9olda.net
Jan
18

Darius, My Friend

Pagi ini aku mendapat kabar buruk tentang teman SMP ku yang sudah lama tinggal di New Zealand. Ayahnya koma. Entah sakit karena apa, tapi dia lagi sedih banget pas menjelaskan di MSN Messenger. Jadi aku ngga mau bertanya lebih lanjut. Mereka sekeluarga bermaksud kembali ke Indonesia, setelah 7 tahun jadi PR (permanent residence) di NZ.

Teman ku ini yang masih belum menyelesaikan S1 nya, mesti pulang ke Indonesia, dan mencari kerja. Bahasa Inggrisnya lancar (written & spoken). Punya sertifikat bartending. Tapi mau cari kerja yang seperti apa di Jakarta ini? Atau mungkin di Bali? Aku harus bantu dia cari kerja, aku juga butuh bantuan teman-teman yang mungkin bisa kasi ide atau jalan..

Hidup ini unpredictable. Disaat kita hidup sudah terlihat settle, tenang, tiba-tiba bisa berubah drastis hanya karena 1 masalah. Aku kuliah di bidang Manajemen Rumah Sakit selama 5 tahun. Aku jadi mengerti bahwa kesehatan sangat penting. Bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, otomatis sekeluarga (bisa jadi termasuk keluarga besarnya) pasti kalang kabut ngurusin anggota keluarga itu. Akibatnya ngga susah ditebak, yaitu: masalah uang.

Coba kita lihat, program kesehatan yang men-support keluarga dalam segi uang, adalah pihak asuransi. Tapi asuransi kesehatan di Indonesia tidak berdampak banyak. Peserta asuransi kesehatan (pemerintah maupun swasta) tidak mencakup sebagian besar rakyat. Tidak seperti di Amerika, yang semua orang mempunya sosial secure. Amerika tau bahwa biaya kesehatan tidak murah, maka dari itu Amerika membuat agar seluruh rakyatnya mempunyai asuransi kesehatan.

Asuransi sendiri, sebenarnya tidak menipu, tidak merugikan, asal pesertanya banyak. Sama seperti cara kerja Fren Mobile 8, kalau banyak teman kita yang memakai, pasti biaya bulanan jadi lebih irit. Disaat peserta asuransi yang sebagian besar tidak sakit, biaya nya bisa untuk membantu peserta lain yang sakit, begitu seterusnya dan tidak ada habisnya.

Di Indonesia, sehari sebelum Mantan Pres Megawati berhenti menjadi presiden (19 Oktober 2004), beliau mengesahkan UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Isinya termasuk dalam Jaminan Sosial (kesehatan, kematian, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun) dan Jaminan Kesehatan (asuransi kesehatan). SJSN ini akan merekrut PT Askes, Jamsostek, Asabri dan Taspen. Keuntungannya tentu lebih baik dari apa yang ditawarkan asuransi kesehatan yang ada saat ini. Seperti: keuntungan dibagikan ke peserta, protabilitas (bila pindah kerja, askes nya akan mengikuti), transparant, wajib untuk semua orang. Untuk itu tiap individu akan mempunyai nomer unique yang sama seperti KTP, yang akan digunakan untuk nomor asuransi nya. Mirip seperti di Amerika (btw.. kalau ada contoh / sample yang bagus, kenapa ngga kita contoh saja, iya nggak?).

Keluargaku tidak ada satupun yang ikut asuransi kesehatan. Paling-paling juga asuransi kendaraan, itu pun jarang sekali claim nya. Tapi apa sih inti kegunaan asuransi? Asuransi itu kegunaannya mengalihkan risiko yang akan didapat. Risiko sendiri datangnya tiba-tiba, dapat dialihkan kepada Perusahaan Askes. Jadi disaat kita-nya sakit, ngga perlu mikirin tentang biayanya lagi. Lagipula, kalo kita sakit, artiya ngga kerja, ngga dapet pendapatan (tambah pusing dengan urusan pembayaran uang). Dengan adanya asuransi, risiko bisa dialihkan (ditransfer, kalo kata dosenku) dan tidak akan membebani kita. Karena akan terbayar dari premi tiap bulan.

Aku bukan petugas askes, bukan marketing askes, bukan pemakai askes. Dengan aku cerita ini, aku berharap kalian mengerti maksud dari askes. Aku tidak mengharapkan kalian menjadi peserta askes, itu hak kalian, terserah kalian. Aku pun mungkin juga tidak akan ikut askes, who knows. Tapi yang aku tau, minggu depan aku ujian dengan mata kuliah Asuransi Kesehatan. Pengetahuan askes ku tidak sebanyak teman-teman kuliahku yang di jurusan Asuransi Kesehatan, tapi paling tidak aku mengerti garis besar perjalanan askes di negeri ini.

Jan
17

Hari Minggu Kemarin

Bermacam-macam kejadian yang terjadi kemarin.

Bangun jam 12, buru-buru mandi dan berangkat, soalnya janjian sama Jun-Jun. Inget kan? Mau ke Bulla (yg kata Willem, itu bahasa latin nya ‘mangkok’). Resto ini di-desain modern, ada 2 ruangan (untuk asian food dan indonesian food). Pas masuk tuh sebenernya malu abis, gak kenal siapa-siapa except Willem. Pas ketemu dia pun, gak mau mau bilang apa.. akhirnya yang keluar:

“bagus pak, resto nya..”

Diujung ruangan, kita ketemu Hans, yang sudah se-meja dengan ortu nya Willem. Eh di tarik sama mamanya Willem untuk gabung sama meja mereka. (apalagi ditawarin makan gratis.. oh.. ok deh tante..). Ngobrol sama Om, sama Hans, dan sama Jun-Jun. Makanannya berkisar 20rb-an. Minumannya 6rb-an. Kita pesen Chix Teriyaki, yang datengnya 1 jam!! Pokoknya, kita beruntung dateng berdua, trus duduk di meja ini sama mereka. Soalnya kalo enggak, kita jadi KAMBING CONGEK!!! Hihihi..

Jam 3 aku nganter JunJun ke Citos, karena cowoknya nungguin di sana. Trus aku langsung cabut ke Apt Taman Rasuna, ke apt Tante Anna. Karena 2 minggu lagi aku mulai magang di RSPI, aku butuh blazer. Sampe disana, ada Tibi, ngegodain dia dulu, trus utak atik hp barunya Tante Anna Sony Ericsson K508i. Aku tambahin ringtones mp3, gambar-gambar, themes. Sambil kita ngobrol-ngobrol. Tante Anna ini mirip sama aku, gak suka yang macem-macem orangnya, simpel, santai, bukan risk taker, rapih, gak suka sama kelakuan Tibi yang tidak sayang barang (udah ganti hp sampe 4 kali= 2 hilang, 1 kerendam di ember sampe 5 jam) Nah yang ke empat ini, layarnya udah retak vertikal ditengah-tengah, dengan bangganya dia bilang gini:

“Kak, liat deh.. hp ku keren, bisa split screen!!!”

Untung sejak Tibi kecil, aku udah gak percaya kasih barang ku ke dia. Makan ati!!

Habis mahgrib, aku dan Tante Anna ke ITC Ambasador mau cari pesenan mas Udin (pembantu cowok di rumah), minta nitip beliin celana bahan item ukuran 29 dan kemeja lengan panjang ukuran M. Baju ini buat dateng ke kondangan minggu depan.

Sampe di rumah, aku sms temenku untuk telp aku dirumah aja, tapi begitu turun dari mobil, udah di hadang sama Mbak Vina, mau nanya-nanya gimana cara ngirim sms di hp Fren nya yang baru itu. Yang 388rb. Ealah.. emang gue tacik penjual hp di glodok apa???? Mana mesti lari-lari ke telpon karena temenku dah nelpon, sampe kaki ku kesengkat dan hampir serjembab di lantai.

Berakhir deh.. hari minggu ku.

Pages (123): « First ... « 118 119 [120] 121 122 » ... Last »
free web site hit counter