diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Dec
16

Blast From The Past

Posted @ 6:41 am - View Comment (1) -

Sudah lamaaaaaaaa sekali gw tidak menulis sesuatu yang berbobot di blog ini. Entahlah, mungkin karena topik pembahasan sudah terlalu tercurahkan di miniblog semacam plurk dan twitter maupun status FB. Damn, them all, haha..

Semalem lagi ubek-ubek file lama, nemu hasil tulisan gw yang menurut gw termasuk bagus. Kalo ga salah, gw nulis ini sekitar awal tahun 2005, menjelang gw lulus dari UI. Topik dari tulisan gw adalah penjelasan putus dengan mantan gw waktu itu. Berhubung dia penulis yang bagus, gw jadi tertular untuk menulis dengan bagus juga.. Sayang aja kalo dibuang begitu saja. Membacanya, membuat gw bersemangat untuk menulis lagi..

Noted: isi tulisan di bawah ini tidak ada hubungannya dengan keadaan gw sekarang..

Aku baca-baca kumpulan email kita. Aku suka baca yang isinya ‘mengapa kamu mencintaiku’. Membuat aku bersemangat untuk bersabar. Semua yang aku ragukan sudah kamu jawab di sepanjang email tersebut. Bahkan tentang statusmu, future kita, keinginan kamu. Ada baiknya kalau aku lagi resah, dengan membaca itu jadi agak tenang. Karena tidak selamanya kamu sabar menghadapi keresahanku.

Kadang aku bingung berpikir tentang hubungan kita. Kita kembali lagi kepada hubungan saling sayang saling cinta, tanpa future. Ya benar kita saling cinta, ingin bersama, ingin menikah. Lalu aku bertanya, apakah kamu mau mewujudkan hal tersebut? Kalau mau, kenapa tidak berusaha? Kenapa tidak melakukan sesuatu?

Bingung aku. Tidak mengerti!

Ketidak mengertian ku membuat aku marah, kesel, nangis, kecewa. Aku tidak mengerti apa maumu. Aku tidak mengerti apa tujuan hubungan kita. Aku tidak mengerti musti bagaimana. Aku sumpek dinasehati oleh mama, atau oleh tante. Aku bingung dengan sikap apa yang harus ku ambil. Meninggalkanmu? Aku terpuruk, aku menderita.

Hatiku tidak mau berpisah. Hatiku masih menginginkanmu. Hatiku bingung harus bagaimana. Otakku marah karena hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Otakku marah dan ingin meninggalkanmu. Diriku tambah bingung menghadapi semua emosi dan pikiran ini. Bisa kamu lihat sendiri, aku menerima, aku minta putus, aku bingung, dan kita bareng lagi.

Kamupun mungkin juga bingung. Kamu sulit memutuskan. Kamu juga nangis dengan keadaanmu yang susah untuk mengambil keputusan yang benar. Kamu sendiri punya masalah yang tidak mudah.

Kita sempat berdiskusi. Mengenai masalahmu secara overall. Aku mencoba membantu.

Dua hari aku berpikir (ah, kalau ‘berpikir’ sih setiap saat). Ya aku mencoba menerima. Aku mencoba beradaptasi. Aku bukan dinosaurus yang punah karena tidak bisa beradaptasi. Kemampuan adaptasi ku pun tidak selamanya ada. Ada keinginan dari diriku yang membuat aku bisa beradaptasi. Maksudnya, bila ada kasus serupa, belum tentu aku mau bertahan, bisa saja aku memilih mundur dan mencari yang lain. Aku masih punya keyakinan akan dirimu. Itu yang membuatku bertahan. Tidak tahu dari mana datangnya.

Orang disekitarku mulai tidak sejalan dengan pikiranku. Mungkin mulai mencerca, tapi aku tidak peduli. Ya, aku memang terbiasa memilih jalanku, meskipun kupingku panas mendengar mereka. Tapi aku yakin, sampai kapanpun mereka tidak akan berhasil merubah keinginanku. Aku memang keras kepala, dan inilah hasilnya.

Aku masih ada keyakinan, keinginan, harapan, optimis. Tapi aku harus me-reduce nya sedikit. Tidak sebanyak kemarin. Kalau tidak, jatuhnya akan sakit. Apa sih yang aku hadapi di singapore? Sama halnya dengan saat kamu akan pergi ke singapore. Menghadapi hal baru, lingkungan baru, suasana baru (bahwa tidak serumah dengan mama lagi), dll. Semua itu exciting!

Kejadian kemarin membuatku berpikir kembali. Ah, yang namanya berpikir mana pernah berhenti?! Ya kan?

Kamu gelisah, kamu marah, kamu sms terus, bahkan sampai menelpon. Tidak, aku tidak mengeluh sedikitpun. Tidak juga ‘menikmati’ dalam hal konotasi (bahwa aku menyiksa kamu, sehingga kamu gelisah), tapi membuat aku merasakan bahwa kamu membutuhkan aku. Kamu mencari aku.

Secara umum aku menilai, hubungan kita baik-baik saja. Jealous, hal biasa. Mencari-cari, normal. Saling membutuhkan, sehat. Apa yang kita jalani persis seperti orang bisa pacaran, berhubungan. Aku membelikan kamu sesuatu, kamu pun juga begitu.

Keadaan kita ini, kita sendiri yang membuat. Kita yang mengatur. Kita yang mendesain. Kita yang menjalani. Dan hanya kita yang mengerti.

“Seperti apa arah tujuannya?” Tidak tahu. Yang penting kita saling cinta, saling sayang.
“Sampai kapan?” Sampai kita tetap saling cinta dan saling sayang.
“Bukan, maksudnya, sampai kapan hal ini terus berlangsung seperti ini?” Ngga tau deh. Lho.. bukan aku yang tahu. Hal ini hanya tergantung kamu.

Nah, sekarang, apa yang bisa aku lakukan, selain tetap mencintai, menyayangi, memberikan perhatian ke kamu? Kesabaran.

Itu kuncinya. KESABARAN. Aku mencintai, menyayangi, memberikan perhatian, semuanya.. tidak terbatas. Tidak ada batas waktu sampai kapan. Tidak ada deadline. Tidak tergantung apapun. Jalani saja seperti air mengalir.

Tidak berharap? Enggak juga, aku punya harapan. Aku ingin bersamamu. Mungkin saat ini hanya itu yang bisa aku inginkan. Tidak, aku tidak ingin menikah denganmu dalam watku dekat. Ah, aku masih muda. Ngga mau punya buntut dulu.

Sekarang, bagaimana menanggapi statusmu? Ah, bingung aku. Disatu saat aku ingin cuek dan tidak peduli, disaat lain aku ingin tahu untuk memuaskan keingin tahuanku. Aku bukan orang yang akan menyesal untuk tahu semua hal, baik atau jelek. Tidak perlu menyembunyikan dariku. Aku akan marah bila disembunyikan. Yah, beri saja jawaban bila aku menanyakan. Aku toh sudah tahu konsekwensinya, jadi buat apa menyesal? Tidak ada gunanya.

Aku membingungkan? Tidak juga. Bagiku, aku adalah paling mudah dimengerti. Lho, ada apa-apa, tanya saja. Aku akan buka mulut kapanpun, dimanapun, saat apapun, dalam senang, marah, sedih, dll. Aku tidak akan diam.

Sampaikan apa maksudmu. Keinginanmu. Pandanganmu. Ceritakan ke aku. Buat aku mengerti. Buat aku memahami kamu. Menulislah lagi padaku. Luangkan waktumu. Aku butuh kamu, butuh tulisanmu, butuh curahanmu.

Dec
02

Welcoming December

Posted @ 12:16 am - View Comments (4) -

berakit-rakit kita ke hulu
berenang-renang ke tepian
bersaki dahulu senang pun tak datang
malah mati kemudian

Dimulai tanggal 1 Desember, gw tergerak untuk memasang pohon natal. Moment memasang pohon natal itu seru dan haru.. reminds me of my dad.. dulu pas kecil suka pasang pohon natal bareng *miss you dad*. Tapi entahlah, di hari berikutnya, koq tetep belum masuk ke gudang untuk ngubek-ubek pohon natalnya. Padahal pohon dan hiasannya ada di box yang sama. Coba kali aja habis mosting ini, aku tergerak untuk mengambilnya.

Tanggal 5 Desember nanti akan ada kopdar akbar di Savoy Homann, Bandung, kawinan Kang Jay dan Shinta. Ketika mereka mulai memasang foto pre-wed, lalu membagikan undangan kepada beberapa anak Bandung, dan akhirnya mengundangku via invitation facebook, I’m so happy for them. Tentu saja gw pengen nikah suatu saat. Tapi paling tidak dengan menikahnya mereka, gw udah berasa excited.

Jojo, my little bro udah rencana ngajak ke Bali.. awalnya. “Lebaran kemarin kan CC ngga bisa, jadi diganti liburan Desember aja”, ceunah. Hmm.. masih mikirin harga tiket yang pastinya melambung, ya secara belum pesan karena belum tau tanggal pastinya. Tapi Akhir November kemarin Jojo ngubah rencana. PaMa mau ngajak ke Malaysia sekalian mau cari-cari Uni buat David. Wah, jalan-jalan ke Malaysia? Mauu.. (padahan cuman kepengen ngecap paspor doang.. hahaha). Jalan-jalan ke KL mah.. aku nya aja kali ya yang ngga tau mau kemana..

Minggu lalu, aku udah nyempetin ke Singapore untuk ketemu Mom. Udah 1.5 tahun ngga ketemu Mom *kangen abis*. Mom udah pindah apartemen (kalo di Spore sih nyebut nya Condo). Very nice, Mom. Mom sendiri emang bakat nata rumah, ga kyk anaknya yang satu ini, hihi.. Paspor sudah ke-cap untuk tahun ini (padahal tahun ini hampir habis).. pfiuhh! Kalap belanja-belanji. Beli kacamata baru, beli banyak rok (dan dapet banyak lungsuran rok juga), mumpung ah, sekarang kan lagi jaman pake stocking hitam pekat.

Kemarin sempet pulang dari Tasik, lanjut kopdar ceria (semacam pre-kopdar nakal, ga jadi kopdar nakal beneran seperti ajakan Donceh). Nginep rumah Abi .. sempet merasa canggung, tapi Abi udah gw anggep kakak gw yang mengerti betapa nakalnya adiknya ini.. hihi. Temenku di Bali yang doyan dugem dan selalu nungguin kapan gw dateng *waving on Ngurah* sempet chat ma gw.. setiap chat, selalu nanyain kapan ke Bali, kangen mabok-mabokan ama Mbak Golda. Aduh.. Ngurah, Bali kejauhan, lagian suasanya udah ga enak, ya secara udah ngga dapet Panther buat bolak balik Gianyar - Kuta lagi. Di Bandung aja udah bisa dapet itu semua.. hahaha *duh bandel banget sih gw*.

Undangan kawinan pun datang lagi.. berhubung gw udah di tag duluan, jadi gw mencoba berusaha menepati janji, agar bulan Desember ini ngga pergi ke luar kota. Jatah Singapore sudah dilaksanakan. Jatah Malang bisa Imlek nanti. Jatah ke Yugo ada kemungkinan Juni tahun depan bareng Mom & adek. Jatah ke Malaysia (diajakin temen nyokap) bisa nanti-nanti lah.. ngga urgent. Jatah ke Bali.. err.. mending si Ngurah yang gw ajak ke Bandung, secara dia ngejar cewek yang lagi kerja di Bandung.. hihihi. Jatah kemana lagi? Belum ada kyknya *twist my finger*.

Rencananya, anak pertama adek bos (bos juga sih jadinya) bakal lahiran. Aku udah pasti harus standby buat wira-wiri, bantu ini bantu itu, paling tidak munculin muka lah di rumah sakit nanti. Tuh kan, sudah pasti ga bisa kemana-mana deh.

Lucu aja, tadi sempet nerima info/berita yang cukup mengagetkan. Tentunya ngga mungkin aku cerita di sini, meskipun nama disamarkan. Walopun tadi pas lagi unpacking belanjaan, sempet kepikir untuk nulis betapa berliku-likunya info tersebut. Si A bilang sesuatu rahasia. Si B bilang sesuatu rahasia. Padahal rahasia tersebut ada hubungannya. Gatel sih.. tapi gw terikat janji untuk tidak bilang ke siapapun, dan gw bermaksud menepatinya. Sukur-sukur suatu saat rahasia tersebut sudah menjadi rahasia umum, mungkin aku bisa cerita betapa lucunya rahasia yang aku simpen ini.

Bulan penghujung tahun ini aku juga menunggu suatu keputusan yang sangat penting sih sebenernya. Tapi aku ngga tau kapan saat yang tepat untuk mempertanyakan tentang keputusan ini. Nunggu wangsit, kalo kataku ke Tante. Si tante malah bilang, duh udah lama ngga denger kata ‘wangsit’.. haha. Biasanya, I will let it flow ajah.. ngga pusing mengatur sikon, ngga pusing cari jadwal, ngga pusing cari tanggal baik *halah*.

Di bulan Desember ini, aku pengen menikmatinya sebagai bulan musim dingin (dingin sih kalo di Bandung) .. dan hujan terus di Jakarta, bulan penuh kenangan masa natal di Malang, bulan untuk mencoba rajin ke gereja (haha), bulan untuk pasang pohon natal, bulan yang ditemenin playlist lagu-lagu natal, bulan terakhir sebelum mempersiapkan tahun baruan mau di mana ya?

free web site hit counter