diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Jun
28

Dear, aku menangis..

Posted @ 6:00 am - View Comments (21) -

Nanoe Biroe – Manusa Panak Manusa

Thanks to Dailyflashid

engap tangkah beli, ningehin munyin memen adine:
“I gus ape ke alih mai, dini sing nerima beduda”

sesel angkian beli, ningalin sebeng bapan adine:
“I gus tiang ngalih mantu, nanging sing ane care gus”

* luwung keneh beli kemu, nyalamin “om suastiastu”
nanging mantram sing maarti, ragan beli tusing maaji

Reff:
Beli masi manusa, bise ngeling, bise nyakit hati
beli masi manusa, panak manusa, beli masi ngelah ajin rage…

Mirib bapan adi uli pidan salah pergaulan
minab memen adine fans beratne datuk maringgih

jaman sube maju, presiden RI mapilih langsung
reformasi sube majalan, rakyat cenik milu maitung

* yening adi mula tresna, mai jak kawin lari
melaib atas nama cinta, atas asas kebebasan

(back to reff)

mule saje, beli jelema lacur,
nanging ento, tusing dadi tolak ukur
nak mule saje, penampilan beline lusuh,
nanging ne penting, beli sing demen ngai rusuh
uooohh uooohh uoooohhh…..

(back to reff)

pengap dadaku mendengar kata ibumu:
“hey nak, mau cari apa kesini, disini tidak menerima pengangguran”

sesal napasku mendengar kata ayahmu:
“hey nak, saya cari mantu tapi bukan seperti dirimu”

* tulus hati aku datang, mengucapkan “om swastiastu” (salam sejahtera)
tapi salam tak berarti, diriku tidak ada artinya

Reff:
Aku juga manusia, bisa menangis, bisa sakit hati
aku juga manusia, anak manusia, aku juga punya harga giri…

mungkin ayahmu sejak dulu salah pergaulan
sedangkan ibumu fans beratnya datuk maringgih

jaman sudah maju, presiden RI dipilih langsung
reformasi sudah berjalan, rakyat kecil ikut dihitung

* kalo kamu memang cinta, ayo kita kawin lari
lari atas nama cinta, atas asas kebebasan

(back to reff)

memang benar, aku orang miskin
tapi itu, tidak jadi tolak ukur
orang emang bener, penampilanku lusuh
tapi yang penting, aku tidak senang buat rusuh
uooohh uooohh uoooohhh…..

(back to reff)

Jun
25

Going To Twenty Five

Posted @ 12:01 am - View Comments (57) -

25 itu angka keramat bagiku.
Lahir tanggal 25, dan sekarang berumur 25.

Ah, makin tua. Bukan bertambah umurnya, mestinya makin berkurang umurku dan makin berat tanggung jawab hidup. Tidak seperti dulu saat baru ulang tahun ke 20, 5 tahun mendatang adalah proses perubahan dari abegeh menjadi dewasa. Mulai tau yang namanya politik di kantor, mulai di beri tanggung jawab lebih besar lagi, tidak ada hukuman seperti anak kecil / anak SMA, mulai tau grown-up relationship dan seluk beluknya.

Sekarang 25, yang aku lihat 5 tahun mendatang adalah sebagai perempuan, aku harus sudah mempersiapkan calon pendamping dan sebuah pernikahan. Btw, koq rasanya aku masih takut menikah yah? Takut berbagi segalanya, termasuk waktuku sehari-hari *halah*. Aku juga harus memikirkan karir dan tentu saja tempat tinggal terpisah dengan orang tua.

Ya ya ya, seperti tahun lalu, aku akan menikmati sehari ini sepuasnya, makan enak, ngumpul sama temen-temen, menyiapkan diri menerima kado-kado, dan menjadi cantik di hari ini.

Makasih buat warga Surabaya dan Malang dan 1 orang warga Jkt-Bali yang tepat hari ini merayakan ulang tahunku di Surabaya *heheheh*.

Terlebih banyak terima kasih atas kado manis dari Dearie atas wp-themes yang publish hari ini. Rasanya susah sekali meminta wp-themes dari cowok cakep dan manis yang jago desain satu ini. Sudah dari dulu aku minta, tapi baru kali ini dikabulkan.

Selamat ulang tahun, aku. I still love you, myself!

Jun
20

00:00

Posted @ 12:00 am - View Comments (9) -

Ketika kamu tau beberapa jam lagi masuk ke jam 00:00 di hari ulang tahun kamu, apakah kamu sengaja bangun dan menunggu sms ataupun telpon? Atau jangan-jangan orang tua mu atau bahkan adikmu masuk ke dalam kamarmu dan mengguyurmu dengan susu, ceplokan telor, fanta merah dan tepung? Kejadian yang tidak terduga ini yang biasanya mempunyai unforgetable moments.

Jujur saja, aku yakin kamu pasti sengaja bangun (atau memang belum tidur) untuk menunggu dari jam 23:50 sampai mungkin jam 1:00, untuk menerima sms.. dan beberapa telpon bahkan telpon berikutnya mengeluh karena masuk ke call-waiting. Bahkan seorang yang tidak pernah merayakan ultahnya ataupun tidak pernah dirayakan ultahnya ketika masih kecil pun pasti punya harapan untuk ditelpon tengah malam. Aku yakin itu.

Aku adalah seseorang yang akan menelpon temanku (apalagi someone spesial) tepat jam 00:00 di hari ulang tahunnya. Aku juga akan berusaha memberikan at least kado untuknya karena aku tau setiap orang pasti suka dengan yang namanya kado. Walopun sedikit perhatian (atau sedikit kado) aku yakin akan dihargai. Membuat orang lain senang sama dengan membuat hatiku ikut senang.

Tahun lalu dan 2 tahun lalu, aku mencatat record secara kronologis siapa saja yang memberiku selamat (sms, telpon, ataupun ucapan face to face). Kalo di hitung-hitung, list nya bisa jadi banyak (walopun ketika kita hanya melewatinya dalam satu hari spesial itu rasanya tidak begitu banyak). Tapi bayangkan, ketika mereka memberi ucapan selamat karena mereka ingat dengan kita (exceptional bila pengumuman ulang tahunnya dipublish di milis / blog, hehehe). Aku bisa bilang, ternyata teman-temanku masih ingat padaku. Dan at least, mereka memberikan perhatian padaku.

Ini artinya, aku tidak boleh menipu diriku dengan kecenderungan amnesiaku, dan mulai rajin mencatat tanggal ulang tahun teman-temanku, dan memberikan waktuku untuk mencari kado bagi mereka, dan mesti paling awal menunggu 00:00 untuk mengucapkan selamat ulang tahun.

Oh ya, bos baruku is another Cancer Girl.. 22 June’s on the way.

Jun
18

Ulasan

Posted @ 9:56 am - View Comments (12) -

Artikel yang aku baca hari ini di Kompas Minggu 18 Juni 2006 di halaman pertama bagian bawah berjudul “Fakta, Fiksi, Selebriti” oleh Dahono Fitrianto (thx 4 slash n burn-nya, aku paling malas untuk slash n burn) membahas tentang sinetron(?) Selebriti Juga Manusia (SJM) yang menceritakan kasus Cut Memey dan Angel Lelga di Trans TV membuat aku berpikir, tidak hanya menontonnya saja.

Selama ini, aku sebagai penonton acara infotainment (hanya supaya tidak ketinggalan berita, dan bisa menjadi pembuka topik ngobrol dengan teman perempuan lainnya) di TV membuat aku kenal dengan kasus-kasus mereka berdua. Ada waktu dimana aku tidak mengikuti acara tsb secara rutin, tapi dengan menonton sinetron SJM minggu lalu (yang tentang Angel Lelga) aku jadi paling tidak mengetahui latar belakang kenapa Angel Lelga tertarik dengan Rhoma Irama, yang semua orang tau dia punya istri (kyk gak ada cowok laen aja). Endingnya sih sama seperti apa yang di beritakan di infotainment, malah sudah bisa di tebak. Aku tidak mengomentari selera Angel atau aspek lain, ya hanya itu tadi, masih banyak ikan di laut, masih banyak cowok yang lain selain suami orang.

Bagaimana jika pihak-pihak yang terlibat dalam kisah sang artis keberatan?

Menurut Aries Ananda, Planning & Scheduling Department Head Trans TV, sudah ada perjanjian bahwa apabila ada tuntutan hukum dari pihak ketiga, yang bertanggung jawab adalah Indika sebagai pembuat sinetron itu.

“Entah fakta, entah fantasi. Yang jelas kami membuat sinetron itu berdasarkan kisah yang dituturkan selebriti yang bersangkutan,” ujar Shanker RS, produser SJM dan salah satu pemilik Indika Entertainment. … SJM seolah menjadi pelengkap atau suplemen bagi tayangan infotainment.

Shanker sendiri mengatakan, jika ada tuntutan hukum dari pihak-pihak yang keberatan dengan isi cerita, penanggungjawabnya adalah artis/selebriti yang bersangkutan. “Karena kami membuat skenario berdasarkan cerita dari artis itu. Kami ini ibarat percetakan yang hanya mencetak gagasan orang lain. Isi di luar tanggung jawab percetakan,” ujarnya.

Shanker mengakui bahwa kisah yang disinetronkan tersebut hanya mengambil satu sudut pandang saja, yakni dari penuturan si artis. “Kalau ada pihak yang keberatan dan punya versi cerita yang lain, tidak usah pusing. Kami bisa membuatkan lagi sinetron versinya dia kok, asal dia mau membintanginya saja.”

Katakanlah memang ADA pihak ketiga yang tidak setuju dan meminta pertanggung jawaban. Ketika ingin menuntut, Trans TV melemparkan kepada Indika. Indika pun akan meneruskan lemparan tersebut ke si artis. Bisa jadi bila si artis dituntut, mungkin dia akan berujar “kalo gak mau gue beberin, lo gak perlu ngelakuin hal tersebut ke gue dong?!”.. ohh.. jadi pada ngga puas nih? Gampang, kalo si pihak ketiga gak puas, tinggal bikin saja sinetron versi dia. Yeah, persis seperti acara infotainment yang main perang kubu satu dan kubu lainnya.

  1. Padahal, maupun si artis, produser, dan juga stasiun TV, semuanya dapat profit dari cerita tersebut, tapi main lempar tanggung jawab. Sebegitu berharganya-kah sebuah ‘cerita’?
  2. Eniwey, ‘gagasan’ atau ide pertama itu siapa yang punya sih? Artisnya atau produsennya? Koq gak mau ngaku?
  3. Lalu, sejak kapan pihak pencetak (walopun biasanya tertulis “di luar tanggung jawab percetakan”) di bebaskan dari tanggung jawab? Berarti pencetak uang palsu bisa bebas dong?
Jun
15

15 June [dot] com

Posted @ 12:12 am - View Comments (17) -

Kalo hari ini tanggal 15 Juni 2006, apa yang pertama kali kamu ingat? Persis seperti tahun lalu, aku pasti ingat si cowok cakep di Bali yang pasti menggunakan tanggal lahirnya untuk domain dia. Memang narsis, walopun tahun ini dia tidak begitu narsis dengan hanya memposting 1 lirik lagu dan tidak membuka comment-nya.

Tahun lalu, aku ingat ulang tahun Dental (yang saat itu aku bahkan belum tahu nama aslinya) setelah sehari atau dua hari. Aku belum rutin berkunjung di ‘rumah’nya saat itu. Aku kenal link url nya dari Andry. Di comment postingannya yang Dental publish tanggal 15 Juni itu sudah banyak yang mengisi (terlihat sekitar 100-an lebih). Begitu ku buka, ah.. isinya spam dari Andry dan Nana yang merayakan ulang tahun Dental dengan sahut-sahutan sehingga menjadi membludak. Lucu sekali. Aku baca satu persatu! Aku juga meninggalkan ucapanku sampai dua kali.

Tahun ini entah kenapa dia merasa kurang cukup narsis untuk tidak posting tentang hari ini (mungkin aku juga deh, nanti), tapi aku bangga menjadi yang pertama untuk menelpon dia tepat jam 12 malam WITA. Meskipun tidak begitu semarak dengan keramaian, aku harap kamu bisa menikmati hari ini spesial karena setahun sekali.

  • Mudah-mudahan wish mu di kabulkan sama penguasa di atas sana.
  • Oh ya, selamat menikmati warna rambut barumu yang berwarna ungu tua.. err.. fotonya boleh ku publish di sini ngga? Hihihi.
  • Bagi yang ingin memberi selamat kepada Dental, boleh di arsipkan di postingan ini. *wink*

mwah!

Updated:
Rambut Ungu Dental yg baru
Dan ini dia cache google postingannya setahun yang lalu. Thx Dearie.

Jun
05

Puddy

Posted @ 9:25 pm - View Comments (18) -

Tepat tanggal 29 Mei kemarin seusai pulang dari warnet yang sempat chatting dengan sedih, ketika aku jalan kaki tiba-tiba terdengar suara menangis seekor anak anjing di dalam basket sepeda yang sedang bersandar di depan toko. Anak anjing itu kedinginan dan gemetar sambil nangis. Kasihan memang. Tanpa kupikir panjang, segera aku hangatkan badannya dengan tanganku. Sambil mencari-cari yang punya, aku menoleh kiri kanan, lalu datanglah seorang ibu muda yang punya sepeda. Dengan sedikit bicara, (dia malah sempat mengajak aku ngomong bahasa Serbia yang aku tidak ngerti sama sekali) akhirnya anjing itu jadi milikku. Rupanya dia juga baru menemukan anak anjing itu setengah jam yang lalu entah dimana. Uh.. apa kata nenek nanti kalau anjing di rumah bertambah 1 lagi?

Di perjalanan pulang aku berpikir, bagaimana menghadapi nenek, bagaimana menghangatkan anak anjing, memberi makan apa, ras apakah, bagaimana membersihkan kotor kaki anak anjing dari jaketku (uh.. di sini gak ada laundry), dan.. mau dikasih nama apa? Hihihi.. Ku beri nama dia Puddy.

Setelah melewati nenek (Puddy berhasil membuat nenek kasihan dengan tatapan memelas penuh berkaca-kaca dan lucunya lompat sana lompat sini), mulai mengajari Puddy untuk tidak boleh masuk dapur atau dalam rumah lainnya. Ketika besoknya aku ingin pergi pun dia mengikutiku jalan sampai gerbang, dan ketika ditutup dia malah menangis memanggilku (uh..).

Puddy mulai berteman dengan Bobby (anjing betina dewasa yang sudah dipunyai nenek selama 3 tahun) dan tidak selalu mengikutiku, sambil mengekspolrasi seluruh taman nenek. Entahlah, sepertinya Puddy adalah anjing jantan, dan beruntunglah Bobby dengan daun mudanya (kelak). Puddy bisa bermain gigit leher dengan Bobby, dan sebaliknya, atau berkenalan dengan ke-6 kucing nenek, atau suka ngikutin nenek ketika keluar dari dapur. Puddy juga suka menapakkan kedua kaki depannya ke kakiku, kaki nenek, akibatnya celanaku jadi kotor karena telapak kakinya. Iya, aku harus mengajari yang satu ini.

Sepertinya Puddy anjing kampung eropah biasa (walopun nenek insist dia adalah jenis Fox-Terrier) dengan bulu agak panjang dan moncong berjenggot sedikit. Jadinya, Puddy sering terlihat menggaruk lehernya. Uh, termites, parasites, dan semua kutu anjing! Kasihan juga kecil-kecil sudah menderita untuk garuk sana sini.

Pagi tadi aku ingat untuk mampir ke pet shop, aku beli dog shampoo seharga 260 dinar. Sebelum aku ke warnet siang ini, aku curi-curi waktu saat nenek tidur untuk memandikan Puddy di kamar mandi (kalau nenek sampai tau, dia pasti ngamuk dan ngomel sepanjang sungai Danube!). Oke, siapkan pemanas ruangan kamar mandi (udara di luar masih dingin sekitar 20 Celcius), hair dryer, shampoo, copot jam tangan. Aku tidak menemukan kain yang tepat untuk Puddy, yasudah harus puas hanya dengan hair-dryer.

Aku yakin tidak satupun anjing (maupun kucing) suka dimandikan, seperti halnya Garfield selalu punya seribu akal untuk kabur dari Vet. Puddy cukup diam ketika dimandikan. Pertama, basahi lehernya dan langsung beri shampoo di bagian leher. Garuk-garuk leher hingga busanya banyak. Cukup lama sekitar 5 menit aku menggaruk dan aku sudah mendapat banyak kutu yang masuk dalam sela-sela kuku tanganku *yuck*. Mulai menyabuni bagian badannya, aku juga dapat banyak kutu di bagian dadanya. Kenapa leher dulu yang disabuni? Supaya kutu yang sedang pesta pora di bagian badan tidak kabur ke arah telinga Puddy.

Pokoknya sambil menyabuni sambil menggosok, sambil menyabuti kutu yang mati dan muncul di permukaan bulunya. Huh, banyak banget! Sekitar 50 kutu ada mungkin. Mau jijik bagaimana lagi, aku mesti tanggung jawab dengan Puddy yang kubawa ke rumah, mau tidak mau. Dan proses menyabuni-membilas dilakukan sampai tiga kali, sampai aku tidak melihat ada kutu lagi di badan, leher, kepala, atau permukaan bulu lainnya. Ketika mengeringkan bulu-bulu, tetap ada kutu-kutu yang satu persatu jatuh dari bulu keringnya.

Ketika aku balikkan ke luar (bulu di kepala, leher, badan dan punggung sudah kering, kecuali kaki-kakinya) Puddy langsung menuju tembok yang kebetulan tidak rata, untuk menggaruk. Uh-oh, masih ada kutu rupanya. Dia menggaruk bagian telinga (Ha!). ketika ku cek telinganya sih tidak terlihat ada kutu, tapi aku rasa beberapa kutu (sedikit mungkin) sudah masuk cukup dalam untuk menyelamatkan diri, dan aku tidak tahu harus bagaimana kecuali melihat sedih dan kadang tertawa karena cara dia menggaruk sampai berputar badannya.

Syukurlah sebentar kemudian Puddy sudah normal lagi dan bermain-main lari-larian. Mudah-mudahan Bobby cukup rajin membersihkan diri sehingga tidak memproduksi kutu juga. Ketika aku jalan kaki menujur gerbang, Puddy masih mengikutiku. Tapi ketika aku ingin menyentuh kepalanya, dia sudah kabur jauh-jauh. Hahaha.. Puddy takut padaku.

Berikut foto Puddy yang ternyata lihay bergaya ketika di foto.
Puddy

Jun
01

Csaba Gulyás

Posted @ 9:11 pm - View Comments (14) -

Gara-gara sudah kecanduan internet, selama liburan sebulanku di Senta (Serbia) aku tidak tahan untuk tidak menyentuh internet. Tanya mantan, dia bilang si Csaba (baca: Chaba) yang aku kenal 3 tahun yang lalu punya internet cafe (warnet) di dekat piac (pasar). Sambil bersiul riang, tiap siang (dari jam 2-6) aku datang ke warnetnya Csaba, Cybergate.

Sejak ktemu Csaba 3 tahun yg lalu, aku ngerasa koq dia pdkt ma aku. Tapi aku masih menganggap itu hanya main-main. Ketika ktemu Csaba tahun ini, pdkt nya tidak berubah dan makin gencar. Walopun dia sibuk dengan kerjaannya, dia masih menyempatkan diri untuk datang ke Cybergate dan bertemu denganku di sela-sela aku ngejunk, arisan ataupun ceting.

Hah.. Csaba itu punya cewek, namanya Livia. Baru 3 bulan, seorang nurse (yearite). Sebelumnya dia pacaran dengan Monika selama 7 tahun dan baru putus Januari tahun ini. Dia bilang, dia inget 3 tahun lalu aku pernah bilang ke dia, bahwa aku gak mau jadi pacar kedua nya. Dan Csaba bilang, kalo dia tau aku akan dateng, dia gak akan jadian sama Livia, which is menurut dia pacaran dengan Livia (yang menurut dia kurang smart) hanya untuk supaya dia punya seseorang yang memperhatikan dia, daripada kosong.

Jelas, 3 tahun yang lalu aku gak mau mengganggu hubungan mereka, gak mau juga dijadikan pacar keduanya, sekarang pun juga tidak. Tapi berhubung aku dapat akses gratis internet (top member) gak enak kalo gak melayani dia ngobrol (ngobrol doang gak ada salahnya kan?). Nemenin Csaba ngobrol aku jadi sedikit tau banyak tentang dia.

Csaba (24thn) anak kedua dari berdua doang dengan kakaknya, Zoltan (26thn) (panggilannya Zoli). Ketika bapaknya meninggal skitar 4 tahun yang lalu, mau gak mau kedua anak ini mesti ngurusin warisan, kerjaan dan duit yang di tinggalkan. Kalo 3 tahun yg lalu Csaba punya kapal untuk tempat tinggalnya, sekarang kapal itu harus di jual karena bisnis Zoli yang sempet ambruk. It seems like Zoli lebih cekatan dalam hal teknikal, dan Csaba sudah terbukti lihay dalam hal bisnis. Csaba punya 6 tempat kerja (aku tidak hafal semua) dari Cybergate, 2 toko baju di Subotica, some transportation office, lainnya aku gak tau, dan yang terakhir yang sedang dia kerjakan adalah dia membeli sebuah tempat di dekat rumahku (karena rumahku dekat dengan tengah kota, good location) untuk dibuat sebuah resto pizzeria yg dia beri nama Jail.

Jail ini ceritanya mau dibuka tanggal 2 Juni, tapi sepertinya molor jadi 9 Juni. Makanya setiap hari dia sibuk berada di Jail untuk mengatur semua interior dan peralatan dan segalanya. Well, he’s the boss. Aku sering dia ajak ke toko ini itu untuk beli perlengkapan Jail. Dari peralatan toilet tamu, dishes, sampai resep segala. Iya, dia mau taruh chinese food dalam menu nya.

Ngomong-ngomong tentang chinese, jadi teringat kenapa dia pdkt aku abis-abisan. Dia bilang gini. Dulu dia punya impian, ingin punya istri asian girl, tinggal di Senta dengan rumah kecil dan nyaman, punya mobil Ford Mustang 2 pintu (aku lupa tipe nya apa), dan punya kerjaan dimana-mana. Ketika mau ke kota besar, tinggal nyetir sekitar 1-3 jam (tergantung kota yang mana, Beograd atau Budapest sama saja jaraknya). Tapi tinggal di kota kecil, suasana tenang, area yang tepat untuk membersarkan anak, bla bla bla. Yang sudah dia punya hanya Ford Mustangnya saja. Calon istri, sedang mencoba mendekati.. aku.

Duh.. aku bilang berkali-kali padanya, aku punya pacar. Lagian masa mau LDR lagi dengan jarak Jakarta-Senta (oh tidak). Aku bilang, nonsense *dengan tertawa*. Aku bilang, kamu hanya ingin ‘mencoba’ aku, bukan serius. Entahlah, dia cukup pd dengan menawarkan diri sebagai calon suami yang berpendapatan +/-3000 Euro (sekitar 40juta) per bulan, sama agamanya, bisa ngasi Serbian & Hungarian Citizenship. Duh..

CsabaKalo kemarin-kemarin aku sibuk menghindar darinya, hari ini aku ditemani olehnya untuk mengurus Serbian Citizenship untukku. Telpon hp nya tidak berhenti berdering! Persis seperti bisnismen super sibuk. Tampangnya pun jadi serius, saat itu aku baru perhatikan, tatapan matanya tajam (hihihi). Secara fisik, Csaba termasuk tambun, mirip Isdah. Tapi dia punya dada dan bahu yang besar karena olahraga kickboxing, katanya. Dia juga sering bilang padaku “aranyos vagy”, “szep vagy”, dan merayu ingin jadi suamiku, bla bla bla. Hahaha.. begini toh cara European Guy flirting. Dia tidak pede ketika aku minta fotonya dia, apalagi ketika aku bilang foto itu ingin ku publish ke websiteku. Aku berhasil motret dia sedikit dengan kamera hp (yah, seadanya).

Tidak, aku tetap tidak tergoda, walopun Hendro sudah mendorong-dorong aku untuk menerimanya atau kalau tidak diberikan saja untuk dia. Hahaha.. *menepis dorongan Hendro* Hus.. malu ah sama orang bule, tauk :p

Tadi pagi aku melihat keponakan Csaba (anak dari Zoli dan istrinya), namanya Emma. ADUH CUTE BANGET! Masih umur 1.5thn. Damn, kalo aku menikah sama Csaba, aku bisa dapet bayi bule bermata biru dan berambut pirang kyk Emma gak yah? Hehehe.. tempting! < < demi pemirsa blogku, nanti aku mencoba mendapatkan foto Emma >>.

Gosip paling update: Csaba cerita kalo dia denger gosip tentang Kori, bahwa Kori sudah tau kalo Csaba mendekati aku dan mungkin dia berpikir aku jadian dengan Csaba. Dan, Kori kesal sekali. Hihihi.. -end of gossip-

free web site hit counter