam 12 teng. Nitip tas dan gaun malam di concierge, kita berlari ke Mezanine Floor. Ada Hans yang recognize aku ketika sampai di depan ruangan pemberkatan. Rupanya acara juga agak terlambat. Hans yg photography-freak sudah pamer kamera Nikon D200 dengan lensa tambahan dan flash segala-arah. Beratnya sekitar 5 kilo ada kali ya.. dan aku didaulat dia untuk mencobanya. Dengan beberapa ilmu, aku langsung mencoba memotret ini itu. Bunyi “ckrik”-nya saja udah beda.. Hans memuji hasil potretanku karena hasilnya bagus *pegang kerah*.

Nikon D200

Selama pemberkatan, aku memegang kamera “wuah” tersebut. Hans bilang, aku jangan takut, sebagai fotografer dengan kamera mahal, aku harus berani untuk berada di mana saja termasuk di depan pengantin sekalipun untuk memotret. Rasa percaya diriku jadi timbul dan sepanjang pemberkatan aku sibuk memotret pengantin dari segala sudut, prosesi pemberkatan, para undangan, termasuk keluarga besar bos. Pak Willem sempat-sempatnya berkelakar “potret yg bagus ya, kalo ngga nanti gaji kamu saya potong”. Eh, bukan gurauannya yang membuatku takjub, tapi bagi Pak Willem yang terkenal ‘jaga-jarak’ dengan workers tiba-tiba bisa mendatangiku dan bercanda, wuih.

Ortu pengantin sudah berpuluh-puluh kali kufoto dengan close up dan ala candid. Begitu pula dengan Emma the Bride, Dennis the Groom, Bu Esther + suami, Emma anak Bu Esther (she think I’m her favorite auntie.. hihihi), sampai Hans dan adiknya, Nonik. Cuman 1 yang aku gagal, yaitu saat ciuman pengantin, flashku sudah low batt, jadi hasilnya tidak pakai flash.. gelap. Damn… Aku merasa gagal.

Me & Emma

Selesai pemberkatan, masih ada waktu 3 jam lagi sebelum resepsi. Tadinya kita bertiga bareng Ririn dan Junicy mau nyalon di Sugi untuk hairdo (hair style) ala pesta tidak sempet, di jalan Asia Afrika saja sendiri sudah stengah jam, kapan sampai di Barito??!! Langsung saja membelok di Plasentol dan kita nyalon di LuVa’Ze. Eh ternyata make up di salon itu lebih mahal daripada hairdo.. OMG..

Jam 5 kita buru-buru berangkat untuk kembali ke Hotel Mulia untuk ngantri dandan. Tukang dandan ini paling terkenal, dipanggil dari Bogor. Dandan sekitar 15min-30min, alisku dikerok, muka didempul (tidak terlalu tebal seperti ala tradisional sih), eye shadow 4 warna (kalo ngga salah), pasang bulu mata palsu (this is the 1st time.. aneh rasanya.. kyk ada yang menghalangi pandanganku, hihihi.. norak banget de gw), lipstik kepunyaanku. Not bad :)

Tugasku malam ini sebenernya di bagian penerima buku tamu. Aku kira bakalan seru, tapi ternyata amat sangat membosankan .. artis yang datang pun cuman Bob Tutupoli, tidak ada yang lain. Papan karangan bunga sudah ngga tau berapa jumlahnya, tapi sepertinya para undangan tidak begitu menyesaki Ballroom Mulia. Aku kabur ke dalam ballroom..

Bertemu dengan Bu Esther dan keluarga besarnya.. ngobrol bersama mereka. Walaupun posisiku dikenal sebagai worker, tapi aku juga merupakan teman Hans dan otomatis aku memanggil ortunya dengan sebutan om & tante instead of pak & bu. Aku cukup kenal dengan mereka-mereka. Bermain dengan Emma kecil juga seru. Sepertinya malam itu aku tidak kenal dengan rasa lelah.

Makanan bertebaran yang enak-enak, dari masakan Korea (bride-nya orang korea), sushi sashimi (ini food stall paling panjang antriannya), sop buntut, bebek peking, chinese food (udang goreng manyonaise YUMMY!), kue-kue kecil, wine, dll yang bahkan aku sampai bingung mau makan apa. Jheezz.. itu semua makanan mahal dan enak! Tapi saat itu aku tidak begitu lapar, entah karena perutku sudah ditekan dengan sempitnya korset atau memang lagi kepo untuk keliling-keliling dan menyapa tamu-tamu kenalanku.

Oxtail Soup, Anyone?

Fyi, aku gagal menangkap bouquet yang dilempar Emma the Bride :( mungkin ini belum saatku untuk menikah .. hahaha… afterall, this is my first tempt to catch bride’s bouquet.

Perlahan-lahan para undangan mulai pulang, ruangan yang bernuansa romantic dengan warna putih-salem-pink, bunga mawar pink dan lampu agak remang, sudah mulai sepi. Musik sudah berhenti entah sejak kapan. Herannya, makanan masih banyak.. what a waste. Para karyawan TSI yg bertugas mulai menyusuri food stall untuk makan dan membawa pulang sisa makanan yang masih melimpah (kecuali sushi sashimi yang sudah ludes). Aku membawa pulang bebek peking dan kambing guling, sambil memakan es krim Vanilla dengan Choco Sprinkles yang malam itu rasanya enakk banget karena soothing my tiredness.

Ice Cream

Ririn sempet bilang ke Aa Uuk.. “Tuh Golda dari tadi ngga berhenti bergerak kesana-kemari kyk cacing kepanasan!”.. ada benarnya. Aku mengajak dia untuk jadi fotografer kami, Bu Esther, dll .. kapan lagi coba aku didandanin sambil memakai baju pesta begini kalo bukan moments untuk difoto? Hehehe. Aku berpose dengan Emma Kecil, dengan Hans, dengan teman sekantor, berpose dibelakang background panggung .. sampai aku berpose di kursi pengantin.. hahaha. Tidak ketinggalan mengambil mawar-mawar sebagai penghias panggung di pelaminan.

Pink Roses

Tidak terasa lho, sudah jam stengah 11. Kami belum pulang sambil menunggu jemputan Junicy, lalu harus mengantar Ririn sampai di rumah. Ibunya Ririn (Bu Yus, guru bahasa indonesia & paling galak di SMP-nya Didats) malah malam-malam memuji aku karena dandan.. “Aduh Nak Golda cantik sekaliii” .. hihihi.. ya gitu itu aku.. ngga pernah dandan jadinya orang melihatku pangling.

Feb
06

Pohon Runtuh

Posted @ 8:14 am - View Comments (16) -

Hujan tanpa henti sejak malam kamis kemarin memang membuat Jakarta banjir. Setelah bertahan beberapa hari, akhirnya rumahku kena juga. Bukan banjirnya, tapi pohon besar di belakang rumah tumbang tercabut dari akar-akarnya gara-gara hujan lebat semalam. Sekarang pertanyaannya, dimana aku bisa cari tukang gergaji mesin? Denger-denger biayanya sekitar 1,5jt ?! *sigh*

Pohon Runtuh 1
Pohon Runtuh 2
Pohon Runtuh 3
Pohon Runtuh 4
Pohon Runtuh 5
Pohon Runtuh 6
Pohon Runtuh 7

Feb
03

Would You Erase Me?

Posted @ 3:56 am - View Comments (18) -

Kalo kalian kenal yg namanya Jim Carey, pasti inget sama film Dumb & Dumber (aku punya kaset soundrack-nya! :D), Ace Ventura, The Mask, dan film-film kocak lainnya. Aku lumayan kesengsem sama wajah-nya yang kocak dan mudah berubah bentuk. Tapi agak kecewa ketika dia pacaran dengan lawan mainnya yang menurutku ‘tidak cukup bagus buatnya’, seperti Lauren Holly maupun Jenny McCarthy (do’h.. ngga banget deh, dasar BIATCH).

Dari sekian film kocaknya Jim Carey, ada satu yang aku pernah tonton, dan itu tidak sama sekali lucu. Judulnya pasti susah diingat, Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Pertama kamu tonton, kamu ngga akan melihat Jim Carey becanda atau memaikan wajah kocak. Dia akan melakukan acting monoton, dari bangun tidur, kerja, kembali lagi tidur, sendirian. Sangat membosankan. Ceritanya pun tidak kronologis, tapi lumayan loncat-loncat. Jalannya cerita bisa kamu tangkap dari warna rambut Kate Winslet yang ganti-ganti.

Film ini bercerita tentang Joel Barish (Jim) dan Clementine Kruczynski (Kate) yang berpacaran .. kemudian mereka putus. Rupanya ‘putus’-nya hubungan mereka tidak tuntas karena mereka masih punya rasa dan keinginan untuk kembali berhubungan, walaupun mereka sering bertengkar. Untuk memudahkan melupakan mantannya, Clementine mengikuti program penghapusan sebagian memori. Dia mau menghapus memori tentang Joel. Ketika Joel mengetahui perbuatan Clementine, Joel marah dan ikutan menghapus memori tentang Clementine. Akibat dari ruang praktek dokter yang tidak juga ‘bersih’ dari masalah dan keinginan terpendam Joel akan Clementine, memori Joel kurang dibersihkan dengan tuntas, sehingga percik-percik memorinya tiba-tiba muncul dan membuat penasaran. Joel malah berusaha agar memorinya tidak jadi dihapus dan kembali seperti semula, sambil meyakinkan Clementine bahwa dulu mereka pernah bersama untuk bisa kembali bersama lagi.

Alur cerita cukup berat, jadi harus ditonton dengan serius (tidak bisa sesantai seperti menonton Shrek).

Apa ada ya dokter semacam itu? Aku pesan 1 memori yang ingin kuhapus.

Jan
23

Jadikan Aku Yang Kedua

Posted @ 7:34 am - View Comments (39) -

Pernah denger lagu ini? Dinyanyikan oleh Astrid.

Jadikan Aku Yang Kedua

Jika dia cintaimu
Melebihi cintaku padamu
Aku pasti rela untuk melepas mu
Walau ku tahu ku kan terluka

Jikalau semua berbeda
Kau bukanlah orang yang ku puja
Tetapi hatiku telah memilihmu
Walau kau tak mungkin tinggalkannya

Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walaupun kau takkan pernah
Kumiliki selamanya

Lagunya enak didengar, simpel, tapi liriknya itu loh… Pengen kubahas.

First of all, walopun aku pendengar lagu dan suka menyanyikan lagu-lagu, tapi aku paling tidak pernah perhatian pada liriknya, sampai aku membaca seluruh liriknya (biasanya ketika aku mau memasukkan lirik dalam file mp3-nya pakai iTunes).

Dulu pas smp-sma, aku pernah punya pacar seorang gemini. Dia yang mendekatiku dan aku membalasnya. Kita jadi sepasang kekasih di sekolah. Setahun kemudian dia menyukai seorang adik kelas yang sama-sama eurasian, ketika masih bersamaku. Dia sudah menjadi cintaku yang pertama, tapi dia juga memberikan sakit hatiku yang pertama.

Sakit hatiku membuat berat badanku turun dari 56 ke 49. Kerjaanku menangis, menyesali diri sendiri, murung, menyendiri, marah, dan kembali lagi sedih. Aku pernah marah padanya, tapi karena sayang, aku jadi tidak bisa marah banget. Kekesalanku menumpuk pada si adik kelas yang jelas lebih menarik ketimbang aku. Aku pernah mendatangi rumahnya, tapi entahlah, adik kelas ini keukeuh untuk tidak mau memutuskan cintanya. Makin terpuruklah aku.

Sampai-sampai aku pernah ‘rela’ untuk menjadi selingkuhan mantanku. Tapi itu tidak lama. Lama kelamaan aku merasa menjadi orang bodoh. Emosiku bisa kembali ke normal, dan sejak saat itu, aku paling tidak mau mendekati seorang cowok yang punya pacar. Aku tidak mau menjadi orang seburuk adek kelas itu.

I mean.. cowok itu memang adatnya begitu, kalau bisa dapat dua, kenapa ngga? Atau, kalau masih ada chance untuk balik, ya biar dipegang dua-duanya. Kita neh hidup di dunia cowok, kita mesti realize itu. Dan yang aku bisa bilang bahwa, cowok itu tidak DIA saja.. tapi masih banyak di luar sana. Masih banyak pilihan, masih banyak yang bisa membagikan cinta kepadamu. Masih ada cinta tulus di luar sana.

All I can say is, lirik lagu ini menyesatkan, walopun lagunya enak didengar. Hahaha.. Moral of the story, kalau aku tidak pernah merasakan pahitnya cinta, aku tidak akan tahu betapa cinta itu sangat menyenangkan. :)

Jan
20

Balada di Jalanan

Posted @ 6:19 pm - View Comments (12) -

Balada Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu… Minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata. Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus ‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. (Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu…

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an ironic…

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas. Tuhan Maha Adil kan?

BALADA PENGEMUDI RODA EMPAT

Bapak2, ibu2 ,mas2,mabk2, oom2, tante2yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf Bapak2, ibu2 ,mas2,mabk2, oom2, tante2 pengguna roda dua mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘menghalangi’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka menutup lajur kiri, itu hanyalah karena kami merasa kesal. Ini tentunya bagian kiri kendaraan kami baret. Tentunya rasa kesal ini tdk anda rasakan, karena dinginnya hembusan angin sewaktu anda kebut di jalan raya. Jadi kami beri sebelah kanan selaku jalur cepat untuk anda lewati heheheehe

Bila anda melihat kami tak mau mengerem bila ada motor yang masuk jalur kami secara mendadak, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami mengikuti hukum fisika dimana massa kendaran kami lebih berat sehingga bila kami rem mendadak daya dorong balik terhadap massa kendaraan akan lebih berbahaya untuk kami dan yang dibelakang atau sekitar kami. Rasanya kami pasti kalah bila berdebat dengan anda yang berprinsip kendaraan kecil pasti benar, karena SIM anda bisa jadi hasil nembak (maaf ya). Belum lagi kami harus dimintai duit bila berurusan dengan polisi. Tentunya anda tahu bila berurusan dengan polisi kan?? Dan juga memberi duit pada anda yang harus diamputasi tangan serta kaki karena ada dibawah mobil kami. Sebab bila berurusan dengan polisi, uangnya besar pak-buu, mas, tmbak, oom, tante.. Minimal bisa separo harga mobil , hikss (dari mana duitnya)..

Belum lagi kami takut di PHK bila kami harus dipenjarakan karena tetap keukeuh tidak mau dibilang salah. Tentunya anda tidak memikirkan hal ini kan.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda dua . Kami cukup tau diri kok, dengan pajak atau parkir yg terlalu mahal untuk kami , masih saja kami tidak mendapat perlakuan sesuai pajak / tarif parkir yang kami bayar. Sehingga kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang jalanan atau parkir.

Kami cukup puas dengan memutari dahulu area parkir sehingga waktu mencari parkir lebih banyak daripada parkirnya. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante. Yang bisa geletakin dimana aja.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda dua yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Boleh lewat menerobos lampu merah, dan kalau menabrak masih saja dibenarkan oleh polisi (Padahal Undang2nya ada loh, belum tentu motor selalu benar) Sehingga kami juga harus putar otak berakrobat dijalan raya menghindari desingan kiri-kanan motor , hanya demi bapak-ibu,mas,mbak,oom-tante bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat mobil kami diisi lebih dari seharusnya sewaktu pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, mengeluarkan dana lebih untuk mengajak saudara kami yang kekurangan supaya kami juga bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka, Karena mereka belum pernah kesana.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante , bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru memperhatikan area depan, kiri-kanan dan belakang kami dari para motor yang mengerem mendadak dan memotong jalur kami sewaktu jalan licin, Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo’ amat, cukup banting setang terus bisa berenti ditengah (tengah ya! Bukan pinggir jalan) jalan yang dinaungi oleh jembatan sementara kami harus mengalah oleh anda.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu-mas-mbak-tante yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa rawannya pulang kerja di malam hari dengan mobil . Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo begal banyak beraksi dimalam hari adalah isapan jempol semata. Hii..

Kami juga gak protes kok, bila setang anda menghancurkan spion mahal kami atau membikin baret cat kami yang belum tentu kami bisa menggantinya dalam waktu dekat karena pasti dipecahin atau dibaretin lagi oleh motor–motor anda. Mungkin karena kami naik mobil disangka ATM berjalan yee. Hi hi hi

Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama mengendarai mobil , mata kami harus awas agar tidak melanggar LALIN ditengah sesaknya pengendara motor.. Naaah begitu ditabrak secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he Maaf ya pak-bu-mas-mbak-oom-tante. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. Dan gak bikin orang lain menderita. (Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi sebagai sopir (taxi, mikrolet) Yang harus ngedumel karena mobil majikan dirusak motor.

Memang siih, rata-rata dari kami memiliki tata krama mengemudi . Karena kami cukup terhormat untuk menebus SIM dengan benar, walau harus ngulang berkali-kali. Duit lagi- Duit lagi .. Hikss.

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu- mas-mbak-oom-tante duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di lampu merah.. Ataupun menjauh dari bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante yang sedang konvoi dijalan raya karena kami takut duit kami harus keluar membenarkan kendaraan kami yang dibaret motor butut anda yang memotong dari kiri.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat melihat anda semua sopan dijalan saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa kesal dan gondok bila melihat anda tertib di jalan. Hehehehe (mungkin gak ya??)

Pernah ga anda melihat kami juga terkadang terenyuh sewaktu anda kena razia polisi walau cuma 10-20 detik. Jadi terharu…

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya rombongan pak presiden bikin kecelakaan dijalan tol dan supir bis yang malang harus jadi tumbal disalahkan pak polisi dan jubir presiden. What an ironic…

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan mobil untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan mobil yang diiklankan . Sebab kami tau persis, motor mereka ber CC be

sar dan dikawal oleh polisi dan mobil mereka ga mungkin yang bisa dimuati A’A, Teteh, Oom, Tante , Adik . Pasti harganya diatas mobil kere kami ini.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara motor roda dua bahwa tindakan anda membahayakan kami juga. Sebab bila anda celaka, kami juga yang harus menanggungnya walau belum tentu kami yang bersalah. Kami juga punya keluarga yang harus kami tanggung. Kami juga bisa hilang pekerjaan. Tapi rasa tidak adil anda terhadap kami , sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas. Tuhan Maha Adil kan?

Dan Husni menjawab:

Bapak-bapak dan ibu-ibu pengendara roda dua maupun roda empat.

Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan saya mengganggu anda semua. Saya ini hanyalah penumpang kereta, penumpang bis, dan pejalan kaki. Sepeda pun tidak kunaiki. Tentu lebih banyak yang termasuk orang seperti saya dibandingkan golongan anda yang berkendara hampir setiap hari. Sebagai pengendara kendaraan bermotor, punya tata krama sedikit lah.

Sekian balada saya, penumpang kereta, penumpang bis, dan pejalan kaki. Maafkan saya bila balada ini pendek sekali, karena saya bukanlah orang cengeng.

Jan
19

..cinta di hati terkubur..

Posted @ 2:38 am - View Comments (16) -

Terkesan dengan hari-hari mellow ku?

Ngga terasa beberapa hari ini lagi ngejar setoran menjadi top poster.. tapi masih kalah dengan Tub *kejar Tub pengen minjem Heros yg di HD externalnya*

Qyuqyu (kukang baru.. kuputuskan namanya begitu.. kepanjangan dari Qyuqang.. hahaha) kemarin aku coba kasih makan dari bubur bayi, pepaya, sampai ulet hongkong dan ulet bambu, belum berhasil. Well, at least dia sempet makan sedikit lah. Mungkin memang porsinya segitu, secara lingkar perutnya segitu.. hihihi.

Sayang, sejak kemarin Qyuqyu bersin melulu. Aku kasihan. Pas mau ke dokter hewan, eh udah tutup. Mesti nunda besok deh. Sabar ya Qyuqyu. Aku bakal mencoba take care untuk mengerti kamu. Kalo aku menyerah, ya terpaksa aku taruh di TSI :( *semangat dong*

Qyuqyu

Hari ini ke asemka sempet angkat-angkat barang kyk kuli deh. Duh.. kalo tiap hari begini, aku pasti kurusan. Tapi seneng, karena otot tanganku masih kuat seperti dulu. Hanya stamina nih yang gampang habis.

Lagi suka sama lagu Janji Manis versi Terry dan Aishah. Hahaha.. sampe berkaraokean sama Ririn sepanjang tol lingkar dalam kota. Kalo kata Tia (adiknya Adis), si Terry udah di booking untuk nyanyi sama kita sampe gempor, bibirnya kebas. Gelo juga tuh Tia.

Rise n shine.. mellow day has passed.

Dunia ini penuh kepalsuan
Mungkinkah tiada keikhlasan
Apakah ini suatu pembalasan
Kusadar kebesaran-Mu, Tuhan

Aku bagai seorang pengembara jalanan
Terombang ambing di lautan gelora
Mencari kebahagiaan, dahan untuk menopang kasih
Mungkinkah suratan hidup kan selalu sendirian

Hati membeku mengingatkan kata janji manismu
Ku dilambung angan angan, belaian kasih sayang suci darimu, oh kejamnya
Lidah tidak bertulang, ucapan cinta mengiris kalbu
Ku kan pergi membawa diri, cinta di hati terkubur lagi

Tidak kupahami mengapa terjadi
Peristiwa pahit menggores hati
Perjalanan hidup ini sudah tertulis
Kutempuhi dengan kesabaran, kusadar kebesaran-Mu, Tuhan

Jan
18

Senyum Palsu

Posted @ 12:59 am - View Comments (15) -

Beberapa hari terakhir ini aku kacau! Sangat kacau! Bawaannya mewek (=nangis) melulu. Sudah capek Tante Anne mendengarkan celotehku, sekarang giliran Ririn. Lho, aku sadar aku itu egois, suka memerintah, .. entahlah.. bagiku complicated. Sepertinya sifat burukku sudah mulai mengkhawatirkan hidupku. Dengan bertambahnya orang yang kesal padaku. Bener, aku sujud minta maaf.

Hari-hari menjadi mellow. Ngga konsen kerja. Ngelamun sedikit bawaannya mellow.. sedih. Aduh, cengeng banget. Stupid me! Ngga berhanti mengusik-usik. Ngga bisa berhenti mikir ituuu aja.

Iya, aku bener minta maaf atas segala yang pernah aku perbuat yang kamu ngga suka. I know it’s bad. Kadang kala aku ngga ngerti diriku kenapa bisa begitu liar, aneh, seperti kuda lepas dari kandang saja. Mengapa aku ngga bisa menjadi sederhana?

Ketika kita diharapkan menjadi orang yang cerdas, kritis, menjadi berlebihan, merajalela, akhirnya jatuh juga. Sesuatu yang terlalu banyak memang tidak pernah bagus. Kepenuhan.

Aku capek. Bener-bener capek. Bukan cuman tentang masalah ini, tapi juga tanggung jawabku di rumah dan di kantor. Apa memang perempuan harus melewati hal seperti ini? Stress saja rasanya. Ya itu tadi, terlalu banyak dipikirkan, sampai pusing sendiri, takut sendiri, bingung sendiri, akhirnya panik.

Entah sejak kapan aku ingin berubah, tapi selalu gagal. Ego yang tinggi dan tidak berperasaan sepertinya selalu membelengguku. Yang aku dapat adalah sakit hati. Dominan, egois, tukang perintah, sudah jadi makanan tahunanku. Ngga dari orangtua, sahabat, bahkan orang yg sayang padaku sudah menasehatiku. Err.. semuanya tidak ada yang kudengarkan. Aku hanya mendengar diri sendiri. Ihh.. how bad I am. Egois sekali. Kenapa ya aku bisa jadi seperti ini? Mengerikan.

Ini aku bilang sama semuanya. Iya, aku egois.. egois sekali. Jangan mengasihaniku, karena itu tidak benar. Tidak perlu menyalahkanku, aku sudah tau.

Sekarang, aku kesepian. Kesepian banget. Walopun tadi siang aku beli kukang, walopun Blub sudah menemaniku di rumah, walopun my mom lagi dateng (err.. biasanya kalo mom lagi dateng, satu rumah pasti pada ribet dan sibuk), walopun sudah dari 5 jam yang lalu aku mengurus kukang baru dan main video game (roms) pun tidak bisa meredakan gundah di pikiranku.

Hari-hari ini, kalau kamu lihat aku senyum, percayalah, itu senyum palsu. Hatiku sedih.

Jan
15

Another Mellow Day

Posted @ 4:24 pm - View Comments (10) -

Mellow day has begun.

Pagi ini sudah males bangun. Badan rasanya remuk karena tidurnya ngga nyenyak. Kyknya tempatnya terbatas, ngga bisa expand kaki ke segala penjuru. Pegel-pegel jadinya.

Mellow mulai terasa hari menjelang siang. Gara-gara aku telpon dia, jadinya malah berurai air mata. Sebenernya yang salah mungkin ya aku juga. Atau bisa diartikan, keinginanku yang aneh, tidak make sense, dan jadinya susah dihilangkan dari pikiran. Bingung? ya jelas.. kalian pembaca kan ngga tau duduk persoalannya.

Ketika aku telpon Andry.. duh.. jadi tambah nangis. Kesian dia yang ngga ngerti ujung pangkalnya jadi harus menenangkan aku yang tersedu-sedu. Akhirnya aku minta saran Tante Anne.

Lagi-lagi minta saran ke Tante Anne. Bukannya dia keberatan, tapi kyknya dia udah jadi pengganti my mom yang udah punya kehidupan sendiri. Rasanya aku ngga sudah ngga biasa lagi curhat sama my mom. Aneh saja.

Buat kamu, kamu tenang aja. Mungkin itu hanya emosi sesaat. Aku sudah lumayan normal lagi.

Kasihan aku sama air mataku yang deras mengalir. Mungkin terakhir aku menangis seperti ini sejak jaman smp dan sma. Perasaanku juga dilema persis seperti masa smp sma. Aku ngga suka dengan aku yang seperti ini, sebenernya. Pengen rasanya menghukum diri sendiri untuk tidak bersifat seperti ini, tapi emang itu bisa?

Yang ada, besok mataku bengkak.

Jan
07

Akhirnya Ketemu Juga!

Posted @ 10:11 pm - View Comments (16) -

Aarrhhhggg… surat babtis ku ketemu! Sialan banget deh. Gini gini.. aku ceritakan secara kronologis gmana ktemunya.

2 minggu lalu, telah disetujui bahwa rumahku yang lama di daerah Rempoa terjual sudah. Seminggu kemudian pembeli rumah (seorang pasutri yang belum dikaruniai anak) mentransfer DP-nya sebagai tanda jadi. Berhubung aku ngga ngerti jual beli rumah, persoalan ini ditangani oleh Tante Anne sebagai pengganti my mom. Sudah dari sebulan yang lalu tante tanya-tanya tentang akte kelahiran adikku yang sangat diperlukan dalam jual beli rumah ini, karena rumah ini atas nama adikku. Entah bagaimana surat-surat berharga mom hilang saat pindahan dari rumah Rempoa ke rumah yang sekarang, 4 tahun yang lalu. Since then, my mom tidak melakukan apapun kecuali menggunakan fotocopy dari surat-surat penting tersebut. Benar, my mom memang slebor, just like my bro. Luckly, I’m not.

Kebayang dong gimana mahalnya bagi Tante Anne untuk mengurus kembali surat-surat tersebut, membuat kembali, laporan hilang dari polisi, dsb dsb. Sampai sampai liburan kami ke Singapore kemarin juga masih terlihat ke-stres-an dari wajah Tante Anne, menghadapi my mom yang sudah ingin melupakan persoalannya di Jakarta, dan menikmati hidup barunya di Singapore. Kadang, kita kesel banget sama mom karena tidak peduli dan tidak berinisiatif membantu mencari surat penting tersebut. I mean, surat-surat penting itu termasuk akte kelahiran aku, adikku, mom sendiri. Juga IMB rumah Rempoa, dan surat-surat penting yang berhubungan dengan rumah Rempoa. Jangan ditanya bagaimana kita mengatasi itu semua selama 4 tahun tanpa surat aslinya :p

Berhubung pembeli rumah Rempoa sudah membayar DP, itu artinya kita harus singkirkan semua.. i mean.. SEMUA barang dari rumah Rempoa. My mom itu seorang yang paling malas membuang barang, apalagi barang yang penuh memory. Tiba-tiba aku menyadari, my mom tiba-tiba mirip denganku, haha. Jadi, barang-barang masih banyak tertinggal di rumah Rempoa, dari mainan dan buku adikku ketika balita, mainanku ketika masih SD-SMP, barang-barang mom yang sudah tidak menarik baginya, sofa bulukan, kulkas yg sudah tidak menarik, vacoom cleaner rusak, kasur nganggur, bunk bed yg baru dipakai sekali saja, dan masih banyak barang-barang kecil lainnya yang susah disebutkan.

Nah, berhubung senin adikku sudah mulai masuk sekolah, maka sejak seminggu terakhir ini kami sudah merencanakan untuk pindahan barang-barang tersebut ke rumah sekarang, mumpung masih ada tempat walopun akan jadi sumpek. Supir kami minta masuk hingga hari minggu, workers lainnya kami minta lembur untuk mengepak, menelpon teman yang butuh menampung barang-barang bekas yg masih layak pakai, dll.

Seperti tadi siang, dus-dus tetap masih berdatangan dengan label isi barang mom, aku, adikku, dll. Kusempatkan membongkar walking closet mom. Sejam kemudian.. kita menemukan dus yang berisi semua surat penting yang sudah kita cari-cari selama 4 tahun. Rasanya ingin teriak. Dus itu terletak dekat dengan pintu, hanya saja sudah di tumpuk dengan dus-dus lainnya. Ah sudahlah.. memang Indonesia terkenal dengan sogok menyogok, tapi sekarang kita bisa berpuas lega karena kita punya surat aslinya.

Dus-dus terakhir datang ketika hari menjelang malam. Aku tadinya ingin mencari skripsi kakaknya temanku yang harus kukembalikan karena dia perlu untuk lamaran kerja. Besok harus sudah kukasih. Tapi aku melihat dus kristal-kristal mom yang rasanya takut pecah aja kalo ditaruh di lantai begitu saja bersama dengan dus lainnya. Walopun dengan badan capek, aku siapkan air hangat dan sabun cuci piring untuk merendam gelas-gelas kristal mom. Ketika sudah kering, aku mulai menaruhnya dalam lemari dekat dapur yang tadinya adalah tempat rak bukuku. Ketika aku menaruh gelas terakhir (total gelas kira-kira 50 pcs) aku baru menyadari di rak paling atas dari lemari buku ternyata masih tertinggal 1 baris buku-buku yang belum dipak. Tiba-tiba mataku tertuju pada 1 buku putih. OH MAI GOT! Itu kan buku puisi pastor yang membabtisku. DAN DIDALAMNYA KUTARUH SURAT BABTISKU. Aku teriak! Sungguhan!

Ah dasar sial. Gajah di depan mata koq ngga kelihatan. Ya mungkin itu rasanya mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Makin dicari, makin panas suhu kepala.. makin susah menemukan dengan akal sehat. Toh akhirnya ketemu juga.

Jan
04

Gaun = Ribet!

Posted @ 7:01 am - View Comments (11) -

Kemarin aku ke Mangga Dua ceritanya mau jahitin kain untuk acara kawinan bos ku. Aku dapat posisi jadi pager ayu. Anehnya, kain yang dikasi bukan kain seragam, tapi beda-beda tiap orang, yang penting tema-nya romantic. Bahkan modelnya pun beda-beda. Ada yang dibelikan sudah jadi, ada yang hanya dikasih kain lalu bikin sendiri. Aku kedapetan kain warna ungu. Pertama aku tidak suka warna ungu, walopun ungu-nya warna muda. Kesannya janda gitu. Kedua, kainnya lemes banget, beda dengan kain untuk Ririn atau Dhiana yang dari bahan satin. Ternyata kainku bahan sifon.

Setelah muter-muter di Mangga Dua ITC lantai 3 dan 4, aku melihat beberapa model yang aku suka. Berhubung rata-rata baju gaun bermodel kemben dengan rok panjang, ya aku mencocokkan kedua syarat tersebut. Di salah satu toko yang jual gaun jadi, ada 1 yang aku naksir abis. Warnanya kuning-putih. Roknya jatuh ke bawah A-line yang tidak lebar. Manis sekali. Pas aku coba, rok-nya tidak muat, padahal ukurannya L. Kembennya muat karena bagian belakang dibuat tali-tali silang, jadi ukuran dada sebesar apa pun bisa muat, tapiii.. bagian toket terlihat jelek karena ngga pas dengan boostie (tulang baju untuk pas di toket) yang aneh, jadi terlihat jelek. Yang membuat bagus itu paduan kain dalam berwarna putih dan kain sifon tipis warna kuning. Fyi, dulu aku pernah punya baju Barbie yang mirip seperti ini, dan aku suka banget :p. Ririn menemukan baju jadinya di toko ini, jadi dia ngga akan jahit kainnya yang berwarna biru.

Akhirnya kita ke toko King, yang menjual gaun jadi maupun bikin. Nah, berhubung rekomendasi Junjun bahwa jahit di toko ini berkisar seharga 150-200 ribu, aku ok saja. Setelah aku kasi kain ke nCik-nya, nCik-nya bilang kalo kainku itu nanggung. Nanggungnya karena warna ungunya pekat (seharusnya transparan sedikit) supaya bisa di aplikasikan dengan warna dasar yg biasanya berbahan satin. Jadi kalo kain ungu dijadikan dasar, tidak bisa karena lemes. Dan kalo dijadikan lapisan luar, warna dari kain dasar tidak akan terlihat (mau itu ungu, putih maupun hitam). Aneh kan? Apalagi ketika dia tanya.. “ongkos jahitnya ditanggung ngga?” er…

Apaa?? ongkos jahit ternyata 300ribu. Entah gmana, si Junjun salah informasi. Duh.. Belum lagi asesoris, sepatu, make up. Bukannya dibayarin malah aku yang mesti keluar banyak. Apalagi ketika si nCik-nya bilang berapa harga kain ungu tsb. Hanya 10ribu semeter. WHATT?? Ibu-nya bos ku cuman modal 30ribu tapi pesta perkawinan di Mulia? Get real!!

Lemes sudah .. mukaku langsung pucat.. kesel.. pesimis. BT banget deh. Si Ririn dan Junjun yang nemenin aku pun sampe bengong. Tapi mereka sih sudah tenang, karena Junjun sudah ada baju dan Ririn pun sudah beli di toko sebelumnya.

Aku disarankan mencoba baju yang sudah jadi karena harganya sekitar 120-150 ribuan. Beberapa kali mencoba, aku kurang sreg. Aku tidak suka berpayet (yang ada manik-manik). Aku tidak bisa pakai yang terlihat perut gendutnya. Aku tidak suka yang rame dengan bahan organdi.. pasti gatel. Pokoknya segalanya aku komentarin. Memang, pilihan baju jadi yg murah di toko King bisa dibilang tidak sebagus yang di toko sebelumnya tempat Ririn beli baju jadi. Tapi toh di toko sebelumnya itu aku sudah coba baju dan tidak muat, dan yang lainnya pun tidak menarik. So.. tambah stress.

Gak heran, Carrie Bradshaw super stress ketika mencari-cari gaun untuk pernikahan yang cocok, sampai akhirnya malah putus dari Aidan (duh Aidan itu cowok perfect!) dalam serial Sex n The City. I mean, mencari gaun itu repot.. kecuali buat cewek yang bodynya perfect, tentu saja.

Nah, akhirnya aku memutuskan jahit saja. Biar deh, ongkos jahit 300ribu aku yang tanggung asal bajunya bisa dipakai tidak hanya sekali. Akan aku buat yang bagus, biar yang lain iri.. huh. Aku minta lapisan dalamnya warna putih dari bahan kain untuk baju pengantin (aku lupa namanya) karena bahan ini kaku tapi silky. Lalu ditimpa dengan warna ungu sifon.. gak papa deh, yang penting jatuhnya bagus, seperti contoh model gaun jadi di toko sebelumnya. Lalu diberi efek lipit-lipit yang natural, tidak pakai payet, pakai tambahan kain sebagai sabuk (seperti Obi pada pakaian jepang) untuk efek menguruskan perut. Pokoknya minimalis elegan.

Done, nCik-nya mengukur badanku. Nah, aku tinggal beli bando lebar yang nanti dilapisi kain senada dengan gaun, lalu tidak perlu beli sepatu lagi karena aku sudah punya sepatu putih hak 5 cm. Lalu, aku pikir-pikir, aku minta tali spaghetti di bahu untuk kembennya, supaya jangan ada tragedi kemben jatuh :p

Moral of the story: 2 minggu lagi setelah gaunnya jadi, baru akan ada skrinsyutnya :)

Jan
02

Tahun Baru 2007

Posted @ 7:32 am - View Comments (19) -

Tahun 2007 ini aku ngga punya obsesi introspeksi di tahun baru. Tahun lalu aku mencoba menghilangkan trade mark ‘tukang flirting’, dan kyknya berhasil deh :)

Dec
28

Laporan Pandangan Mata

Posted @ 7:30 pm - View Comments (9) -

Dikarenakan gempa di Taiwan 1.5 hari yang lalu, paling sedikit 6 kabel fiber optik bawah laut yang dikenal dengan backbone yang dekat dengan lokasi gempa mengalami kerusakan, mengakibatkan arus telekomunikasi (dalam hal ini internet) ke server internasional menjadi macet. Saat ini, arus internet tidak mati total, tapi masih bisa lewat satelit dan kabel lain. Hanya saja menjadi lambat karena bebannya bertambah (bottle neck effect).

Nah, sialnya, kenapa ketika kantorku sudah dipasang jaringan internet cable, eh ada kejadian ini.. jadi untuk berinternet dari kantor pun belum leluasa.

Berikut laporan pandangan mata yang aku rasakan:

Kemarin:

  1. Buka Gmail susah (mati nyala mati nyala)
  2. Hanya bisa browsing Republika, CBN Portal dan Detik (itu pun ngos-ngos-an)
  3. Buka blog ini gatot alias gagal total walopun sudah dicoba pakai FF maupun IE
  4. AKHIRNYA MATIIN KOMPUTER.. keluar rumah deh..

Hari ini:

  1. Aku males masuk kerja.. *cihuy..* karena ikutan ngabisin jatah cuti yg akan hangus kalo gak dipake
  2. Nungguin tukang benerin kamar nyokap
  3. Siang nanti mau bawa mobil ke bengkel untuk tune up
  4. EH TIBA-TIBA gmail nyala.. tapi hanya di browser IE (aneh.. kenapa ya?).. jadi ngejunk bentaran
  5. EH lagi.. blog aku akhirnya bisa kebuka juga. Tapi pake IE, anehnya pake FF sama sekali ngga bisa buka apa-apa. Ngeblog deh :)
Dec
25

Selamat Natal

Posted @ 12:00 am - View Comments (15) -

Pohon natalku kali ini sudah kuhias dengan hiasan tambahan (lebih rame dari tahun sebelumnya)

Merry Christmas

Malam Natal, aku dibangunkan untuk lihat christmas gift yang ada di bawah pohon natal. Ughh.. masih ngantuk sich.. tapi penasaran juga. Arrghh.. *sambil mata mengejap-kejap karena kaget*!

Red iPod

Aku suka warna meraahhh *very berry BIG grin*. 8GB pula!

*bekep mulut Om Ganteng dan Om Husni*

Dec
19

Ikea Spore; Dec On Spore Part #2

Posted @ 1:13 am - View Comments (16) -

Sesorean tadi aku ke Ikea Singapore yang di jalan Alexandra. Kalau naik MRT, naik di Green Line (East West Line) menuju Queenstown (EW19). Keluar setelah tab kartu Ez-Link, belok kiri untuk menuju sisi jalan yang ada di sebelah kiri. Boleh saja tanya kepada information center, toh mereka hanya akan menunjuk kertas yang sudah ditempel dengan besar, petunjuk ke Ikea dari MRT station Queenstown. Aku rasa pegawainya pasti sudah bosan memberikan petunjuk, sampai dipasang di kacanya.


Bus 195

Turun dari lantai MRT menuju lantai dasar, menyeberang jalan sedikit, aku menunggu di bus stop. Aku mesti naik bus nomer 195. Sseperti foto di atas, Ikea terletak 2 halte dari tempat itu. Kira-kira menunggu 10 menit, bus 195 datang. Cukup banyak naik, walaupun aku tidak yakin semua akan turun di Ikea. Kalau di halte pertama tidak ada penumpang yang turun maupun melambai ingin naik, bus akan tetap jalan sampai melihat gedung warna kuning besar yang saat itu ada 2 orang selain aku yang turun.

Barang-barang Ikea terletak di dua lantai (lantai dasar dan atasnya). Lantai atas banyak memajang showroom kamar, kamar mandi, kamar tidur, kamar nonton tv, kamar belajar, dapur, sampai kamar bayi. Lengkap dengan detail nama, kode, model, dan harga di tiap barang. Lantai dasar lebih seperti toko Ace Hardware. Di bagian belakang terdapat small resto yg ternyata cukup enak! Interiornya pun enak dipandang :). Ini adalah barang-barang yang sempet aku potret karena aku tertarik: (you can click to enlarge)

Bed 1Bed 2Bed 3
Ini tempat tidur idaman deh kyknya. Tidak tinggi, tidak berukir (d’oh.. jaman baheula kalee), mudah pembuatan dan pembersihan, kokoh karena kakinya ngga panjang.

Bed with drawer 1Bed with drawer 2
Ini neh yg keren.. dashboard (ceile dashboard.. mentang2 gw pake WP) atau bagian kepala dari tempat tidur bisa diselipin drawer yg bisa ditarik dari kiri dan kanan.

Showroom 1Showroom 2
Ini contoh showroom yg bagus menurut aku, simpel dan minimalis, trus putih bersih imut-imut gitu.

Table 1
Meja kerja untuk pojokan.. rasanya jadi lapang :)

Table 2
Meja makan irit tempat! Hahaha.. keren juga ide nya.

Cabinet 1Cabinet 2Cabinet 3
Lemari / kabinet ini simpel banget! Rangkanya memang kayu, tapi pelapis luarnya dari fiber yg biasa dipakai buat prakarya anak.. damn.. sumpah gampang banget bikinnya. Gw juga bisa kale.. Trus luarnya dikasih tirai halus gitu. Yang paling kanan itu lemari untuk kamar mandi. Untuk menaruh handuk bersih, peralatan mandi lainnya. Di furnish minimalis.

Vitruvian
Ini adalah kain tipis, bergambar Vitruvian Man, bisa ditaruh sebagai pembatas ruangan. Great, huh?

Dec
18

Dec On Spore Part #1

Posted @ 1:38 am - View Comments (8) -


Mom Apt 1
Dua malam sebelum keberangkatanku ke Singapore sama Tibi dan Tante Anne untuk menjenguk Mom, aku ngga bisa tidur gara-gara pilek sialan ini. Runny nose all the time, Actifed sudah tidak mempan mungkin karena sudah terlalu sering mengandalkan merek ini. So far aku bisa melewati imigrasi Spore walopun dengan badan lumayan anget (sudah ngga ada heat body checker), SARS sudah tidak menghantui mereka. Hanya saja yg paling parah adalah ketika pesawat hendak mendarat, duh.. gendang telinga rasanya mau pecah karena lagi ngga fit, jadinya ngga tahan dengan tekanan udara dalam pesawat.


Mom Apt 1
Apartemen mama lebih besar sedikit dari Tante Anne, tapi bentuknya kotak dengan 2 kamar dan 2 kamar mandi. Interiornya minimalis campur modern. Warna didominasi dengan putih, secondary color-nya hitam dan silver, dan sedikit coklat. Ah, mama bukan interior maniac, hanya saja dia suka yg minimalis dan useful. Barang-barangnya saja aneh .. rice cooker berbentuk oval (biasanya kan tabung dengan ujungnya roundy). Kerjaanku so far di rumah mama adalah pencuci piring. Yah well.. persis seperti di rumah nenek, Mei lalu, pencuci piring juga jadi kerjaanku at the moment (i mean, daripada jadi pencuci wc.. hehehe).


Mom Apt 1
Ngobs-ngobs dengan Tante Anne plus mama .. ngegosip berita terkini, ngomongin how to take care Tibi (my lil’ bro), sampe ngegosipin cowok masing-masing.. hihihi, ah dasar cecewek. Hari pertama aku jalan dengan Tante Anne ke Citylink dan Suntec City. Dengan kondisi badan yg hanya fit 70%, tidak lama kemudian sudah drop ke 40%.. tapi jalan-jalan tetap diteruskan karena di counter Giordano ada diskon besar yg jelas harganya lebih murah dari di counter Jkt walopun sudah di diskon (Jkt suck!). Lalu, jam beranjak melewati jam 10 malam pun tidak ada toko yang mulai tutup. Ahh.. ternyata ada program Late Night Shopping! Jheezz.. badanku sudah mulai berontak, tapi semangat belum hilang ketika yang namanya Late Night Shopping itu berarti semua toko diskon 15%-30%, bahkan ada yang sampai 50%. Oh yeah, aku sudah menjadi member di Giordano *yes!*. Pulangnya sudah pengen naik taksi, tapi melihat antrian bisa mencapai 30 orang.. *d’oh!* .. dengan letih dan kaki yang sudah tertatih kita menuju MRT. Aku sempet beli obat pilegh 2 macam, yang pakai sleeping effect dan yang tanpa sleeping effect. Satunya diminum ketika mau tidur, satunya lagi diminum ketika jalan-jalan, *teuteup*.

Internet di rumah mama memakai wireless. Vaio-ku didaftarkan ke wireless router, lalu sudah bisa online. Download 50MB hanya semenit. Damn..


Mom Apt 1
Hari kedua aku bangun siang. Jelas.. lha wong semalem baru tidur jam 2-an karena ngobrol sambil dibarengi red wine. But.. rasa tipsy-nya sebenernya membantuku untuk tidur. Ah.. red wine mama terlalu spicy rasanya, aku lebih suka red wine yg mild seperti yang ada di Yugo, Mei kemarin. Kemarin aku sudah beli celana pendek untuk jalan-jalan siang di Spore, eh ternyata seharian hujan *sedih*. Sandal tetap basah, karena kita mesti jalan sedikit ke MRT station. Kali ini aku dan Tante Anne (Mom tadinya mau ikut tapi ngga jadi) ke Orchard karena Tante mau ke Tangs. Err.. mol mehel! Aku cuman beli jam dinding yg ada tempat frame, karena di apartemen Mom belum ada jam dinding. I hope she’ll be happy. Sempet ke Lucky Plaza, tapi minat belanjaku sudah luntur (emang dasar Cancer Moody). But at least, I still enjoy the walking. Kangen aja jalan-jalan.

Aku sempet beli SIM card dari SingTel. Sebenernya sejak dulu sudah terbiasa dengan M1, tapi rupanya promo SingTel-nya lebih keren nih. Aku hanya bayar 28sgd$ untuk dapat 25sgd$ IDD call & sms, 75sgd$ local call & sms (local n mobile), plus.. aku dapat another top up card 2sgd$ bila promo 100sgd$ yg tadi habis karena pemakaian atau expired (expired dalam 30 hari). Lumayan yah.. kyknya promo itu sengaja dipakai untuk foreigner tourist kyk aku gini.

Malemnya Mom sudah beli tiket untuk menonton Hiromi tampil di Esplanade. Ajegile, permainannya keren! Jari-jarinya cepet banget. Ritme musik dari cepat sampai lambaaattt banget (mix!). Memang bukan tipe musik kesukaanku, tapi aku bisa menikmatinya. Thanks Mom. Malamnya kita makan di Italian Resto called Prego di Raffles The Plasa Hotel. Sebenernya sambil lewat saja, karena restonya memang bagus, dan masih ada Late Night Shopping di Robinson-nya.

To be continued (kyknya aku suka membuat cerita ‘to be continued’ yah? hehehe)..

free web site hit counter