Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.
Sejak kumpul di perayaan Imlek, sabtu kemarin, aku dan semua saudara sepupu sepakat hari libur di hari Selasa ini rencana mau pergi bareng. Tau sendiri bahwa tahun baru Imlek inilah pertama kali aku bisa pulang ke Malang, bertepatan juga dengan saudara dari adik papa nomor 3 yang punya 3 anak tuh lengkap semua ada di malang (2 nya kerja di Surabaya, 1 baru saja selesai kuliah di Melb). Ya ya, padahal yang bikin ide adalah ibu mereka.
Tapi kenapa malah mereka bertiga yang gak jadi ikut. Sibuk? Alasan? Ada janji? Ada ketemu ini itu? Gak bisa ditundakah? Dan segudang alasan mereka satu per satu. Kapan se kita terakhir kumpul semua? Niat gak se jalan sama kami?
Arrghhh… !! @#$%^&&*
Semua ini gara2 NIAT. Kamu niat gak untuk pergi sama aku? Klo niat, apapun alasannya pasti kamu akan berusaha untuk mengedepankan prioritas bersama ku. Sama halnya dengan apakah kamu niat meninggalkanku? Klo memang kamu niat, kamu akan buat segudang alasan untuk itu.
Mumpung bentar lagi aku bermaksud memakai jasa transportasi udara, ada baiknya aku memberi tips-tips tentang perjalanan dari rumah sampai naik pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Seperti yang kita ketahui bahwa Bandara Soekarno Hatta terletak di Cengkareng, lumayan jauh dari tengah kota (antara utara-barat), membuat kita berpikir mengenai transportasi menuju bandara. Jika saat aku kecil sering bolak balik Jakarta-Malang/Surabaya, selalu di antar dengan kendaraan pribadi, tapi di jaman sekarang yang bensin tidak lagi murah, begitu pula dengan listrik, minyak bumi, telpon, dan harga-harga sembako, mobil pribadi bukanlah jalan keluar yang efisien dan efektif apalagi harus bolak balik, kecuali kamu membawa koper yang besar dan berat.
Tips..
- Seperti kali ini kepergianku ke Malang (via Surabaya), aku sudah meninggalkan sebagian pakaianku di Malang, maka dari itu barang bawaanku tidak lebih dari 1 backpack ukuran sedang. Paling tidak, kalau aku ada ekstra bagasi, lebih baik kukirim lewat jasa pengangkutan seperti Tiki yang tidak begitu mahal juga.
- Perhatikan jam keberangkatan pesawat. Biasanya aku menyiapkan 2,5 jam sebelum jam keberangkatan pesawat untuk sudah harus siap berangkat. Bagi yang tukang ngaret seperti aku, durasinya bisa ditambah seperlunya.
- Pesan Blue Bird? Wah, tunggu dulu! Sebelum kenaikan bensin tanggal 1 Oktober 2005, dari rumahku ke Bandara bisa habis 75ribu, sekarang bisa 150ribu! Gila. Makasih deh. Aku minta diantar oleh ojek dekat rumah ke terminal Blok M, biaya cuman 10ribu.
- Dari Terminal Blok M, aku jalan menuju daerah dekat SMA 6, pool-nya Bis Damri khusus ke Bandara. Menunggu paling lama setengah jam. Bis besar dengan AC dan supir berpengalaman (pernah sekali AC-nya mati di tengah jalan, mereka menawarkan tukar bis, sebegitu perhatiannya). Biaya hanya 15ribu dengan perjalanan setengah jam sampai 45 menit.
- Sesampai di Bandara, langsung masuk menuju tempat Check-In, dapatkan tempat duduk paling enak, yaitu window seat di row emergency exit, karena kakimu bisa selonjor luas. Setelah itu, baru menghabiskan waktu di lantai atas dengan baca tabloid gosip atau beli lah paling tidak 1 yang murah untuk menemani sepanjang perjalanan di pesawat.
- Jangan lupa beli camilan, apalagi bila naik pesawat murah yang biasanya tidak menyediakan makanan in-flight.
- Jangan lupa bawa jaket, biasanya di pesawat tuh dinginnya suka ngga kira-kira.
Next time aku akan membuat tips dari turun pesawat hingga sampai di rumah.
Pool Bis Damri:
- Kemayoran (Jl. Angkasa No.17B)
- Gambir (Belakang Stasiun Kereta Api Gambir)
- Rawamangun (Dalam Terminal Bus Kota Rawamangun)
- Blok M (Belakang Blok M Plaza)
- Kampung Rambutan
- Pasar Minggu
- Lebak Bulus
- Terminal Baranangsiang, Bogor
Siapa sih yang ngga tau grup ben Dewa? Atau at least bagi jaman jadul, mereka sempat memakai nama Dewa 19. Sejak Once menjabat menjadi vokalis dan Tyo menjadi drummer, Dewa seakan mempunyai aliran yang cukup beda dari Dewa 19-nya. Eh tapi kabar baru kalo Album barunya Republik Cinta pake nama Dewa 19 lagi? Niwey, bukan itu yang mau aku sampaikan. Aku yakin, kamu-kamu semua pasti punya memori tentang lagu-lagu Dewa.
Saat kemarin aku menunggu samwan dengan samtingnya, aku dikasih 2 Album Konser Dewa oleh samwan yg laen lagi. Aduh senangnya. Lagu-lagunya campuran dari jaman Dewa 19 dan Dewa sekarang, dan pastinya lagu yang ngetop! Langsung ku ambil mp3 playerku, hapus semua album Greenday yang Kerplunk dan Hanson yang Middle of Nowhere, masukin 2 Album Konser Dewa dan Album baru Dewa. Thanks, YC!
Nih playlist nya:
- Separuh Nafas
- Restoe Boemi
- Aku Milikmu
- Cukup Siti Nurbaya
- Bukan Rahasia
- Mistikus Cinta
- Lagu Cinta
- Elang
- Kasidah Cinta
- Pupus
- Cemburu
- Kosong
- Bunga
- Dua Sejoli
- Hidup Adalah Perjuangan
- Juara Sejati
- Angin
- Manusia Biasa
- Arjuna
- Roman Picisan
- Kamulah Satu-satunya
Nah, sekarang tentang memori.
Terakhir aku menonton PL Fair, saat Dewa manggung dengan mengusung lagu barunya di Album Bintang Lima. Ya, saat Dewa manggung, aku malah di luar area sekolah PL untuk mencari mobil karena sudah ditunggu Mom di rumah. Damn.. nasib masih anak SMA.
Selama 5 tahun aku kuliah di UI, sudah 3 album keluar. Jadi memori tentang kampus UI identik dengan Dewa. Fak Hukum hampir saja sempat menampilkan konser Dewa yang aku sudah beli tiketnya, tapi terpaksa mereka membatalkan konsernya Album Cintailah Cinta entah kenapa. Perjalanan ke kampus tidak bosan-bosannya menyetel kaset Dewa diulang-ulang. Teman-teman kampusku juga penggemar Dewa banget. Cocok deh. Bahkan album Arjuna Mencari Cinta-nya yang sempat habis dimana-mana, kubela-belain cabut kelas untuk ngejar sampai ke Depok Mall dan Depok Plaza yang katanya masih ada kasetnya. Aku masih ingat, ngerjain tugas D3 di salah satu kost temanku di dekat kampus, ditemani lagu-lagu Dewa.
Tahun ajaran S1 Ext. juga tidak luput dengan Album Laskar Cinta yang menemani ujian terakhir di bangku perkuliahan dan semester terakhir magang sebelum lulus. Lagu Pangeran Cinta menemaniku pembuatan Business Plan yang harus kuketik 30 halaman selesai dalam 3 hari dengan beberapa gelas kopi dan rokok. Lagu Restoe Bumi menemaniku menikmati masa-masa indah untuk beberapa bulan. Lagu Separuh Nafas mengingatkanku Inul joget (hihihi). Lagu Arjuna mengingatkan Chicis (keponakan mantanku) yang bisa nyanyi hanya bagian teriakan sesudah “..akulah arjuna.. “, lucu sekali! Lagu Cemburu aku ingat Ditta saat masih menjabat jadi Store Manager di QB PI.
Yang paling kuinginkan adalah menonton konser Dewa dengan leluasa, sambil lompat dan teriak mengikuti lagu. Eh, sudah ya? Tapi aku malah malu untuk melakukan itu semua *norak banget* HAHAHA. Biarlah Album Konser ini yang menemaniku teriak dan loncat-loncat di kamar, sendirian *smirk*.
Jadi, apa memorimu tentang lagu-lagu Dewa? You tell me!
Kemarin gw abis ktemuan sama Wira dan Nauval. Duo cowok domisili S’pore ini punya khasnya masing-masing. Nauval dengan movie freak, chatty dan dengan baik hati mau membuatkan resume ku dalam bahasa inggris. Wira, yang bagiku baru bertemu muka setelah kenal di hari yang sama aku kenal dengan Didats. Beberapa kali mampir ke blognya, chatting, menjadi downline ku di milis, menimbulkan kehebohan sedikit tapi ya sudahlah™ itu sudah berlalu.
Wira: “Golda, nanti ketemuan di PIM2 ya”
Golda: hmm.. PIM2 deket sama kantorku “Ayuk ayuk.. Wira ajak pacar yah! Biar gak berduaan”
Wira: “Yuli gak bisa deh kyknya. Ada Nauval koq”
Golda: “Oh OK deh.. c u there”
Setelah bertemu.. setelah ngobrol sejaman.. sempat terlintas
Wira: “Kenapa lo kelihatannya ketakutan gitu kalo misalnya kita ketemuan berduaan?”
Golda: “Err.. ya supaya gak menimbulkan.. ”
Wira: “Lo kyknya jadi paranoid takut dibilang flirting ya?”
Golda: “Err.. iyah..” *muka kecut*
Paranoia ku terbentuk akibat image pandang selama ini. Actually i dont even care what people thought because I know what I’ve done, tapi mau tidak mau harus mengikuti permainan yang ada. Pelan.. aku ingin menunjukkan apa yang terjadi sebenarnya.
golda: wah.. kakek dental memang sudah waktunya kembali ke kamar panti jompo
dental: nenek golda juga sering amnesia rupanyah
Berapa kali gw dibilang pelupa? Amnesia? Lupa tentang kerjaan. Lupa tentang janji sama my mom. Lupa sama utang (uhuy). Lupa sama jam kerja 9-5. Lupa waktu (tukang ngaret). Lupa atau malas? *upss… skip skip!*
Bermula sekitar bulan Oktober 2003 ketika aku berhenti menulis jurnal atau yang biasa ku sebut diary. Beda dengan blog ini, jurnal ku lebih menulis (bukan mengetik) arsip tentang kehidupan keseharianku. Sehingga masih bisa ku-recall kapan aku terakhir ketemu dengan samwan di samwer, atau membeli samting.
Ririn: *sambil mengintip aku menulis postingan* Lo punya 20rb? Gw mo ngembaliin utang kemarin 30rb neh..
Golda: BAGUS AKHIRNYA INGET!!
Baru pagi tadi gw masukin file CV ke dalam USB Flash yang dari jaman jadul itu (bentuk jadul dan warnanya jelek, gak keren sama sekali deh) untuk di-update di kantor. Begitu gw buka di kantor, dem.. gak ke ditek sama sekali. Duh, mesti ganti baru, sedangkan gw udah merasa attched dengan USB Flash gw yang jelek ini. *Biarpun jelek, tapi berfungsi dan membantu gw banget. Dan yang penting, gw dapetnya gratis*.
Gw inget banget pertama kali dapet USB ini dari my mom, pas dokter komputer (teknisi komputer langganan rumah) dateng untuk menginstall CPU baru (HD=”80Gb”; RAM=”1Gb”; ID=”bulan”) di kamar gw. Dia mention tentang 1 gadget yang namanya USB Flash, dan dia menerangkan apa gunanya, dll. Gw minta dibelikan sama mom, eh ternyata dia sendiri punya 2 (my mom emang gadget lovers). Dia kasih USB Flash yang lama ke gw, sedangkan punya dia yang merk yg bagusan *halah, teuteup*. Hmm..itu tahun 2003 akhir kalo gak salah.
Selama dua tahun menjalani kuliah, USB gw sangat membantu, apalagi kalo lagi males nyatet slide di depan. Kelas selesai, USB-ku tinggal colok dan copy file slides nya. Di rumah dibaca/belajar? Tentu tidak, dibuat 1 page jadi 8 slides, di print, di potong2 dan dijadikan keprek’an. *giggles*..
Makasih ya USB ku.. selama ini aku suka mengejek dirimu, menerlantarkan kamu, using you without care and tenderness, but you helped me alot.
Baru aja masuk kerja hari Senin, dapet cerita..
Bapaknya Ria sedang sholat subuh, ketika sms masuk ke hp-nya. Istrinya ngecek, ternyata dari mantan pacar si bapak. Alhasil di rumah terjadi cek cok dan perebutan dukungan dari Ria. Siapa yang salah? Yang pasti Ria yang ketiban sial, mau ngebela bapak kandungnya atau ibu tirinya (yang juga adik ibunya yang sudah meninggal). Pusing.
Di saat yang sama, Ria yang sedang jalan dengan TTM nya, papasan dengan Slamet, pacarnya. Gelagapan dia menjelaskan bahwa si Fery adalah sodaranya. Entah Slamet percaya atau tidak, tapi yang pasti wajah Ria tercium bau rokok, padahal Ria tidak merokok.
Ayah dan anak koq sama-sama ke-gep.
Nb: cerita memakai nama dan status asli, toh mereka semua tidak eksist di dunia maya.
Gue barusan ngeliat iklan Star On Stage di ANTV, bukan tertuju pada 1 artis yang akan manggung di hari kamis berikutnya, tapi cuplikan beberapa artis yang pernah tampil, dan…
*Jreng jreng..*
Wajahku muncul sedetik! Close Up pula!
Wakakakk…
Terlihat sedang melihat ke arah Once Dewa, sambil bertepuk tangan ke atas, pakai jaket biru dan rambut diikat.

Mona kedapetan pasien bule. Cakep banget katanya! Namanya Mark. Mark bilang, dia lebih comfort pakai bahasa inggris. Lucunya, si dokter malah ngga bisa bahasa inggris, jadi Mona yang coba menterjemahkan.
Ya ya ya, cakep bukan segalanya, karena melihat penyakitnya, eww.. yuck. Si dokter bilang ke Mona, untuk bilangin ke Mark.. “tolong kasi tau supaya di Indonesia ini dibiasakan mandi dua kali sehari, dan sering-seringlah ganti underwear, agar selangkangannya ngga gatelan”.
Bored bored bored bored…
What else can amused me in this unreal world? Blogwalking? Download this n that? Pr0n? Gossip or news? Exciting mailing-list? Chatting? YM Conference? Everything is boring!! Internet helps me to get through my Long Distance Relationship. No more, no less. None can make me laugh, happy, tempting to know everything, ‘coz everything seems dull and insipid. Strange it is, when my internet connection is unlimited, and then I get bored.
Terlibat dalam beberapa masalah yang memakai perasaan™, membuatku menjauh dari komputer sementara untuk menemui mereka yang membutuhkanku. Dear, I’ll be happy to help you. After all, I need another distraction besides internet too.
In two weeks, I’ll go to Malang to attend Chinese New Year at my dad’s big family. It’s been 14 years I stay in Jakarta and not a single time I have time to go to Malang for this celebration. Like, how to bow, to say pao-pao, to say xie-xie after receive angpao, since I’m a big girl now and already have a job *smile*. For real, I’ll be missing all my cousins. Oh yes, I’ll fly with Sherly, my cousin. She’s doing her magang in Jakarta, after she finished all her classes in Petra University, Surabaya. Yes, we’ll go together.
Here, I’m sharing a little laugh ness for you.. please, have a look.
Kapan hari itu aku perlu memperbaiki handle pintu ke arah dapur. Pintu yang paling sering digunakan itu sudah mulai menunjukkan keletihannya, sehingga handlenya tidak bisa lagi mengerjakan tugas yang biasa dia kerjakan *halah*. Mom sedang tidak ada di rumah, jadi ini menjadi tugasku untuk menyelesaikan hingga benar kembali.
Kebetulan aku masih ingat toko penjual handle pintu tersebut, karena dulu pun aku yang beli. Tapi masalahnya, toko itu hanya buka di hari kerja (senin – jumat). Akhirnya aku telat (seperti biasa) berangkat kerja untuk mampir ke jalan Fatmawati. Bagusnya, si tukang, Pak Yanto, masih ingat dengan aku, handle pintu yang kubeli, dan ingat rumahku, padahal itu sudah 4 tahun yang lalu. Dia janji akan datang ke rumah setelah pulang kerja untuk mengganti ‘rumah’ kunci dengan yang lebih kokoh.
Pertanyaannya:
Kenapa kebanyakan toko-toko barang yang kita perlukan sewaktu-waktu saja (seperti toko bahan bangunan, toko perkakas perbaikan rumah, bahkan toko sodtware hardware komputer, dll) hanya buka senin – jumat, walaupun kadang-kadang sabtu juga buka setengah hari? Bayangkanlah aku yang waktu kerjanya senin – jumat, ataupun orang lain yang waktu kerjanya bahkan senin – sabtu siang, perlu ke toko tersebut. Jadi dimana kesempatannya pembeli bertemu dengan penjual?
Sejak kapan aku memasak? Dunia sudah gila rupanya. Sejak kecil aku tidak tinggal dengan my mom, tapi dengan papah dan bersama kakek nenek. Nenekku sendiri memang suka terjun langsung ke dapur mengawasi pembantu memasak, tapi selalu mengusirku bila sudah bermain-main dengan makanan. “Ngrusui wae“, katanya.
Tinggal dengan my mom tahun 1991 juga tidak membuat aku menyentuh dapur, karena my mom sendiri tidak pernah terjun ke dapur. Saat my mom masih kecil juga sering diusir oleh nenek untuk tidak ‘ngrusui wae‘.
Selama tiga tahun di SMP ada pelajaran PKK Memasak. Paling tidak, aku pernah bisa memasak, walopun tidak handal karena practice makes perfect, yearite. Ya ya ya.. aku tidak bilang bahwa aku tidak bisa memasak, tapi sekarang aku bisa bilang bahwa aku tidak suka memasak. Kenapa? Karena aku paling tidak suka melihat dapur kotor karena lengket percikan minyak goreng. Lebih baik dapur itu digunakan untuk merebus, mengukus dan memanggang. Atau paling tidak menggunakan microwave oven. Kalaupun ingin yang digoreng, mending beli di luar deh.
Pagi ini aku memang out of my mind. Beberapa hari yang lalu aku mengidam Mashed Potato, atau sering juga disebut Puree Kentang. Aku sudah beli kentang, bawang bombay, jeruk lemon/lime, margarine bluben dan susu putih segar. Baru pagi ini aku punya motivasi (niat) untuk membuatnya. Berikut penjelasannya:
Ambil dua kentang ukuran sedang, potong-potong melintang supaya nanti mengupas kulitnya mudah. Ambil panci diisi air yang cukup untuk merendam semua potongan kentang, masukkan 1 sendok makan garam dan sedikit merica putih bila ingin agak pedas. Tutup panci, dan rebus hingga kentang menjadi empuk. Menunggunya jangan sambil chatting ya, hehe..
Setelah empuk, angkat semua kentang, kupas kulitnya seperti mengupas jeruk. Gampang banget koq, asal hati-hati karena kentangnya cukup panas. FYI, kalau kulitnya bersih, bisa dimakan, tapi kalo ngga doyan ya ngga papa dibuang. Setelah semua kentang sudah dikupas, hancurkan dengan menggunakan garpu besar yang banyak giginya. Tambahkan dua sendok margarin bluben dan setengah gelas susu putih segar kedalam lumatan kentang, hancurkan hingga lembut.
Ada tambahan, sesuai selera, potong-potong 1/4 bawang bombay bentuk kotak-kotak kecil, dan peras satu buah jeruk lemon/lime untuk menambah rasa segar. Campurkan semua itu kedalam lumatan kentang. Done.. berikut screen shoot:

Resep didapat dari ibunya Kori di Yugo.
Entah kenapa tahun ini fakir tanggalan baru 2006.
Biasanya akhir bulan Desember, aku sudah pegang tanggalan baru, entah dari Mom, kantor, supplier atau kadang hadiah dari toko. Hingga hari ini, aku baru dapat satu. Heran deh. Tumben kantorku tidak buat tanggalan. Heran juga bank langganan keluarga juga tidak berbaik hati mengirim tanggalan kali ini. Heran, karena kantor Junicy yang satu lagi belum ngasih tanggalan. Heran karena tidak satupun supplier percetakan langganan menyumbang tanggalan. Lebih heran lagi, kali ini RSPI telat membuat tanggalan, karena tanggalannya baru jadi setelah Januari (akhirnya hari ini aku dapat tanggalan dari RSPI). Dan yang paling heran, yang mengalami fakir tanggalan 2006 bukan cuman aku!
Gunanya tanggalan apa sih? Wah ya macem-macem, dari mencatat jadwal ketemu supplier, mencatat jadwal mens, sampai mencari harpitnas, merencanakan mengunjungi kekasih dan rebutan jatah liburan dengan teman sekantor.
“Aku nge-tag liburan paskah yang seminggu ya!” kataku.
Asik asik asiiikkkk…

Hanya mau mengingatkan..
- mantan ku yang di S’pore utang Rp.3.630.000,- tinggal nunggu dia gajian dan ngumpulin duit buat bayar ke aku, yang janjinya Januari ini.
Ekh… emangnya aku badan pengkreditan ya? Tukang minjemin duit?? Mana gak pake bunga lagi!!
Hmm.. ditabung atau beli tiket ke Bali ya?
Kemarin aku pergi ke kondangan teman D3 ku. Aku pikir sekalian reunian dengan teman-teman. Hanya saja, sayang sekali yang datang akhirnya cuman 4 orang termasuk aku. Entahlah, kenapa teman-teman yang lain koq jadi malas datang. Padahal si groom yang sedang di pelaminan sudah mengabarkan via japri dari aku.
Aku meluncur ke Taman Mini sendirian, bahkan pakaianku terkesan simpel. Dengan short dark blue dress yang dipadu dengan dark blue jeans supaya terlihat chic dan slim. Yang tadinya kupakai sepatu all-star™, sudah kuganti dengan sandal ber-hak 3cm yang manis. Walaupun dengan was-was takut nyasar karena tidak begitu tahu daerah Taman Mini, tapi dengan tanya sana sini, akhirnya sampai juga di Gedung Sasana Adiguna.
Aduh, aku baru ingat dengan upeti yang tidak enak kalo tidak nyumbang, hehehe. Nah ini, untungnya aku suka menyimpan uang pecahan macam-macam seperti 10rb-an, 20rb-an, 50rb-an dan 100rb-an di lipatan dompet bagian dalam. Biasa kugunakan di saat-saat darurat seperti di tilang, atau seperti saat ini. Ku robek 1 lembar notebook-ku untuk melipat uang tadi menjadi semacam amplop kecil. Simple kan? Done.
Aku bertemu dengan Lily+pacar, Farhan, Hermawan (Wawan) si orang Bima yang dari semalam aku lupa melulu namanya *nyengir*. Antrian tidak panjang, maka kami setor muka dulu. Mulai mencari makan seadanya pun rasanya mulai malas, tapi yasudahlah, ikutan antri bersama teman-temanku.
Saat makan, kami mulai bergosip, eh.. bertukar cerita mengenai kami sendiri, dan teman-teman yang lain. Wih, aku saja sudah mulai lupa dengan nama-nama mereka. Apalagi nama-nama dosen yang eksentrik, hihihi.
Sebelum pulang kami merekam moments tersebut.
Beberapa kali hari ini dadaku sesak serasa gak bisa napas.. Tadi sore, malam ini..
Aku salah ya? Sucks! Gagal? Aku gak mau flirting. Gak ada maksud. Tapi kyknya bahasaku masih disalah artikan. Sore tadi ada yg kesel, meskipun bukan sama aku. Tapi mau gak mau kepikiran. Aku coba berpikir tenang, walopun tugasku menenangkan orang. Akunya jadi serba salah. Aku jadi males.. malam ini dihabiskan hanya nonton DVD.
Kemarin malem gw ketemuan sama Lola dan ke4 teman kantornya. Salah satunya ada yang ngebacot terus, namanya Dimas. Betul, gw gak bisa brenti ketawa. Setiap celoteh dari mulut dia keluar kata-kata kocak yang bikin gw ngakak dan akhirnya berakhir dengan muka merah. Ya memang gw punya nick “suster” dan pernah terkenal dengan julukan “tukang flirting” *thx to Lola yang udah mempublikasikan… dan gw jadi sasaran empuknya Dimas*.
Dear all, Dimas ini tampangnya MIRIP ABIS sama sobat gw Santi yg sedang di Amrik sono. Kalo gw bilang MIRIP ABIS, dear all, memang mirip abis. Gw kira Dimas ini kakak ke3 nya si Santi.
gw: Dimas, lo punya adek cewek?
Dimas: punya!
gw: dia sekarang lagi dimana?
Dimas: err.. dimana gitu.
gw: err.. siapa namanya?
Dimas: err.. *senyum nakal* gw gak punya adek. Tapi gw sering dibilang mirip samwan.
gw: soalnya mirip banget sumpah, eh.. kyknya gw bawa fotonya deh.
Dimas: mana mana? gw pengen liat tampang gw dengan versi cewek..
*gw mengeluarkan foto Santi*
Dimas: err… *speechless I think*
gw: mirip kan? dibilangin koq gak percaya ..
Note for Dimas, gw gak takut dengan SPAMM lo di shotbox gw. Silahkan pasang shotbox supaya gw juga bisa SPAMM di blog lo. *nyengir* Atau bisa tinggalkan comment di postingan tentang lo ini… Hihihi…
Met tawun baruw ya semuanyah..
Yaiks.. tahun ini umurku jd tambah tua *sigh*.. harus memikirkan nick pengganti young n chic deh.. Tahun baru gw gak suka melakukan refleksi-tahunan / interopeksi diri.. that’s sucks! I want to be who I am. Kalopun gw berubah bukan karena moment tahun baru atau lainnya, tapi dari diri gw sendiri. Another hobby yang pengen Suster Idaman tinggalkan, yaitu gak mau dikenal sebagai tukang flirting lagi di Kampung Gajah. Mau ganti hobi ah..