9olda.net
Sep
19

Lingkungan Kerjaku

Total aku sudah pernah bekerja di 4 tempat (Qb Book Store, RS Pondok Indah, Showroom Honda, dan yang terakhir ini). Sudah 4 work-environment yang aku rasakan. Meskipun begitu, kerja di tempat sekarang memang paling nyaman.

Tempat kerjaku sekarang bisa dibilang small-home-office dengan 3 orang workers dan 1 bos. Office politik yang sangat aku benci, bisa dibilang tidak ada sama sekali. Bahkan kami saling membantu, kekeluargaan, saling mengingatkan dan suka jalan bareng.

Yang membuat kami bertiga unik: aku sebagai anak sulung (dalam keluarga) dan paling pertama masuk, Junjun yang memang anak tengah dan yang kedua masuk, dan Ririn sebagai anak bontot dalam keluarga dan dalam kerja. You know what, ketiga sifat sulung-tengah-bungsu ini sangat terlihat dalam lingkungan kami bekerja. Kalau aku dibilang bijak, tentu kalah daripada Junjun yang 2 tahun lebih tua daripada aku. Tapi sebagai yang lebih kenal dekat dengan bos, aku sering disuruh menghadap ke bos untuk urusan laporan ini-itu. Kekuranganku bisa dibilang: PELUPA. Nah, di aspek pelupa inilah aku membutuhkan Ririn yang pintar dalam hal memanage to-do-list.

Tapi jangan harap Ririn mau membantuku ketika aku ledek-ledekan sama Junjun. *huh!*

Kalau di sekitarku mati-matian, sikut-sikutan bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang banyak atau posisi yang tinggi, entah kenapa untuk yang satu ini aku merasa kalah. Penghasilanku tidak banyak dan aku tidak seberuntung mereka yang dapat kerja di luar negri (bahkan mungkin aku sudah tidak lagi tertarik untuk kerja di luar negri karena tempat kerjaku yang sekarang sangat nyaman). Nah itu dia, kenyamanan.

Aku tidak patah semangat untuk meneruskan kerja di tempat sekarang, karena dengan kenyamanan itulah, ide-ideku muncul dengan lancar. Bos menghargai segala bentuk kerjaku walaupun absensi pagi-ku sering merah. Dia memujiku cerdas, gesit dan integritas tinggi.

…dan yang paling penting, orangtuaku tidak kecewa dengan keberadaanku sekarang.

Itu semua yang menjadi motivator hidupku.

Sep
15

Cape De

Kemarin seharian aku dan Ririn ke Mangdu untuk beli beberapa perlengkapan kantor (hanger counter, manequin, beberapa usb flash, printer dll) dan sekalian me-regenerasi komputer Ririn yg entah sudah berapa kali hang dan ngaco karena virus entah darimana masuknya. Komputer tersebut kita serahkan ke toko langganan untuk diback-up data, format dan install ulang semua.

Pagi ini, aku menghabiskan 45 menit untuk membereskan kabel-kabel (LAN switch, UTP cable, printer, pc desktop, dll) karena gara-gara kusut, aku sampai tidak bisa membedakan kabel telpon yang masuk ke pc, telp dan telp paralel. Sementara itu, Ririn malah latihan BL dari VCD yg dipasang di pc ku.

Selesainya, aku capek, Ririn juga capek. Entah tiba-tiba mataku berkunang-kunang. Ohya, aku memang belum sarapan.

Sambil sarapan, aku mendengarkan lagu-nya Charlotte Church yang Christmas Album. Aneh memang, itulah aku. Dulu my mom pun sampai heran menemukan aku sedang mendengarkan lagu natal di tengah bulan Juni.

Aku suka mendengarkan lagu natal kapanpun aku mau. Lagu natal menenangkanku. Membuatku relax. Aku punya kenangan memasang pohon natal bersama papa sambil mendengarkan lagu natal.

Nanti kapan-kapan aku ceritakan.. (ceritanya sih sudah aku tulis, tapi alangkah baiknya aku publish ketika di bulan Desember).

Pages (3): « 1 [2] 3 »
free web site hit counter