9olda.net
Mar
29

Draft Apologize Letter / Draft Surat Permintaan Maaf

Aku lagi bongkar-bongkar barang-barang dan kertas-kertas untuk disortir masuk ke keranjang sampah, aku menemukan ini. Rasanya sayang sekali bila draft ini tidak dibagikan kepada siapapun dari kalian yang membutuhkan. Feel free to copy it.

Dear..

It makes me sad that I have to write a letter like this to you. But what ever happens to us I feel that I have to say something to you. Regardless from what happened on .. (time).

I realize that I’m wrong, and nothing can changes that. No matter what excuse I give, doesn’t changes the fact that I made a mistake. So I don’t want to make any excuses.

But one thing I want to say to you is I realize my mistake, I regret my mistake and I’m willing to learn from my mistake. Now the question is will you still gave me another chance?

God created mankind in His own image but with one big difference, we are not perfect. It is out duty in life to try to be as perfect as possible. Will you help me learn how to be more perfect by forgiving me and giving me another chance?

It is always harder try to fix something broken than just to throw it out of the window. Now I’m asking you to do the hard thing. Please don’t throw our relationship out just like that. I trully hope that you can forgive me.

Ini yang sudah di translate ke bahasa indonesia.

Dear…

Membuatku sedih dengan menulis surat ini untukmu. Tapi apapun yang terjadi pada kita, aku harus bilang sesuatu sama kamu, dari apa yang terjadi .. (waktu).

AKu menyadari bahwa aku salah, dan ngga ada yang bisa ngerubah ini. Ngga akan ada alasan apapun yang akan ngerubah bahwa aku memang salah. Jadi aku ngga akan beralasan.

Tapi satu hal yang aku mau bilang: aku menyadari bahwa aku salah, aku menyesali bahwa aku salah dan aku ingin belajar dari kesalahanku. Sekarang, apa kamu mau memberiku kesempatan lagi?

Tuhan menciptakan manusia mirip dengan Dia, hanya ada satu perbedaan, kita tidak sempurna. Ini tugas kita dalam hidup untuk menjadi sesempurna mungkin. Maukah kamu menolong aku untuk belajar bagaimana menjadi lebih sempurna dengan memaafkan aku dan memberiku kesempatan?

Akan selalu lebih susah untuk membetulkan sesuatu yang sudah patah daripada membuangnya lewat jendela. Aku mengharapkan kamu untuk mencoba yang lebih susah dari ini. Please, jangan buang hubungan kita begitu saja. Aku sangat mengharapkan kamu menerimaku lagi.

Mar
27

Priceless Time To Think

Kita cuman diberi 24 jam dalam sehari. Bagaimana cara kamu mengatur jam-jammu itu? Aku yakin waktu tersebut berharga. Ngga terasa tiap detik berlalu, umur makin tua, rasanya sayang juga menghabiskan detik-detikmu hanya duduk di depan komputer untuk kegiatan yang gak jelas. Tapi bagiku rasanya lebih rugi menghabiskan waktu 2 jam di pagi hari dan 2 jam di sore hari hanya untuk berkutat dengan kemacetan Jakarta. Oh yeah, aku akan pindah rumah dan bela-belain untuk kost demi waktuku yang berharga untuk tidak habis di jalan bengong dalam kemacetan.

Pernahkah kamu menyadari kapan kamu punya waktu untuk berpikir? Atau jangan-jangan kamu sudah lupa rasanya berpikir. Bukan, bukan memikirkan pekerjaan, atau memikirkan pacar, atau barangkali memikirkan pelajaran sekolah yang belum selesai. Aku sendiri punya waktu untuk berpikir itu. Tidak terjadwal, tidak juga disengaja. Mungkin ada sebagian orang punya waktu-waktu tertentu untuk berpikir, misalnya, my mom punya kebiasaan untuk berpikir saat dia sedang mandi. Malah ada yang punya kebiasaan berpikir saat di wc. Ah, aku mana bisa berpikir saat mandi? Aku paling bosan bila tidak sambil mendengarkan musik saat mandi.

Sore tadi aku melakukan ritualku berbelanja di Carefour Lebak Bulus. Ah, itu benar-benar ritual yang sudah aku hafal letak barang-barangnya. Bahkan jalur troleyku pun sudah ada trayeknya. Nah, disaat melakukan ritualku lah aku berpikir. Aku berpikir tentang jalan hidupku, tentang apa visi hidupku, apa yang kuinginkan, apa yang telah terjadi, seperti flashback juga sih. Uniknya, sambil aku berpikir, aku juga melakukan kegiatan belanja, bahkan sambil menyetir pulang pun aku masih belum berhenti berpikir.

Disaat itulah pertanyaanku muncul. Apakah kamu juga berpikir seperti apa yang kurasakan? Saat kapankah itu?

Pages (6): [1] 2 3 » ... Last »
free web site hit counter