9olda.net
Mar
16

Walkthrough Virtual Villagers 1.0

Gara-gara Tub install game ini di komputer warnet rumahku, aku jadi penasaran dan mencobanya. Aku penggemar computer game seperti building series (Caesar dan semua keluaran Sierra, Simcity, dll) game seperti The Sims, dan arcade seperti Super Mario Bros 3. Nah, VV ini mirip dengan The Sims. Ulasan tentang game VV bisa dibaca disini.

Sudah seminggu ini aku malas kerja ketika di kantor, dan yang kulakukan hanya main VV sambil nongkrong di kampung gajah. Apa sih yang membuat aku penasaran? Gara-gara beberapa kali mencoba main di warnet rumah, koq mati melulu. Dengan bertanya pada Tub dan Bunda, dan pembahasan di milis, aku memulai (start a new village) hari senin.

Tub pernah bilang kalo game ini bisa dipercepat dengan cara mengubah jam pada komputer, karena game ini men-detect jam sebagai waktu dalam game. Aku pernah coba, eh ngga sengaja malah mati (ternyata aku ganti jam tapi tanggal tidak diganti, seakan waktu berjalan mundur). Aku jadi kapok. Jadi, sejak senin sampai hari ini aku memainkan game tanpa mempercepat waktu. Aku belajar lumayan banyak, walopun lama-lama membosankan. Bahkan aku sempat menelpon Bunda untuk minta saran dan tanya-tanya. Di milis saja, Mas Idban sudah menamatkan VV 2.0, wuah.

Demi menghadapi long wiken tanpa menyelesaikan rasa penasaranku memainkan VV, akhirnya aku bermain lagi di warnet rumah, start new village, sambil menggunakan cheat yang Tub ajari: memajukan jam. Berikut hasil dari permainan VV yang sudah kutamatkan selama 3,5 jam (sambil makan dan nyempetin di kampung gajah) yang berupa walkthrough:

  • well –> ambil adebt builder unt bersihkan (cuman perlu sekali jalan)
  • ini aja:
    • set 1 builder –> new hut
    • set 1 atau 2 research –> meja panjang
    • sisanya foraging aja (jangan suruh breeding dulu)
  • setelah ada tech beli farming:
    • taruh 2 researching
    • sisanya farming
    • 1 breeding (cewek aja. kalo cowok, nanti cewek2 pada dihamilin semua, ngga bisa kerja) biarkan generasi berikutnya ini tumbuh satu persatu
  • bila populasi bertambah:
    • perbanyak researching dan farming saja, jangan lakukan yg lain termasuk solving puzzle seperti bersihkan pantai atau bersihkan lagoon
    • bila food dan tech sudah banyak, tambah 2 healing, 2 builder (bawa healer ke 4 macam tumbuhan aneh: bulet2 hijau di sebelah kiri, kaktus, lily, rose –> membuka 1 puzzle)
    • ambil master apa saja untuk buka sekolah (taruh di rumah panjang)
    • beli tech konstruksi dan science (lainnya belum terlalu penting)
  • kalo populasi jadi 13:
    • ambil 2 builder, bikin new hut
    • populasi jangan lebih dari 15 (kalo lebih, hasil farming ngga setara dengan populasi, jadinya kekurangan makanan).
  • kalo populasi sudah 15
    • suruh research banyak-banyak supaya tech level 2 kebuka semua
    • bersihkan pantai dari kayu kayu (persiapan fishing)
    • kejar tech level 3 farming (unt fishing). kalo sudah bisa fishing, semuanya sudah aman,karena makanan akan selalu ada tanpa menunggu.
  • kalo sudah fishing (jumlah yg farming/fishing 3 saja cukup)
    • tambah builder yg banyak untuk:
      • kosongkan lagoon (suruh master farming unt fishing disana –> pecahkan 1 puzzle)
      • suruh sirami kebun bunga (1 puzzle lagi)
      • bangun temple dan patung idol (2 puzzle lagi)
    • tambah orang di research untuk penuhi semua tech ke level 3
  • lalu, tinggal baca di sini, beli semua tech dan selesaikan semua puzzle

Aku selesain dalam 44 jam permainan.. ranknya 999 (karena jam terbanyak = rank 1), tapi aku rank pertama yang menyelesaikan 16 of 16 tercepat. :D
VV-rank

Berikut suasana village setelah semua puzzle terbuka. Populasiku tidak sampai full 90 orang, sudah bisa menyelesaikan :)
vv-01

Nah yang di bawah ini adalah hasil Mas Idban menyelesaikan VV 2.0:
vv-02

Dan ranknya:
VV02-rank

Mar
07

Dompet Idaman

Wiken kemarin aku sempet jalan jalan lihat lihat dan tiba-tiba menemukan dompet panjang paling praktis yang pernah aku liat. Dari sejak kecil, bagiku dompet panjang identik dengan feminin dan ibu-ibu. Nah, sejak kecil sampai sekarang sebenernya aku masih terbiasa pakai dompet lipat karena ukurannya yang pas di saku belakang celana, maupun saku depan. Kadang-kadang aku memang malas bawa tas jinjing, jadinya tinggal mengantongi dompet dan hp di saku celana, begitu saja.

Beberapa kali aku pernah memakai dompet panjang juga, tapi karena kurang praktis dan kurang efisien, jadinya aku kembali lagi ke dompet lipat. Tapi setelah lihat dompet panjang ini, aku sudah langsung jatuh cinta.

Dompet panjang ini jelas palsu. Aku bukan brand minded. Semakin murah aku bisa beli barang dengan kualitas bagus, semakin aku bangga. Nah dompet ini aku beli cuman seharga 35ribu dan menurutku kualitasnya bagus. Kemarin aku sempet mampir ke ITC Mangga Dua, melihat beraneka ragam dompet yang dibandrol 20ribu-an. Aku juga melihat dompet yang hampir persis dengan punyaku. Sempet keki, tapi ketika aku buka dan perhatikan lebih seksama, terlihat kalau kualitasnya jauh lebih bagusan punyaku. Hehehe…

Nah, apa sih yang aku suka dari dompet ini?

  1. Aku butuh dompet panjang untuk menaruh uang lebih banyak. Berhubung sekarang urusanku lebih banyak untuk membayar ini itu, jadi aku harus sedia dompet yang bisa menampung lembaran lebih banyak untuk uang dan juga bon-bon. Dulu pas masih pakai dompet lipat, isi uangku ngga pernah banyak, aku lebih sering memakai kartu debit. Bon-bon pun tidak diperlukan dan langsung dibuang.
  2. Aku suka uang menjadi lurus dan rapih, tidak uwel-uwelan berdesak-desakan begitu.
  3. Resletingnya-lah yang membuat dompet ini ringkes. Jadi tidak mungkin kertas-kertas didalamnya bisa jatuh tercecer. Resletingnya pun mantep dan mudah digerakkan. Ngga takut macet maupun brodol.
  4. Lipatan model akordion memudahkan aku untuk membagi-bagi jenis uang, misalnya kasbon uang kantor dan uang sendiri, atau uang besar dan uang kecil, bahkan uang cadangan untuk wanti-wanti ditilang polisi (aku menyiapkan 20ribu-an beberapa).
  5. Kulit luarnya (entah asli kulit atau semi fiber/plastik) terlihat kokoh dan empuk, tahan air.
  6. Kapasitas jelas lebih muat banyak daripada dompet lipat, karena aku juga memasukkan kartu namaku. Tapi kekurangannya hanya 1: kantong untuk kartu hanya ada 4. Sedangkan kartuku paling sedikit ada 8 (tidak termasuk ktp model jadul yg ukurannya besar itu). Jadinya 4 kartu sisanya aku taruh di lipatan kipas secara begitu saja (tidak teratur).

So far, aku sangat puas :)

Pages (2): « 1 [2]
free web site hit counter