diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Aug
09

Pengaduan Sangat Amat Kecewa Terhadap KabelVision

Posted @ 3:13 pm - View Comments (56) -

Saya adalah pelanggan KabelVision nomer: 176.863 sejak Juni 2002. Mulai mendaftarkan untuk internet melalui jaringan infrastruktur KabelVision, menggunakan ISP CBN sejak Juli 2005. Pada awalnya koneksi tidak pernah putus. Koneksi lambat pun sangat jarang. Tidak bisa dibilang cepat sekali juga. Tapi it’s ok.

Sejak awal tahun 2007 mulai ada problem yaitu pada pagi dan siang hari koneksi internet putus. Awalnya saya komplain berkali-kali ke teknisi CBN, oleh mereka selalu dilakukan “clear ip” seakan saya berganti router. Cara tersebut sempat bekerja mungkin sebulan, tapi sesudah itu tidak mempan lagi. Apa yang saya sampaikan ini ada buktinya semua di log CBN, bisa di cek. Saya mulai tidak sabar setelah beberapa bulan lewat, tidak hanya pagi dan siang saja, bahkan setiap hari kerja internet putus. Internet hanya bisa dipakai hari minggu malam. Saya komplain terus ke CBN sampai mereka bilang, apa saya sudah coba hubungi KabelVision juga, karena kalau di CBN tidak ada masalah, bisa jadi infrastruktur KabelVision yg sudah aus (butuh penggantian parts). Pada bulan April (saya lupa tanggal berapa, tapi ada di kertas SPK) CBN meminta teknisi KabelVision untuk menjadwalkan kedatangan ke rumah saya.

Saya mulai kontak CS KabelVision sejak Mei untuk minta di cek oleh teknisi. Teknisi sempat datang tapi tidak masuk ke rumah saya, teknisi hanya mengecek di luar rumah saya. Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh CS bahwa keadaan rumah saya yang terlalu jauh dari TAP mengakibatkan lemahnya sinyal. Yang saya asumsikan, secara logika, kabel KabelVision ataupun parts (TAP, booster, etc) dipasang di tiang pasti kena panas dan hujan, umurnya bisa berkurang, karena itu saya sangat mengharapkan kedatangan teknisi untuk mengecek. Kalau dilihat dari sejak pertama kali daftar & pasang internet tidak ada masalah, makin hari makin parah masalahnya.

Selama sebulan penuh saya hubungi CS KabelVision meminta teknisi dan pertanggungjawaban masalah, bahkan saya minta dihubungi oleh kepala CS untuk menjelaskan sendiri ke saya tentang keadaan masalah ini semua. Teknisi tidak kunjung datang dikarenakan overload teknisi, tapi saya tidak dihubungi/dikonfirmasi, akhirnya saya memutuskan untuk tidak membayar bulanan KabelVision yang sebesar Rp.200.000/ bulan dengan maksud agar komplainan saya diperhatikan. Saya tetap membayar CBN yang sebulannya Rp. 605.000/bulan karena saya ingin tahu problem apa betul dijaringan atau bukan.

Tanggal 28 Juni 2007 saya dihubungi oleh pihak billing KabelVision atas nama Bapak Acin menanyakan tentang pembayaran. Saya menyampaikan keberatan alasan mengapa saya sengaja tidak membayar bulanan HANYA karena ingin dihubungi oleh kepala CS yang mana sampai sekarang tidak ditanggapi. Saya sebagai customer berhak untuk minta penjelasan keadaan masalah saya. Buat saya, membayar Rp.200.000 tidak sebanding dengan ruginya saya akan kehilangan (200.000 + 605.000) x 6 bulan = 4 juta-an. Bpk Acin (dengan pengetahuan yg kurang ttg masalah saya) malah menyalahkan saya kenapa tidak komplain ke CBN. Saya kembali lagi menceritakan secara lengkap ke Bpk Acin masalahnya, dan dia menyarankan saya untuk komplain ke CBN WALAUPUN infrastuktur dipegang oleh KabelVision HANYA KARENA saya tidak memakai ISP dari KabelVision. Akhirnya saya bilang saja bahwa sinyal TV cable KabelVision juga tidak bagus untuk nomor 40 ke atas (saya tidak memakai decoder). Saya berdebat cukup lama sekitar setengah jam dengan Bapak Acin, akhirnya Bpk Acin sedikit mengerti dan kembali membuatkan jadwal teknisi untuk datang.

Tanggal 1 Juli 2007 hari minggu kebetulan saya di rumah tiba-tiba teknisi KabelVision datang. Saya melihat Surat Perintah Kerja yang sudah diminta datang sejak APRIL (ketika CBN menghubungi KabelVision untuk menjadwalkan teknisi datang ke rumah saya), dengan status Must Do: NO, dijadwalkan datang tanggal 1 Juli. Bayangkan, bahkan teknisinya bilang: “ya ampun mbak, kalau saya tau itu sejak April, saya ngga bakal berani datang”. Nah, begitulah cara kerja KabelVision. Mereka menerima permintaan teknisi datang dari CS dan diolah sedemikian rupa untuk memilah-milah mana yang penting dan yang tidak karena keterbatasan hari (waktu), jumlah mobil dan jumlah teknisi. Teknisi tersebut mengecek kabel di luar rumah saya, dan menyampaikan hal berikut:

Terdapat kabel KabelVision besar (yg untuk antar TAP/booster, bukan yang untuk ke dalam rumah) antara TAP ke rumah saya, tapi tidak disambung (tidak disambung ke TAP maupun ke rumah saya).

peta

Teknisi menyarankan agar dipasang TAP di depan rumah saya supaya koneksi jernih. Saat teknisi masih di rumah saya, saya sambungkan telp ke CS KabelVision kepada Teknisi supaya proses penambahan TAP ditulis di log, supaya permintaan penambahan TAP di-”dengar” oleh yang bersangkutan & berkepentingan. Teknisi juga berjanji untuk melaporkan sendiri kepada atasannya supaya pemasangan TAP segera dilakukan. Saat itu, teknisi tidak melakukan apapun karena sudah jelas yang harus dilakukan adalah memasang TAP dan untuk itu harus ada approval dari atasan teknisi. Teknisi juga menyampaikan, kalau tidak ada action dari KabelVision dalam seminggu, mendingan beralih ISP saja. Saya sudah memikirkan itu, tapi saya tidak puas dengan KabelVision, koq malah saya memutuskan langganan dengan CBN.

Akhir bulan Juli saya ditelpon kembali oleh pihak billing KabelVision. Saya lupa tanya nama, tapi saya jelaskan dengan sabar keadaannya, dan saya minta untuk dipasangkan TAP tersebut lebih dahulu, sebelum saya lunasi iuran bulanan. Saya ingin make sure mereka mengerti apa yang saya maksud. Ternyata beberapa hari kemudian internet saya mati. Ketika saya tanyakan ke CBN, mereka bilang bahwa saya belum bayar iuran KabelVision, maka internet diputus dari KabelVision.

Detik itu juga saya marah besar. Saya hubungi Judith MS (JMS) yang kenal dengan petinggi ISP dll, dan beliau mengenalkan saya kepada Bpk Johan dari CBN. Bapak Johan mendengar masalah yang sudah berpanjang-panjang ini. Beberapa hari kemudian internet saya disambung kembali. Beberapa hari kemudian juga Bapak Johan mengabarkan saya bahwa proses pemasangan TAP sudah dikabulkan, hanya saja menunggu jadwal teknisi datang. Baiklah saya tunggu.

7 Agustus 2007 (beberapa hari yang lalu) saya dihubungi oleh pihak billing KabelVision ketika saya sedang menyetir. Suara perempuan tsb meminta saya membayar iuran. Saya menjawab, “apakah mbak sudah tau track record saya ketika menelpon saya?”. Dia membaca dengan cepat, dan menjawab dengan cepat juga: “oh mbak itu masalah internet silahkan laporkan saja ke CBN, bukan ke KabelVision”. Emosi saya meledak bersamaan dengan saya kurang konsen mengemudi, saya bilang: “saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi mengapa saya tidak mau membayar. Saya menunggu … “, saat itu mbak mbak ini langsung nyerocos membantah omongan saya sambil mengancam internet saya akan diputus dan omongan dia sangat kurang ajar. Saya akhirnya membentak: “saya tidak mau bayar dan saya tidak mau internet saya diputus” lalu saya tutup telpon saya. Saya menghindari kecelakaan ketika saya sedang menyetir.

Sebentar kemudian saya menelpon kembali ke KabelVision bagian CS. Kecurigaan saya benar adanya. CS membacakan log yang ditulis oleh mbak-mbak billing tadi seperti berikut: CUSTOMER TIDAK MAU MEMBAYAR. CUSTOMER MEMINTA INTERNET DIPUTUS. Kurang ajar sekali. Berhubung CS ini baik dalam hal menjawab keluhan saya, akhirnya saya jelaskan kembali, BAHWA SAYA AKAN MEMBAYAR SESUDAH TEKNISI MELAKUKAN TUGASNYA YAITU MEMASANG TAP DI DEPAN RUMAH SAYA. DAN SAYA MENOLAK INTERNET DIPUTUS. CS menuliskan kembali ke dalam log, dan berjanji akan memberi kabar selanjutnya langsung pada hp saya.

—————————————————————

Saya sebagai pelanggan KabelVision sangat kecewa atas lamanya penanganan dari KabelVision. Saya merasa tidak dianggap, tidak didengarkan. KabelVision tidak treat customer dengan baik, padahal di kantor dan rumah atasan saya juga terpasang KabelVision dan CBN atas saran saya. Saya sangat menyesal bila dikemudian hari terdapat masalah yang berlarut-larut terjadi pada kantor dan rumah atasan saya, saya malu mengenalkan KabelVision pada mereka.

Note: Nama pelanggan KabelVision untuk rumah saya adalah nama ibu saya. Sekarang hanya saya yang tinggal di rumah tersebut. Nama pelanggan CBN sudah atas nama saya. Saya sudah meninggalkan nomer hp kepada KabelVision bila ingin menghubungi saya kapan saja, khususnya saya menunggu kepala CS untuk menjelaskan semua ini.

—————————————————————

10 Agustus 2007 saya di e-mail kembali oleh petinggi KabelVision sbb:

Dear Golda,

Apakah account tersebut atas nama Ibu XXX? Kalau benar, saya sudah melihat eskalasi untuk kelengkapan justifikasi untuk segera bisa di implementasikan.
Saya akan informasikan jadwal pemasangan TAP baru.

Kemudian jam 3 kurang saya dihubungi oleh Bapak Andi dari bagian CS. Bapak Andi dengan sopan memberitahukan hal yang sama seperti di atas, bahwa akan diinformasikan jadwal pemasangan TAP dan meminta saya untuk bersabar karena harus melewati beberapa proses. Oke, saya terima itu. Tapi kemudian Pak Andi meminta saya melunasi pembayaran yang sudah mencapai 3 bulan. Kembali saya tekankan bahwa saya tetap pada pendirian saya: SAYA TIDAK AKAN MEMBAYAR SEBELUM SEMUA MASALAH BERES (TERMASUK PEMASANGAN TAP). Bapak Andi berkata bahwa pembayaran dibutuhkan juga untuk pengadaan TAB (Bapak Andi sempat berkata “penggantian TAP” tapi saya koreksi, bukan “penggantian” melainkan “penambahan”. Rupanya Bapak Andi kurang teliti dalam membaca persoalan pada e-mail saya). Saya katakan lagi bahwa saya sudah rugi 4 juta-an, jadi saya tidak peduli bagaimana caranya KabelVision menyediakan TAB bukanlah tanggung jawab saya. Saya tidak bisa pegang janji KabelVision dalam menentukan kapan penjadwalan pemasangan TAB, jadi saya tangguhkan pembayaran dengan sengaja. Saya tekankan lagi bahwa saya tidak mau dihubungi oleh pihak billing. Saya juga tekankan bahwa setelah pemasangan TAP, bagi saya hal mudah untuk hanya pergi ke ATM untuk membayar billing saya.

Aug
06

Petikan Gitarmu, Uhh..

Posted @ 11:53 pm - View Comments (4) -

Doel Sumbang – Pulisi Noban (5:27)

Thanks to Dailyflashid

poe kemis keur maraban hayam pelung
kuring nampa beja
nini kuring gering parna
di rajapolah

kkuring indit maksud rek ngalongok
indit teh isuk-isuk ti bandung

ti rajapolah balik teh rada peuting
bari panon geus rada cepel

nepi ka bandung geus liewat tengah peuting
kota oge geus rada jempling

samemeh ka imah nyimpang heula ka tegallega
ngan nu dagang geus areuweuh
nu aya teh tinggal tenda-tenda gongli
di tengah lapang tegallega
nu poek kawas di guha

nya ahirna kuring balik
padahal panon geus teu kuat
buncelik
jalan ampir teu katenjo
nenjo beca siga bemo

bakat ku tu tunduh
teu sadar kkuring ngalenyap
gas katincak satakerna
mobil ngoloyong ka kenca
ampir naek kana trotoar
kacida kuring reuwasna
rem ditincak satarikna
nepi ngajerit sorana
ngajerit maratan langit
kawas abege katincak buta

eta reuwas ge can beak
di jero teh
ujug-ujug torojol mobil kijang
nya eusina eta aya pulisi tilu
nu dua turun

biasa nanya sim jeung stnk
bari peupeuleukeuk nyarita
nyupiran teh tong bari mabok atuh euy
bisi nabrak jelema atuh euy

ku kuring geus dijelaskeun
kuring tunduh kacida
ngalenyap henteu karasa
tapi angger teu daek percaya
ngadon ngomong-ngomong menta dua puluh rebu
bari euweuh kaera

pasea oge henteu guna
da pasti nu meunang manehna
bari jeung teu rido hate
nya kapaksa kuring mere

silahkan donlot dr sini

Jul
28

Diet Lagi Deh..

Posted @ 8:00 pm - View Comments (74) -

Hehehe.. malu juga ngeblog tentang berat badan.. tapi gpp lah. Namanya juga diari ku.

Pertama kali mbuat blog ini, berat badanku mendingan.. 59-60 kg. Fyi, tinggiku 164cm. Karena putus cinta, beratku sempet turun drastis menjadi 52kg (the lowest). Fotonya ada di salah satu blogspot temenku, tapi aku belum nemu urlnya sampai sekarang. Nah, waktu itu tuh pas lagi magang di RSPI ngerjain skripsi, jadi pas lagi stress dan hectic. Pas kurus itu juga dapet pacar. Karena keenakan punya pacar, jadinya makan sini situ.. nambah berat badan dan balik lagi ke 60kg.

Kata mamaku, setiap orang punya default berat badan. Jadi kalo aku kurus krn dipaksa/disengaja, pasti akan balik lagi ke default berat, dan mamaku tak henti-hentinya bilang bahwa 60kg itu masih ukuran body mass yg normal. Hanya saja, karena kita hidup di asia yg rata-rata kurus, jadinya bentuk tubuhku berasa besar (gemukan).

Awal 2006 habis itu ganti pacar juga makin makan sana sini.. malah sekarang jadi 64-66kg dan ngga turun-turun sampai sekarang. Yah, karena hectic punya bos baru, jadinya urusan badan masih dikesampingkan. Beberapa kali ketemu temen lama, semua orang bilang “koq gemukan ya?” dan aku hanya bisa jawab “iyah hehe, lagi seneng menikmati hidup”.

Bukan berati aku ngga mencoba kurus, tapi ya ngga gampang secara aku bukan orang yang disiplin. Ririn saja sejak SMP mencoba menurunkan bobot badannya juga belum berhasil. Target dia sih pas resepsi pernikahannya nanti pengen sudah terlihat kurus, tapi progressnya pun belum mulai. Kita berdua sudah coba dari pil pelangsing yg dibintangi Venna Melinda, yeah.. boker-boker tiap pagi (pas lg meeting) dengan perut melilit benar-benar menyakitkan. Trus coba Herbalife, bayar mahal tapi kurang disiplin dari aku dan penjualnya. Beli WRP pun cuman diminum begitu saja, again.. kurang disiplin, atau lebih tepatnya tidak disiplin. Terakhir, Rini mengenalkan aku tentang Teh Kombucha. It was 2 months ago, dan sampai sekarang aku masih belum berhasil harvesting jamur kombucha. Sementara ini aku masih rajin minum teh hijau hampir setiap hari dan setiap saat.

Dibilang tidak ada usaha, tidak juga, tapi juga kurang kuat. Aku tidak berolahraga, itu saja sudah salah. Tapi kapan waktu yg pas? Pulang kerja, sudah capek, pengen rebahan saja di rumah. Pagi-pagi masih ngantuk, apalagi jam tidurku cukup lama.. normalnya 10 jam lah. Mikir-mikir mau pindah ke apt supaya bisa olahraga (dan pulang olahraga tinggal mandi & tidur.. tanpa harus nyetir pulang) tapi masih angan-angan. Malah jadinya nyari rumah mungil yg idaman (alias mengeluarkan kreativitasku akan mendesain denah rumah & interior).

Sudah lama sebenernya aku sempet beli jus mega diet di GNC, harganya cukup mahal. Gampang saja, 1 botol jus ini dicampur air 1:1 lalu diminum selama 2 hari tanpa makan apapun, hanya minum air, dijamin turun 5kg. Sebenernya aku sudah lupa ttg jus ini, karena aku harus mencari wiken sabtu dan minggu unt dihabiskan di rumah saja tanpa pergi-pergi, hanya tidur & nonton tv. Baru kesampean hari ini.

Problemku tentang berat badan & makanan sebenernya terletak di nafsu makanku yang selalu craving in every 2 hours. Mulutku gatel pengen ngunyah & menelan. Waktu berat badan ku turun yang aku ceritakan di paragraf pertama, itu disebabkan oleh turunnya emosiku yg membuat aku malas melakukan apapun, jadinya males makan. Aku bahkan sudah melewati perih lambung pertama (asam HCL menusuk-nusuk dinding lambung, mengakibatkan rasa kenyang padahal kosong) setiap hari. Hari-hari dilanjutkan malas makan sampai akhirnya lambung terbiasa dengan asupan porsi makan yang sedikit.

Nah, itu yang aku kejar, mengurangi nafsu makan alias asupan porsi makan. Untuk mendapatkan itu, apa aku harus melewati yang namanya putus cinta? Jangan lupa, membangun cinta itu menggunakan hasrat, angan-angan, kebersamaan, komunikasi, dan makan sana sini. Itu juga tidak gampang. Cara lain mungkin, menyibukkan diri dengan hal yang sangat menyenangkan bagiku, belajar AutoCad, nonton serial kontinyu, etc.. tapi itu semua tidak tahan lama, tidak selama putus cinta, gagal lagi.

Aku pikir, apa ada gak sih pil yang membuat kita lupa sama makan? I think I need that. Bukan berati aku tidak ada olahraga lho. Di kantor masih bisa angkat-angkat barang, jalan ke pertokoan untuk makan siang, apapun untuk berolahraga kecil-kecilan. Memang, kunci menurunkan berat badan cuman 1: mengurangi asupan makan.

Dengan meminum jus dr GNC hari ini dan besok, aku harap aku ada pengurangan berat. Puasa makan ini cukup susah, apalagi pas menyibukkan dengan milis eh malah melihat foto-foto makanan dari Jepang, hehehe.. Mulut sudah gatel pengen mengunyah & menelan, walopun jus sudah membuat lambungku ngga laper. Intinya, harus ada distraction dari craving food. Mudah2an.. berhasil.

Jul
23

Omen

Posted @ 5:12 pm - View Comments (9) -

Omen.. bener-bener omen.

Kejadian ini dimulai ketika sebulan ini aku habiskan waktu di Jakarta dan belum kembali ke Bali untuk tugas. Rencana awal bahwa tempat kerja di bali akan dibuka 23 Juni sudah diundur-undur menjadi Juli, dan kabar terakhir bahkan menjadi 5 Agustus. Pas hari itu dikabarkan ke semua bos, hari itu juga bali yang sedang diguyur hujan nonstop selama 2 hari telah membuat ambruk jembatan utama untuk masuk ke lokasi. Jembatannya bukannya tidak kuat, tapi perhitungan kuatnya arus yang lewat telah menyeret dan mengikis fondasi jembatan, akibatnya jembatan merosot. Tidak hanya itu, air masuk ke lantai dasar Front Office, banyak tanaman diselamatkan daripada diseret air. Dua buah dinamo ikut terseret cukup jauh. Yang paling mengenaskan, ada sebidang tanah di depan lokasi yang bermaksud dibeli, sekarang lokasi tsb sudah berkurang luasnya karena habis dikikis laut.

Kejadian di atas membuat pembukaan diundur mejadi 1 Oktober. Pertimbangannya, mau buka pas Lebaran. Akunya yang repot, rencana liburan ke Yugo sama adikku bakal tabrakan somehow, karena liburnya dia di bulan September. Oke, untuk sementara kerjaanku bisa agak santai.

In the mean time, rumah Bu Est sudah mau jadi setelah setahun direnovasi. Deadline rumah ini harus bisa dihuni sejak hari ini karena sodara iparnya bakalan dateng hari ini dari Amrik. Rumah ini harus siap menyambut mereka & menampung mereka. Semingguan kemarin setiap harinya aku dan teman-teman kantor bekerja fisik membantu pindahan. Basically sih mengisi semua perabotan dengan barang-barang Bu Est yg masih di kardus. Sebelum menaruhnya, ya dicuci dulu. Setiap hari capek, pulang tuh jam 8 sudah ngantuk teler, bangunnya jam 6 / 7 pagi. Gila deh.

Beberapa bulan yang lalu Bu Est dapat free ticket ke Aussie (Sydney) dari Garuda dan dia berencana bertiga dengan suami dan anak untuk pergi minggu kemarin. Namanya gratis, sayang kalo tidak dipakai. Nah, problem dimulai lagi saat Bu Est menerima paspor dari Aussie Embassy, tiba-tiba tuh paspor hilang, padahal sudah dibawa ke rumah. Apa memang ketlisut hilang, hanya Tuhan yang tau. Kebetulan masa aktifnya memasuki tinggal 6 bukan. Yasud sekalian bikin baru dan apply visa lagi. Pas mau brangkat minggu lalu, malemnya mau berangkat, eh paspor anaknya Bu Est hilang. Gila ngga tuh? Padahal naruhnya bareng-bareng sama paspot dia dan suaminya. Mestinya ngga mungkin banget kepisah, karena sudah ditaruh di dalam tas di paling bawah. Gak, tas nya gak bolong, gak mungkin ada yang obrak abrik. Aneh bin ajaib. Mau gak mau, mereka membatalkan kepergian ini.

Beberapa hari yang lalu, Bu Est sms aku.. masa paspor anaknya ketemu. Trus ketemunya di atas rak sepatu depan kamarnya. Begitu saja. Kan aneh banget??? Which is sehari-hari mereka lewat sana tapi ngga ada paspor di atasnya. Entahlah.. semua pembantu sudah ditanyai, ngga ada yang bisa jawab. Hanya Tuhan yang tau, memang.

Hari ini.. pagi ini aku masih sms-an sama Bu Est untuk menanyakan, apa hari ini kita mau bantu-bantu lagi. Dia bilang sih ngga. Ok, seharian aku di kantor tenang-tenang.. sambil heran koq tumben Bu Est ngga sms ngga telp.

Tau gak, ternyata hp Bu Est hilang, pagi tadi. Pastinya setelah aku sms-an. Hhhhhh!!!!!

Seharian dicari dan di telp gak bisa. Curiganya ya tukang yang lagi ngerjain rumahnya ngambil. Secara seharian dari pagi dia di sana. Aneh banget. Anehhh banget. Kirain udah aman, udah banyak orang & keluarga Bu Est, tapi masih ada aja kesempatan itu. Oke, sayang aja hp communicator kan mahal. Yang lebih disayangkan itu sms-sms penting yang bisa dijadikan bukti-bukti untuk kerjaannya itu yang ikut hilang. Dan tentu saja phone booknya, mudah-mudahan sih sudah di back up.

Jun
25

Sela.. Eh..

Posted @ 12:08 am - View Comments (38) -

.. ngga lucu dong kalo nyelametin diri sendiri.

Mikir-mikir udah umur 26 gini mau ngapain ya? Minta kado? Mikir-mikir.. lagi butuh apa ya? Gadget terbaru kyknya belum ada yang seru, buku.. lagi ngga ada yang dicari (minjem sih ada), mikir-mikir.. koq kyknya makin tua makin terbatas kebutuhannya.

Mikir-mikir..

Ada siy yang diinginkan.. menikah, apartemen, Canon EOS 400D. Tapi kyknya berat, mesti nguras kocek sendiri. Hihihi. *kabur*

Jun
16

Photo Box Ria

Posted @ 7:32 pm - View Comments (14) -

Photo Box mulai masuk di mol di Jakarta tepatnya ketika aku masih kelas 3 SMP. Di kelas 3 SMP itu kita ada ekskul berenang di Waterpark Pondok Indah pas sebelahan dengan Pondok Indah Mol (PIM). Setiap selesai ekskul berenang, kita-kita suka nyambi jalan-jalan ke PIM. Rasanya 1 mol yang jelas-jelas bukan wiken itu bisa penuh dengan teman sekelas, err.. seangkatan deng. Seru banget! dan salah satu yang kita suka lakukan adalah mengantri untuk photobox di counter Fuji.

Saat itu, kualitas hasil photobox tidak bisa dikatakan bagus sekali, but we like it so much. Hasil print tidak selalu sama, anehnya. Kualitas kertas photo asli fuji (sepertinya mesin mencetaknya bukan yang seperti printer kertas photo sekarang, tetapi mesin cetak foto fuji *halah, gmana sih ngomongnya? pokoknya gitu deh). Kita paling suka warna sephia yg agak muda, biasanya exposure brightnya tinggi, jadinya soft tone gitu. Manis deh jadinya. Sekali foto max aku pernah 9 orang bareng-bareng. Yang penting semua wajah terlihat, walopun cuman mata atau dagunya saja. Hihihi. Jangan ditanya bagaimana duduknya, padahal hanya disediakan 1 tempat duduk bulat di tengah-tengah.

Cukup lama photobox ini belum punya pesaing. Tiap main ke rumah temen pasti punya kumpulan photobox yang disusun seperti scrap-book dengan detail-detail. Dari warna sephia, warna black n white sampai warna asli. Pokoknya favorite banget. Kekurangan dari photobox ini hanya satu, ngga bisa dibuat pas foto formal.

Kemudian muncul photobox berstiker. Di counter Fuji ada, di Matahari Timezone juga ada, bahkan di arena game di dalam 21 juga suka ada. Foto stiker ini 1 lembar isi 16 foto kecil-kecil. Bisa ada frame, bisa juga tidak. Kalau tidak pakai frame, terlalu plain dan kurang tajam gambarnya. Kalau pakai frame malah terlalu rame. Apalagi kalau berfoto rame (6 orang misalnya) harus dempet-dempetan mejeng kepala masing-masing. Sempat beberapa kali, tapi tidak terlalu exciting. Ngga berapa lama stiker ini mulai ada di jual di pasaran beserta software untuk mengatur letak posisi foto supaya pas dengan lembaran foto berstiker. Kurasa kurang laku juga.

Sekali waktu, sekitar awal kuliah mungkin, Fuji menarik photobox model pertama dan digantikan dengan photobox model baru yang sucks banget. Kualitas kertas tidak sebagus yang dulu. Kertasnya ya seperti kertas photo biasa yang bisa digunakan untuk mengeprint di rumah. Permukaan licin, anti air, lembaran lebih tipis, kualitas warna biasa saja, tidak over exposure dan bright seperti dulu. Pernah suatu kali aku foto, hasilnya jelek sekali sampai akhirnya harus kubuang. Bukan hasil printnya yang rusak, tapi ya hasil print warnanya tidak bagus seperti kertas foto asli. Kecewa, sungguh.

Sejak itu aku malas sekali berphotobox. Beberapa temanku juga mengatakan hal yang sama, hasil foto mereka dengan mesin photobox yang baru ini kurang diminati.

Vakum photobox.

Suatu kali aku jalan-jalan di Bintaro Plaza, ada yang menawarkan jasa photobox yang lokasinya tepat di lantai atas dari pintu masuk 21 (waktu itu). Namanya photobox Swadaya. Tau gak, uniknya apa? Oke, aku ceritakan. Masuk ke dalam kotak photobox yang besarnya sekitar 1.5 meter kali 1.5 meter. Cukup luas memang. Background macam-macam warna persis seperti foto studio. Kursi seadanya, dengan menghadap ke cermin besar. Tidak ada komputer, hanya ada lubang kecil di tengah-tengah cermin, dan tempat pijakan kaki untuk shutter di dekat kursi. Unik? Ok, selesai berfoto (hanya boleh 2 kali, dan tidak bisa mengulang) kita bayar dan diberi nota. Foto bisa diambil 3 hari kemudian, beserta film negatifnya. Nah, itu baru namanya swadaya. Hahahaha.

Belakangan ini macam-macam photobox sudah banyak. Bahkan M Studio membuat photo studio dengan fotografer sungguhan (bukan mesin) dan dibandrol dengan harga dibawah 100.000. Jangan ditanya bagaimana ramenya. Ketika foto studio yang lain memasang harga 300.000 hingga jutaan, photo studio ini benar-benar menjangkau dompet. Apalagi ketika hampir semua handphone sudah dilengkapi kamera, makin banyak abegeh berfoto ria dimanapun mereka inginkan (tidak perlu lagi di mol atau studio seperti beberapa tahun yang lalu) dan tinggal datang ke Fuji untuk langsung mencetaknya. Ukuran favorite adalah ukuran wallet size. Sudah persis seperti photobox, karena hasil cetakan menggunakan kertas foto asli (yang kalau kena air jadi rusak).

Namanya juga cewek, as I say, tidak bisa lepas dari bernarsis ria foto diri dengan hp maupun photobox. Seperti kata Tub, sudah punya hp berkamera, koq masih ke photobox.

Tulisan ini mengenang momen berfoto ria-setengah-terpaksa berempat.

Jun
08

Sambel Cabe Bikin Ngiler

Posted @ 4:40 pm - View Comments (15) -

Kemarin si Rini cerita kalo pas SMP pernah di operasi usus buntu. Usus buntunya yang dipotong ternyata sepanjang hampir 10cm! Isinya, jangan ditanya, biji cabe semua. Kata si dokter, kalo keburu meletus di dalam perut harus cuci darah melulu.

Ngemeng-ngemeng makan cabe, aku itu penggemar cabe maniak banget-banget. Dulu pas SMA sih ngga sampe segitunya, tapi sejak kuliah entah kenapa mulai cabe melulu. Kyknya dimulai pas kesengsem sama yang namanya Pecel Ayam di warung sebelah Pangudi Luhur. Aduh itu bumbunya yang terdiri dari sambel dan kacang enak sekali. Pedasnya ngga nyelekit, tapi tiba-tiba tidak terasa meler di hidung dan keringat bermunculan. Mantebh!

Pas pulang kampung ke rumah Papah, sudah menjadi tradisi kalo aku pulang kita rame-rame makan di Warung Bethany di Batu dengan menu Gurame Goreng-nya. Agak beda dari rasa sunda, tapi warung ini yang mengenalkan aku pertama kali dengan Gurame Goreng. Nah di warung ini sambelnya merah menantang.. pedesnya pas dan menggugah selera *ais..*

Di rumah Papah pula, menu paling ditunggu-tunggu adalah sop buntut presto. Empuk banget. Rasanya meresap. Bahkan sekali masak pakai daging buntut 1 kilo! Sambelnya itu lho, merah oranye dan asin.. *sumpah ini nulis sambil ngeces*. Sambelnya kyk sambel soto yang direbus lalu diuleg. Harus sedia tissue disebelah piring.

Kalau sehari-hari di rumah Papah, suka disediakan tempe goreng plus sambel uleg diatas uleg-an *haiyah*. Sambelnya selalu habis duluan ketimbang tempenya. Tempe khas pasar malang paling gurih sampai tiap aku pulang ke Jkt, my mom suka minta dibawain oleh-oleh tempe malang. Kadang-kadang kalo pas lagi dikirim ke Prigen aku ngga sempet sarapan, aku minta dibelakin beberapa tempe dan sambelnya di tempat plastik untuk dibawa ke tempat kerja.

Mulai 2002 dikenalkan dengan resto Dapsun di Bale Aer. Ikan guramenya enak, sambelnya ijo, ternyata enakkk banget. Pedesnya bukan maen. Jadi ngga bisa dicolek banyak-banyak, harus di cocol saja. Tapi makin lama makin keseringan ke Dapsun deket rumah (Cipete), jadi kadar cocolan berubah menjadi colekan juga. Makin sedap makin mantab.

Tahun 2005 dikenalkan oleh warung Pak Dhe Kirno di deket UBL. Mainly sih jual Pecel Ayam, tapi secara ngga sengaja aku menemukan bahwa disana juga dijual ikan gurame. Dilihat dari seringnya aku mampir dan melihat pesanan orang lain, sepertinya sangat jarang sekali menu gurame goreng dipesan. Sambelnya itu lho, sesuai dengan pesananku. Mas-mas yang berkacama suka membuatkan ku sambel ijo dengan sedikit tomat dan garam. Beberapa kali mampir sana selalu nambah sambelnya sampai 2 kali porsi, akhirnya mas-mas kacamataan itu membuatkan porsi banyak. Tau gak berapa cabenya? Sekitar 15 biji! OMG..

Setelah trayek pulang pergi dari kantor berubah melewati Cipete, tidak lama mulai dibangun resto baru Ikan Bakar Cianjur di jalan yang sama dengan Dapsun. Setelah hampir setahun berdiri, baru aku mulai iseng mencobanya. Kebetulan disana disediakan tidak hanya gurame, tapi juga ikan nila. Dulu aku pernah jalan-jalan ke Johor Baru, di JB ada mal yang sedia resto indonesia salah satunya menu Ikan Nila. Aduh empuknya. Nah, ketika kucoba ikan nila di resto ini, aduh enaknya.. empuk, manis, putih.. Sambelnya pun lumayan enak. Beberapa kali aku minta mereka membuatkan sambal ijo seperti di Dapsun, kurang berhasil, tapi sambel merah yang mereka punya juga not bad.

Tahun lalu ketika sering mampir bali, aku dikenalkan dengan yang namanya sambal goreng bali. Itu yah, namanya sambel enakkk banget. Cabe rawit merah dan irisan bawang merah digoreng lalu ditaruh diatas garam. Ketika menyolek, garamnya ikutan. Dimakan pakai nasi babi guling atau ayam goreng bikinan Rumah Renon paling cihuy, paha ayamnya gede-gede.

Terakhir.. nah ini yang paling seruw.

Mbak ku di rumah ternyata diem-diem (walopun katanya ngga suka memasak) membuat sambal ijo yang anjrit.. enaknya masih kerasa sampe sekarang. Gara-garanya tahun lalu ada makan-makan di rumahku karena Tangteh JMS datang bawa sop buntut bikinannya. Tangteh menyuruh mbak bikin sambel ijo pakai garam saja. Cabe rawit ijo nya buanyak gitu deh. Waktu itu yang dateng semua terkesima dengan gurihnya sop buntut JMS dan sambel mantepnya mbakku. Entah ya, dari komposisi, model uleg-an, gaya nguleg-nya, tapi yang namanya sambel bikinan mbakku, dari sambel mentah, mateng, sambel rawon maupun soto, sambel pecel ayam, semuanya enak. Hihihi.

Jadi, jangan heran kalo aku makan sambel dah kyk makan lauk. Dan kalo suatu saat aku terkena usus buntu, jangan lupa aku pesankan ke dokter.. ketika aku masih pingsan dibius, tolong tindikkan kedua telingaku 3 di bawah kiri, dan 3 dibawah kanan. Di telinga kiri atas tolong tambahkan 1 lagi.

Dan kalau aku meninggal, jangan lupa tolong donorkan semua organ apapun yang bisa didonorkan. Aku ingin beberapa bagian tubuhku masih berguna untuk orang lain yang membutuhkan *peace*!

Jun
01

Sudah Saatnya

Posted @ 12:09 pm - View Comments (8) -

Aku ingat, jaman aku masih SMP my Mom sering sibuk dengan kerjaannya di daerah Melawai (dekat gereja Blok B). Berangkat jam 10 pagi untuk menghindari macet dan pulang jam 9 malam. Jelas aku jarang bertemu dengan my Mom kecuali weekend. Teman-temanku kadang heran koq begitu sibuknya my Mom. She used to say, “I’m workaholic”.

Sekarang ini tempat kerjaku akan dibuka di Gianyar Bali, dan aku ditugaskan disini dengan status project based. Biasanya aku brangkat ke Bali bareng dengan Bu Est, dan pulangnya dengan dia juga. Otomatis aku selalu bersama dia. Cuman sekali saja aku tidak bersama Bu Est, yaitu ketika aku nonton Nidji di Hard Rock Bali. But I didn’t really enjoy it somehow. It was kind of bad luck, I think.

Biasanya, seminggu lebih di Bali, pulang ke Jakarta hanya untuk beberapa hari. Sukur-sukur dapet weekend di Jakarta, sekalian menjadi hari liburku. Just to know, kerja di proyek itu tidak ada libur. Mau weekend maupun hari libur pun ngga ada bedanya. Vendor pun tetap berdatangan, suasana kantor juga masih rame. Ya namanya juga kerja di proyek.

Jadi hiburanku apa?

Macam-macam. Being with Bu Est family sudah terhibur. Tiap malam kita keluar makan. Program diet harus ditunda dulu karena makan malem ini ngga mungkin ditolak, bisa-bisa seumur-umur disindir oleh Pak Dav.. adik Bu Est yg paling suka nyamber ledekan. Aduh, yang namanya bersama Pak Dav, ngga bakal bisa berhenti ketawa deh. Nyamber melulu, jadi bulan-bulanan. Beberapa ledekannya sudah bisa aku tampik, walopun begitu sebentar sudah dibalas lagi. Hihihi..

Seperti kemarin, kita mampir ke House of David, Salon dan Spa. Creambath, massage pundak, tangan dan kaki selama satu setengah jam. Uhh.. enakkk banget. Sesudahnya kita makan di warteg solo pinggir jalan. Pulangnya sudah ngga sadar, karena nyaman dan ngantuk. Begitu sampai kamar, langsung ke kasur dan pulas.

Hari ini, walopun hari libur, kita masih harus kerja untuk memenuhi barang-barang di dalam area kerjaku. Seperti mendetail keperluan 1 pintu itu membutuhkan: handle, lock case, cylinder, engsel, peek hole, grendel, dll. Itu hanya 1 pintu, dan aku harus memikirkan 50 bungalow dengan beberapa pintu di dalamnya. Bagi yang kurang jeli untuk memikirkan hal ini, pasti ngga bakal bisa sabar untuk duduk dan menimbang-nimbang keperluan.

Itu hanya salah satu contoh kerja. Bagian pembelian itu paling asik sebenernya. Apalagi buat cewek. Belanja-belanji, nawar harga, cek harga ini itu, dll. Banyak sekali ilmu yang didapat karena yang dibeli tidak hanya barang biasa, tapi seperti membuat rumah, harus mengerti kayu apa saja, kegunaan, perbedaan, kekuatan, kualitas 1-10, dll. Hihihi.

Ngga heran aku betah disini. Beberapa teman komplain kenapa aku begitu kerja minded. But hey, that’s what I love. To Be Workoholic.

May
27

Ketakutan Sekejab

Posted @ 4:18 am - View Comments (8) -

Horrible! Just horrible!

Jumat kemarin aku sengaja mampir ke galeri indosat. Rencananya pengen aktivasi m-banking, mau pindah ke matrix strong, mau cek settingan 3g (yang ternyata sama dengan settingan gprs), malah ditawarin setting hp ku untuk menjadi modem bagi notbuk ku oleh seorang CS-nya Indosat M2.

Gebleknya, Sony Ericsson PC Suite hanya bisa diinstall di XP SP2, dan saking terbiasa dengan XP bajakan, jadi microsoft update-nya dimatikan sejak awal. Oke, mumpung si CS ini sambil promosi modem 3g Huwaei yg jelas lebih cepat koneksi internetnya ketimbang cable di rumahaku. Per bulan dengan max pemakaian 1GB hanya dibandrol 350rb, sedangkan cable bisa 600rb. *another ngiler*

Nah, aku putuskan untuk mengupdate, afterall, XP ku kan aseli gituloh. To skip the time, let just say, updatenyannya molor jadi 3 jam lebih karena sejak awal belum update sama sekali. Hmm.. sudah jam 3 siang, belum ke kantor, masih mau nunggu? Err.. kynya gak bisa lagi deh aku toleransi, akhirnya windows yang sedang updating (sudah download, tinggal install update-nya) terpaksa aku shutdown.

Sabtu rencananya mau lanjutkan updatenya… ehh… MALAH ERROR!

Generic Host Process

Habis itu mau nerusin update dari IE, IE-nya malah ikutan juga.

IE error

Ampun deh.

Cari-cari cd format XP khusus Vaio, koq ngga ktemu ya? Pasti gara-gara beres-beres kamar beberapa bulan yang lalu. Aku ingat terakhir naruh, tapi koq ngga ada? Cari-cari daerah PC-ku di kamar, ngga ada juga. Cari di gudang, ngga ada, tapi masih banyak kardus belum terbuka walaupun ngga yakin ada disana. Cari di lemari buku juga ngga ada, walaupun ngga mungkin disana. Duh.. pusing nyari-nyari. Badan capek, kringetan, kotor karena di gudang cukup berdebu. Uhh..

Apa Sony Support di Mangga Dua kira-kira punya ya? Tapi waktu ku mepet karena senin sudah harus dipakai. Gimana dong? *panik*.. Dicoba restart, gak ngefek. Nyari di internet, dapet hotfix-nya, tapi error masih ada. IE baru sudah didownload dan diinstall, tetap ada errornya. *sigh*..

Kepalaku mulai sakit, pusing, capek. Tiba-tiba jadi mual mau muntah. Kyknya bener-bener stress.

Tiba-tiba..

Kalo ngga salah ada Windows Restrore, bukan?

*praying*.. Mudah-mudahan ketika aku buka aplikasinya, errornya ngga muncul dan mengganggu. Uhh..

Oke, set tanggal sebelum aku update, restarting, menunggu bar penuh, akhirnya..

YAY! Berhasil kembali seperti semula. *pfiuhhh*

Gila yah.. panik, pusing, mual langsung hilang, digantikan dengan big smile and grin :D

May
18

Ngiler!

Posted @ 3:37 am - View Comments (19) -

Gara-gara heavy load arus sms dan billing, hampir setiap 2 hari aku harus menghapus inbox dan sent item dalam hp SE W800-ku. Sirik pas ngeliat bos tiap ngirip sms bisa panjang lebar dan jelas. Rasanya kalo ngomel2 sama Vendor pasti seru banget dengan kata2 panjang. Kalo nulis pakai tuts 123 rasanya mau ngomel jadi terhambat dengan layar yang terbatas dan huruf singkat. Kalo pake tuts qwerty kan bisa ngetik panjang lebar. Kyk itu tuh, pas lagi sering pake sopwer FMA, tiap bos sms, aku jwb dgn cepat sambil ngetik panjang lebar, karena ngetiknya di kibor komputer.

Nokia 9300 bagiku terlalu WAH. Harganya juga WAH. Rasanya bos bos oldies yang agak gaptek biasanya memilih tipe communicator. Makanya aku ngga tertarik Nokia Communicator.

Sony Ericsson M600i

Kemarin sudah fed up dengan sms bejibun dan selalu kepenuhan, akhirnya memutuskan unt mau beli SE M600. Hp ini sebenernya masih kurang memenuhi kebutuhan sih secara ngga ada kamera, tapi so far mencukupi keadaan. Ngga, aku ngga tertarik unt beli baru, cukup dengan beli yang second tapi masih mulus dan garansi pun sudah ok. Tuts qwerty nya sih memang harus dipelajari. Beberapa kali mencoba mengetik sms di Hp bos ku yang 9300, makin lama makin suka dan lancar, jadinya kepengen deh.

Eh ternyata, ada Hp baru dari SE namanya P1.. dan melengkapi semua kebutuhanku! Aw…
Release quarter ketiga, tapi pasti mehel bow. Jadi gw beli dulu M600 buat ngelancarin tuts qwerty-nya. *Ngiler*

Sony Ericsson P1

May
08

Anti Gaptek

Posted @ 7:05 pm - View Comments (10) -

Hari ini mulai lagi bekerja di Bali, padahal pagi tadi malesss banget bangun soalnya sudah pakai bantal guling dan selimut sendiri dibawa dari Jkt. Selimutku so soft and tender.. jadi enak banget tidurnya *bukan spam lho* sampai-sampai tadi bangun agak telat. Tp ngga papa, aku kan mandinya cepet.

Seharian lumayan sibuk, dari yang namanya meeting beberapa vendor, sakit perut, makan siang, meeting lagi, krisis di manajemen, another gossip time, dan sekarang lagi menunggu vendor melengkapi katalognya dengan price list. Anyway, I was chatting with my mom.

Mom: hi aranyoska, where are you?
Me: di bali
Mom: at the office?
Me: iyah
Me: hectic
Mom: i need to call nenek
Mom: she almost got electrocuted
Mom: big storm
Me: ya ampun
Mom: the tv dead
Mom: can’t be repaired
Me: parah
Mom: you know, she can’t live without the tv
Me: kyk di rumahku aja
Mom: yeah, scary
Me: pasti elektronik pada rusak..
Mom: she emailed me about 15 hours ago
Mom: luckily her computer is ok
Me: she has comp?????
Mom: but she can’t set up the skype
Me: sejak kapan?
Me: siapa yg install?
Me: siapa yg ngajarin?
Mom: huh, you don’t know?
Me: trus gmana internetannya???
Mom: she got cable internet
Me: CABLE??????????????????
Me: yang bener?????????????????????
Mom: suer!
Me: berati aku bisa internetan kapan pun dong disana
Mom: yes, dear….
Me: sialan
Me: dari tahun lalu knapa
Mom: i thought you knew it

Oh my God.. keluarga mamaku benar-benar TIDAK gaptek! Hahahaha… Saat ini nenek sedang mengusahakan untuk install Skype beserta peralatan untuk bisa ber-skype dengan my Mom. Kapan ya internet di rumah cepat, biar kalau skype-an ngga putus2 :D

May
04

Nidji @ University of Hard Rock Bali

Posted @ 12:29 pm - View Comments (8) -

Jadi, rabu kemarin Bu Est sudah pulang duluan dan aku sengaja extend sehari untuk nonton Nidji di Hard Rock Bali. Aku bukan penggemar Nidji banget sampe harus disebut Nidjiholic. Aku suka lagu Nidji tidak semua, tidak suka yang mellow-mellow apalagi yang mengusung kalimat “cinta tak harus memiliki”.. bullshit.

Jadi, rabu malam aku dan 3 orang yang sebenarnya bosku tapi kuanggap temanku berangkat jam 9 dari Gianyar menuju Hard Rock Bali. Aku memakai kaos hitam polos, short pants dan sepatu kets dengan rambut dikuncir ponytail. 3 orang lainnya yang sudah seperti kakak yang menjaga adik perempuannya menonton konser, memakai kaos lengkap dengan jeans gaul dan sepatu kets.

Sambil menunggu waktu berangkat, mereka sambil ngumpul di kamarku untuk latihan nyanyi lagu Nidji, biar nanti di konser ngga norak cuman bengong aja. Ya, paling ngga bisa goyang-goyang ikutin ritme lagu. Ipod ku belum diupdate, jadi hanya terdapat lagu Hapus Aku dan Disco Lazy Time. Yasudah, diulang-ulang saja. Bukan aku tidak hafal, tapi lagu Nidji lebih sering dipasang di kantorku di Jkt.

Off we go.

Sesampainya disana, kita ngantri tidak begitu panjang. Dapat 4 bungkus A Mild buat oleh-oleh teknisi di proyek. Daerah festival (tepat bawah panggung) belum padat, tapi aku yakin tidak lama pasti akan padat. Lagu pertama adalah Breaktrhough. Anjrit! Udah napsu buat joget gini. Hahaha..

Here we are try to reach the stars
We are getting higher on and on, go go go
Like a hyperdrive, we came along this far
We are getting bigger on and on, we’re untouchables

Ternyata di lokasi festival makin lama makin sesak dan panas. Tapi.. lagu kedua Disco Lazy Time! Huaa… lagu paling terfavorit menurut Nidjiholic. Langsung aku melesat maju ke depan panggung, tidak peduli apa kata orang-orang yang kuterobos, pokoknya harus maju ke depan. Kalo Dimas-nya Mamih Mira aja bisa kegandrungan lagu ini menjadi ringtonesnya, masa aku aja ngga suka? Hahaha..

This is disco lazy time (I want you and I need you)
This is disco lazy time (I want you and I need you)
Back now baby come around (I want you and I need you)
This is disco lonely time (I want you and I need you now)

Selesai lagu ini, mulai muncul lagu mellow kesukaan lenyeh lenyeh gitu.. arrgghh.. langsung balik ke belakang mencari 3 orang tsb. Rupanya mereka malas berpanas-panas didepan. Aku muncul di depan mereka dengan berpeluh keringat .. pipi merah kesenangan. Hihihi..

Sambil berkelakar, “kita pulang yuk, yang penting 1 lagu Disco Lazy Time sudah dimainin deh” Hahaha..

Jangan heran kalo liat list Lastfm ku :D

May
01

Becoming Kofiholic

Posted @ 7:24 pm - View Comments (7) -

Aduh ampun deh. Sebenernya dari kemarin sudah mau cerita macem-macem tentang suasana disini.

Aku nulis sambil jari gemeteran!

Begini, hari ini aneh sekali. Ngikutin kerja Bu Est, bukan ngga capable, tapi sooo heavy load! Kalau kepala dia sudah luber, aku mungkin sudah dari kemarin-kemarin. Habis gimana lagi, kita dikejar deadline untuk buka Juni (yang kabarnya kyknya mau diundur sedikit). So heavy pressure.

Ohya, Buat tanteku yang tinggal di Bekasi, makasih sudah kasih selamat dan semangat. Aku benar-benar kerja bersimbah peluh. Senang, pusing, badan tidak terurus, kantong lumayan tebal, sekali lagi.. senang.

Aniway, hari ini aku baru sempet makan siang jam setengah 3. Selesai makan siang dengan porsi banyak, langsung terserang hawa ngantuk. Aku sempat minta ijin untuk istirahat setengah jam.

Sorenya kepala masih spanneng, disodorin nescafe sama Bu Est. Yang tadinya bermuka tembok didepan vendor, langsung berubah happily ever after. Tapi tangan masih terus nyambi minum nescafe.

I mean, seumur aku tidak suka dengan rasanya kopi, aku minum kopi hanya jika bila semaleman ngga tidur, lalu besoknya kuliah/kerja. Usefull, karena belum terbiasa ngopi, jadinya beneran bangun.

Baru tadi sore aku bisa bilang, “akhirnya aku merasakan enaknya ngopi sore-sore”.. damn.. apa aku sudah ketagihan kopi?

Tul, sekarang jariku gemetaran karena hyper efek dari cafein.

Oh yeah, besok rencananya mau nonton Nidji di Hard Rock Cafe Bali sama bos, Pak Dav. Tapi mulainya jam 11 malam. Kira-kira jadi pergi gak ya? Lumayan nih pertama kalinya hiburan sejak beberapa minggu di Bali. Hahaha..

Ohya, salah satu vendor di sini, Bu Nev, asik sekali. Dia chinese Sby, menikah dengan Balinese Hindu. Punya rumah di Renon.. aw… hidupnya keren. Jadi pengen cari rumah di sini..

Lain kali aku ada waktu, akan kuceritakan lagi suasana disini.

Apr
26

Cerita Berlanjut

Posted @ 4:49 am - View Comments (11) -

Sebenernya dari minggu lalu sudah gatel pengen ngeblog, tapi karena suasana kerja di Bali begitu hectic, jadinya diundur2 melulu.

Bercerita tentang tempat kerjaku di Bali, sebenernya seru banget. Lokasi kerjaku masih belum jadi. Bangunan 90% sudah ada, tapi masih proses finishing. Tugasku salah satunya pembelian untuk interior detail-nya. Task pertama adalah melengkapi semua item di dalam WC, dari yang namanya toilet umum, toilet karyawan, toilet direktur, janitor stuff, sanitary pembersih antikuman sampai pewangi wc. Itu semua sebenernya tugas kerja bosku. Tapi kalau aku ngga bantu, bisa-bisa ngga kelas pas pembukaan nanti. Tugas utamaku jelas mempersiapkan lokasi divisiku, dari interior, fixtures, lokasi fixtures, komputer, jaringan program POS, alur operasional.

Sambil membantu bosku, dia juga membantu aku. Jelas, dia kan bos, kebutuhan dalam pengambil keputusan terakhir dipegang olehnya. Nah, disini kerjaku adalah mencari barang, menghubungi vendor, menawar, menentukan pakai ini atau itu, dll. Yah, ibarat belanja di toko/mall.. lihat ini itu.. lucu.. imut.. manis.. BELI. Hihihi..

Lokasi proyek berada tepatnya di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra (kilometer berapanya lupa). Tapi patokannya antara Pura Mescati dan Pura Lebih. Beberapa kali ikut bos makan malam di daerah Sanur, aku berharap untuk mulai mengenal jalan di luar proyek. Harus bisa mandiri kalau-kalau nanti ada apa-apa (misalnya disuruh ke Rimo sendirian untuk perbaiki komputer/printer). Noted, disini semua mobil with stick (gigi manual), jadi harus extra dalam mengemudi (ngga bisa angkat kaki lagi.. hihihi).

3 hari terakhir sebelum akhirnya balik ke Jakarta, kita pindah lokasi kantor. Awalnya, kita menempati bangunan yang merupakan posko satpam. Bangunan posko tidak besar. Dulu, bos-bos tinggal disini dan kerja disini sebelum bangunan mess jadi. Sejak mess jadi, bangunan posko 100% digunakan sebagai kantor. Setelah bangunan Front Office jadi (beberapa puluh meter dari posko) kita pindah kesana rame-rame, langsung cari ruangan paling nyaman (berasa rebutan tempat duduk ketika mau ujian.. hahaha). Aku dan Bu Est menempati ruangan 3×3 meter with AC. Bos cowok-cowok menempati ruangan workstation (meja-nya sendiri sendiri tapi kurang personal menurutku).

Maklum, kita duo Miss Kepo, jadinya pelopor penempat ruangan private, hahahaha. Ruangan itu langsung kita set tempat duduk dimana, tempat notebooks, tempat printer, tempat binder-binder kita, tempat perkakas barang-barang sample vendor, dll. Tidak lupa shelf diatas meja kita dipenuhi dengan snacks! Itu benar-benar daya magnet untuk Pak Dav, adik Bu Est yang paling ahli dalam teknik sipil. Pak Dav sering mampir untuk minta di print-kan gambar ide untuk detail model interior bangunan, dan.. snacks. Pak Dav itu orangnya gokil banget, suka menyelipkan kenarsisan diri sendiri di setiap cerita. Aku gak berhenti ketawa setiap kali dia membanggakan diri (sempet-sempetnya gitu lho). Hahahaha..

Di hari terakhir sebelum akhirnya balik lagi ke Jakarta, benar-benar merupakan bad day. Banyak problem ini itu. Aku dan Bu Est sampai spanneng. Tapi toh hari akan berlalu, sekarang aku hanya bisa tersenyum melihat that bad day.

Menyambut hari Senin di minggu ini, Bu Est mempromosikanku di depan another bos dan teman kerjaku. Aku diangkat jadi Manajer. Di luar aspek lama bekerja, capable of doing things in multi tasking, dan paling tahu banyak dalam divisiku ini, aku juga dituntut untuk mempunyai role of responsibility yang lebih tinggi dari teman kerjaku. Semacam middle-decision-maker lah.

Aku bukan orang yang ambisius, jadi menghadapi situasi ini aku malah menunduk malu. Aku hanya ingin diberi kepercayaan oleh bos untuk bisa melakukan sesuatu yang mereka harapkan. Kalau perusahaanku maju, kan ya kita juga yang senang. Sukur-sukur nambah pundi-pundi untuk jadi shareholder .. hahahaha *i wish*.

*CHAYO!*

Apr
12

Minggu Pertama Kerja di Bali

Posted @ 7:41 pm - View Comments (18) -

Kembali lagi aku berada di Bali. Kali ini aku ngikut bosku yang memang ada proyek untuk ekspansi perusahaannya di Bali, tepatnya di Gianyar. Rencananya pembukaan bakal dilakukan tangga 23 Juni, mudah-mudahan ngga molor. Tanggal ini dipilih bukan kemauan kita, tapi hanya karena ultah gubernur Bali *halah*.

Tahun lalu aku pernah ke lokasi proyek ini.. tapi hanya main saja. Kali ini benar-benar bekerja. Tugasku sebenarnya mempersiapkan lokasi dimana aku bekerja (divisiku berada) untuk siap dengan barang jualan, personel, lokasi ruangan, rak display, program POS, dll sampai into details.

Kemarin aku mendarat di bandara Ngurah Rai (nyampe nya siang, jadi ngga nyium canangsari) bersama bos ku, si Bu Est. Bu Est si Mrs Kepo mengajakku ke salah satu vendor di Celuk sebelum menuju lokasi proyek.

Aku sampai di lokasi proyek sore jam 5-an.. tapi langit masih terang seperti jam 4 di Jakarta. Langsung membongkar bawaanku yang berkenaan dengan kerja, such as.. notebuk, printer, UPS, dll. Setelah siap, sudah disuruh mengeprint item-item decor dan barang jualan yang hendak diberikan kepada vendor untuk diminta dibuatkan.

At least, aku disini kerja, bukan leha-leha atau main-main. Hehehe.

Ohya, lokasi proyek lumayan mirip dengan yang ada di Cisarua. Lengkap dengan binatang dan penginapan. Sejak kemarin aku belum ke field sama sekali, hanya liat2 saja ketika perjalanan ke mess (tempat aku menginap). Sore ini aku diajak Bu Est ke Bungalow, penginapan (naik pakai tangga proyek yg lumayan gamang.. hahaha). Ajegile.

Eits.. cerita dilanjutkan besok, sudah diajak makan malem sama bos.. habis itu kembali ke mess dan tidur (kalo ngga, mungkin masih disuruh kerja sama Bu Est.. hahaha).

Apr
02

Mimpi Aneh #3

Posted @ 6:37 am - View Comments (13) -

Sudah dua malam ini sepulang kerja, aku mengayuhkan kakiku menggunakan sepeda pancal (sepeda kayuh) dari rumah menuju apartemen dibilangan Jl. Hang Lekir dekat Moestopo. Suasana apartemen ini mirip dengan apartemennya Macnoto di Apartemen Ciumbeluit (bukan tentang kamar apartemennya yang terkenal berantakan itu lho ya), dengan gelapnya malam dan penuh lampu kota.

Malam kedua ini, aku kembali menuju apartemen ini dengan membonceng Blub dibelakang tempat dudukku. Kita menuju meja customer service bagian pemasaran. Aku mencoba menjelaskan pada seorang mbak-mbak CS bahwa aku komplain dengan harga service charge sebesar 225 juta hanya karena aku ingin membeli sebuah unit apartemen second. Kata mbak tersebut, nominal ini adalah biaya pengosongan unit lama untuk penghuni baru. Service yang dimaksud adalah pengangkutan puing-puing dan pemolesan hingga cling. Entah kurang sabar menjelaskannya padaku, mbak ini seakan sambil bercanda dengan temannya dan malah mengacuhkan aku. Aku kesal sekali. Aku mencari CS cowok yang kurasa supervisor si mbak-mbak ini. Ketika aku berhasil duduk di meja supervisor CS, aku komplain mengenai mahalnya service charge tsb. Aku minta diskon 50jt sampai 100jt. Ketika itu, terlihat bos besar baru masuk melewati meja-meja CS kemudian masuk ke ruangan khusus. Dalam hati, .. ohh.. itu toh bos mataduitan yang menaruh service charge sebegitu mahal?!

Dengan dongkol aku kembali mengajak Blub untuk pulang ke rumah. Kembali aku mengayuhkan kakiku di sepeda menuju bilangan Pondok Indah, tepatnya di Jl. Alam Segar XI/11. Suasana perumahan dengan rumah sedang dan kecil yang nyaman. Malam itu baru saja gelap, tapi jalanan sudah sepi. Ketika aku melewati bekas rumahku dulu (dulu aku memang pernah tinggal di jalan tsb) aku melihat rumah itu sudah berubah bentuk dan aku melihat seorang anak tanggung sedang mengintip dari balik jendela ruang tamunya.

Sedikit lagi kukayuhkan kakiku menuju rumah, rupanya terlihat mobil mama sudah sampai. Oh berati Mom sudah sampai di rumah. Buru-buru kita berdua masuk ke dalam. Ternyata makan malam baru saja terhidang di meja makan. Mom sedang menjamu seorang tamu. Tamu itu adalah Jim Geovedi.

Dalam hatiku bertanya, ngapain si Jim main ke rumahku ya? Mereka terlihat sedang ngobrol asik. Mom sedang menyetel lagu light-jazz, menggantikan cd Muse ku. Tidak lama kita berdua sudah gabung di meja makan. Aku dan Blub mendengarkan mereka bercerita tentang topik mereka. Bukan topiknya yang tidak kumengerti, tapi aku masih kebingungan ngapain si Jim .. anak id-gmail koq main ke rumahku, ngobrol pula sama my Mom. Gaya banget dia.. hahahaha..

cincinLangsung mataku tertuju pada jari Jim. Aku ingat disalah satu tret, dia memposting foto 2 tangan hitam dan putih sedang memakai cincin tunangan. Eh ternyata aku melihatnya! Dia makainya bukan di jari kelingking seperti dalam screenshot, bukan juga di jari manis, tapi dipakai di jari telunjuk. Kulirik Blub, kuberi sign untuk melihat jari si Jim. Kita berdua tertawa kecil sambil berharap ingin membahasnya langsung, bisik-bisik, karena Jim dan mym Mom masih asik mengobrol.

Tak lama my Mom menyambar jari Jim untuk melihat cincin tersebut. Mom baru notice rupanya.
Mom: Wuah.. berlian nih ya? Warna cahayanya koq kuning?
Me: *Emang seharusnya apa ya? Berlian bercahayakan warna biru gitu?*
Jim: Eh.. iya tante. *Sambil cengengesan*
*Beberapa obrolan mengenai cincin dan pasangan Jim terucap*
Me: Mah, kyknya jarang yah cowok pake cincin di jari telunjuk?
Mom: Tidak juga setahu mama, mama saja suka pakai di jari telunjuk juga sih.
Me: Oh..
Mom: Memangnya kamu ngga pernah perhatiin jari cowok dengan memakai cincin disebelah mana?
Me: Ngga. Aku ngga pernah perhatiin jari cowok sih.
Mom: Trus kalau kamu lagi dekat dengan cowok, kamu ngga melihat jarinya dipasangi cincin atau tidak?
Me: Ngga ngeh. Biasanya baru memperhatikan kalau aku sudah crush on him. *grin*.. err.. telat ya?

*halah*

Real world: baru bangun setelah mimpi unik. Lihat jam, baru setengah 6 pagi. Nyalain komputer, ngetik di notepad.

Mar
27

Dilema

Posted @ 10:31 am - View Comments (18) -

xxx: dilema
xxx: antara plan sama kesempatan
xxx: antara safe player sama need-to-be-pushed-kind-of-person

Sepanjang pengetahuanku, aku tumbuh menjadi orang yang kurang pede, tidak ambisius, impulsif, bukan risk taker. Kombinasi yang kurang baik, tapi ya aku jalani saja. Aku tidak suka komitmen sebenarnya, karena aku takut bila pilihanku salah, lalu berabe. Mending i go with the flow.

Keadaan beberapa hari ini aku cukup resah, panik, bingung. Kerjaan kantor yang masih menumpuk, belum juga masalah program komputer yang belum selesai di-update tapi sudah dikejar waktu. Keputusan masa depan tentang tempat tinggal dsb. Semuanya ada tenggat waktu.

Kalo membuat keputusan karena mepet waktu pasti serba salah. Dilema! Mau ngikutin sesuai rencana, atau ambil saja kesempatan yang ada sekarang? Mau menjadi safe player atau kesempatan yang ada membuat kita jadi terdorong untuk bergerak?

I mean, mau nunggu semua perfect, sampai kapan? :p

Tikus & Miu
Seperti Miu-ku.. sedang dilema rupanya.

Mar
20

Habis Mimpi Ngga Bisa Tidur Lagi

Posted @ 6:01 am - View Comments (11) -

Semalem aku mimpi begini:

Pagi ini aku berangkat bareng pacar menuju SMA ku yang lokasinya di pondok indah. Jalan kaki dari parkiran berdua, tapi ngga gandengan tangan. Ketemu temen sekelasku, Laura, yang sempet nyapa, habis itu kyknya kasak kusuk sama temennya entah ngebicarain apa (mungkin dia heran knapa aku jalan sama pacarku, karena mereka taunya aku masih sama Jerry (pacarku semasa SMP)). Hari itu adalah hari pertama di tahun ajaran baru.

Masuk ke lorong kelasku, aku dapet kelas A, sedangkan pacarku dapet kelas E (kelas paling akhir). Wuah, lokasinya paling ujung tuh. Aku masuk ke kelasku untuk mencari bangku kosong yang akan aku tempati sepanjang tahun ajaran itu, sedangkan pacarku langsung menuju kelasnya. Pas aku selesai naruh tas di bangku, aku dapet 2 note yang isinya tulisan pacarku. Kertas pertama isinya jadwal sekolah menurut jam, ada 1 hari yang diwarnai stabilo kuning, hadi selasa, dan tulisannya “di hari ini kita bisa berangkat bareng”. Note satu lagi adalah jadwal pelajarannya (dia anak IPA, aku anak IPS) dengan tulisan “diinget ya, kalo perlu di tempel di meja belajar”. How sweet.

Aku jalan ke arah kelas paling ujung, menemukan pacarku lagi ngobrol berdua sama teman sebangkunya yang baru, Stanley. Dia melihatku, langsung menghapiriku. Kita ngobrol sebentar sebelum bel pelajaran berbunyi. Aku ingat, aku bilang: “kelas kamu jauh, berati tiap aku kesini, begitu bel bunyi aku mesti langsung lari kembali ke kelasku. kalo ngga pasti telat (keduluan guru masuk)”.

Ngga lama bel bunyi, aku pamit dan langsung balik. Di tengah jalan aku papasan dengan papaku. Tumben papaku dateng. “Ada apa Pa? Koq ke sekolahku?”. Berhubung dia juga buru-buru, dia hanya menjawab “err.. nanti Papa kasi tau pas sampe rumah, buru-buru nih” .. semacam itulah. Lalu aku melanjutkan jalan kembali ke kelasku.

Sesampainya di lorong kelas, rupanya sudah sepi. Duh.. jangan-jangan aku telat. Betul juga, Bu Hardini sudah duduk di meja guru, anak-anak terlihat sedang mengeluarkan buku dari tas. Aku permisi untuk masuk. Tiba-tiba Bu Hardini bertanya dengan ketus:
Bu Hardini: “dari mana kamu?”
Aku: “dari kelas E. Bu”
Bu Hardini: “mana surat ijin masuknya? koq kamu seenaknya masuk begitu? sudah telat lagi!”
Aku: *gugup dan bingung tentang peraturan baru yang aku belum tau* “err.. maksud ibu surat apa?”
Bu Hardini: ngomel-ngomel dengan ketus panjang lebar sambil membuat aku malu di depan kelas..
Aku: “Bu.. Ibu jangan marah dulu. Coba jelaskan ke saya dulu tentang surat tersebut.”
Bu Hardini: ngomel-ngomel dengan ketus panjang lebar sampai aku ngga begitu inget..
Aku: “Ibu. Ayo kita bicarakan hal ini di ruangan lain saja. Saya ngga mau dipermalukan begini di depan kelas” *mulai menjawab dengan ketus*.

Kemudian aku tersadar dari mimpi, dan aku berpikir:

Kenapa ya si Ibu ini ngomongnya ketus begitu? Dendam pribadi? Koq marah-marah begitu sih? Aku jadi bt dengan perlakuan ibu guru yang marah secara subjektif. Dan aku paling tidak suka dipermalukan di depan teman-temanku seperti itu. Dia sebagai orang yang lebih dewasa mestinya bisa dong ngomong yang tegas, memberi contoh kepada muridnya, dan menjaga harga diri aku dan dia juga.

Bayanganku, kalo aku dan dia sudah di satu ruangan, baru deh bisa berantem argumen. I mean, aku kan di sekolah itu bayar.. aku boleh dong komplen atas perlakuan pelayanan sekolah yang semau guru .. ngga bener itu.

Sampai-sampai aku berpikir, kalo nanti aku punya anak dan mendapatkan anakku diomel-omelin di depan kelas dengan mempermalukan begitu, aku mau bertemu kepala sekolah, komplain masalah aturan pengajaran yang baik itu seperti apa. Guru seharusnya mendidik yang benar, bukan malah menjatuhkan harga diri murid dengan cara feodal begitu. Kalo perlu aku tarik anakku dari sekolah ngga kompeten seperti itu. Pelayanan yang aku bayar mahal demi mendidik anakku koq malah memperburuk mental anak. Huh!

Mar
16

Walkthrough Virtual Villagers 1.0

Posted @ 11:17 pm - View Comments (13) -

Gara-gara Tub install game ini di komputer warnet rumahku, aku jadi penasaran dan mencobanya. Aku penggemar computer game seperti building series (Caesar dan semua keluaran Sierra, Simcity, dll) game seperti The Sims, dan arcade seperti Super Mario Bros 3. Nah, VV ini mirip dengan The Sims. Ulasan tentang game VV bisa dibaca disini.

Sudah seminggu ini aku malas kerja ketika di kantor, dan yang kulakukan hanya main VV sambil nongkrong di kampung gajah. Apa sih yang membuat aku penasaran? Gara-gara beberapa kali mencoba main di warnet rumah, koq mati melulu. Dengan bertanya pada Tub dan Bunda, dan pembahasan di milis, aku memulai (start a new village) hari senin.

Tub pernah bilang kalo game ini bisa dipercepat dengan cara mengubah jam pada komputer, karena game ini men-detect jam sebagai waktu dalam game. Aku pernah coba, eh ngga sengaja malah mati (ternyata aku ganti jam tapi tanggal tidak diganti, seakan waktu berjalan mundur). Aku jadi kapok. Jadi, sejak senin sampai hari ini aku memainkan game tanpa mempercepat waktu. Aku belajar lumayan banyak, walopun lama-lama membosankan. Bahkan aku sempat menelpon Bunda untuk minta saran dan tanya-tanya. Di milis saja, Mas Idban sudah menamatkan VV 2.0, wuah.

Demi menghadapi long wiken tanpa menyelesaikan rasa penasaranku memainkan VV, akhirnya aku bermain lagi di warnet rumah, start new village, sambil menggunakan cheat yang Tub ajari: memajukan jam. Berikut hasil dari permainan VV yang sudah kutamatkan selama 3,5 jam (sambil makan dan nyempetin di kampung gajah) yang berupa walkthrough:

  • well –> ambil adebt builder unt bersihkan (cuman perlu sekali jalan)
  • ini aja:
    • set 1 builder –> new hut
    • set 1 atau 2 research –> meja panjang
    • sisanya foraging aja (jangan suruh breeding dulu)
  • setelah ada tech beli farming:
    • taruh 2 researching
    • sisanya farming
    • 1 breeding (cewek aja. kalo cowok, nanti cewek2 pada dihamilin semua, ngga bisa kerja) biarkan generasi berikutnya ini tumbuh satu persatu
  • bila populasi bertambah:
    • perbanyak researching dan farming saja, jangan lakukan yg lain termasuk solving puzzle seperti bersihkan pantai atau bersihkan lagoon
    • bila food dan tech sudah banyak, tambah 2 healing, 2 builder (bawa healer ke 4 macam tumbuhan aneh: bulet2 hijau di sebelah kiri, kaktus, lily, rose –> membuka 1 puzzle)
    • ambil master apa saja untuk buka sekolah (taruh di rumah panjang)
    • beli tech konstruksi dan science (lainnya belum terlalu penting)
  • kalo populasi jadi 13:
    • ambil 2 builder, bikin new hut
    • populasi jangan lebih dari 15 (kalo lebih, hasil farming ngga setara dengan populasi, jadinya kekurangan makanan).
  • kalo populasi sudah 15
    • suruh research banyak-banyak supaya tech level 2 kebuka semua
    • bersihkan pantai dari kayu kayu (persiapan fishing)
    • kejar tech level 3 farming (unt fishing). kalo sudah bisa fishing, semuanya sudah aman,karena makanan akan selalu ada tanpa menunggu.
  • kalo sudah fishing (jumlah yg farming/fishing 3 saja cukup)
    • tambah builder yg banyak untuk:
      • kosongkan lagoon (suruh master farming unt fishing disana –> pecahkan 1 puzzle)
      • suruh sirami kebun bunga (1 puzzle lagi)
      • bangun temple dan patung idol (2 puzzle lagi)
    • tambah orang di research untuk penuhi semua tech ke level 3
  • lalu, tinggal baca di sini, beli semua tech dan selesaikan semua puzzle

Aku selesain dalam 44 jam permainan.. ranknya 999 (karena jam terbanyak = rank 1), tapi aku rank pertama yang menyelesaikan 16 of 16 tercepat. :D
VV-rank

Berikut suasana village setelah semua puzzle terbuka. Populasiku tidak sampai full 90 orang, sudah bisa menyelesaikan :)
vv-01

Nah yang di bawah ini adalah hasil Mas Idban menyelesaikan VV 2.0:
vv-02

Dan ranknya:
VV02-rank

Mar
07

Dompet Idaman

Posted @ 10:02 am - View Comments (24) -

Wiken kemarin aku sempet jalan jalan lihat lihat dan tiba-tiba menemukan dompet panjang paling praktis yang pernah aku liat. Dari sejak kecil, bagiku dompet panjang identik dengan feminin dan ibu-ibu. Nah, sejak kecil sampai sekarang sebenernya aku masih terbiasa pakai dompet lipat karena ukurannya yang pas di saku belakang celana, maupun saku depan. Kadang-kadang aku memang malas bawa tas jinjing, jadinya tinggal mengantongi dompet dan hp di saku celana, begitu saja.

Beberapa kali aku pernah memakai dompet panjang juga, tapi karena kurang praktis dan kurang efisien, jadinya aku kembali lagi ke dompet lipat. Tapi setelah lihat dompet panjang ini, aku sudah langsung jatuh cinta.

Dompet panjang ini jelas palsu. Aku bukan brand minded. Semakin murah aku bisa beli barang dengan kualitas bagus, semakin aku bangga. Nah dompet ini aku beli cuman seharga 35ribu dan menurutku kualitasnya bagus. Kemarin aku sempet mampir ke ITC Mangga Dua, melihat beraneka ragam dompet yang dibandrol 20ribu-an. Aku juga melihat dompet yang hampir persis dengan punyaku. Sempet keki, tapi ketika aku buka dan perhatikan lebih seksama, terlihat kalau kualitasnya jauh lebih bagusan punyaku. Hehehe…

Nah, apa sih yang aku suka dari dompet ini?

  1. Aku butuh dompet panjang untuk menaruh uang lebih banyak. Berhubung sekarang urusanku lebih banyak untuk membayar ini itu, jadi aku harus sedia dompet yang bisa menampung lembaran lebih banyak untuk uang dan juga bon-bon. Dulu pas masih pakai dompet lipat, isi uangku ngga pernah banyak, aku lebih sering memakai kartu debit. Bon-bon pun tidak diperlukan dan langsung dibuang.
  2. Aku suka uang menjadi lurus dan rapih, tidak uwel-uwelan berdesak-desakan begitu.
  3. Resletingnya-lah yang membuat dompet ini ringkes. Jadi tidak mungkin kertas-kertas didalamnya bisa jatuh tercecer. Resletingnya pun mantep dan mudah digerakkan. Ngga takut macet maupun brodol.
  4. Lipatan model akordion memudahkan aku untuk membagi-bagi jenis uang, misalnya kasbon uang kantor dan uang sendiri, atau uang besar dan uang kecil, bahkan uang cadangan untuk wanti-wanti ditilang polisi (aku menyiapkan 20ribu-an beberapa).
  5. Kulit luarnya (entah asli kulit atau semi fiber/plastik) terlihat kokoh dan empuk, tahan air.
  6. Kapasitas jelas lebih muat banyak daripada dompet lipat, karena aku juga memasukkan kartu namaku. Tapi kekurangannya hanya 1: kantong untuk kartu hanya ada 4. Sedangkan kartuku paling sedikit ada 8 (tidak termasuk ktp model jadul yg ukurannya besar itu). Jadinya 4 kartu sisanya aku taruh di lipatan kipas secara begitu saja (tidak teratur).

So far, aku sangat puas :)

free web site hit counter