Sejak kumpul di perayaan Imlek, sabtu kemarin, aku dan semua saudara sepupu sepakat hari libur di hari Selasa ini rencana mau pergi bareng. Tau sendiri bahwa tahun baru Imlek inilah pertama kali aku bisa pulang ke Malang, bertepatan juga dengan saudara dari adik papa nomor 3 yang punya 3 anak tuh lengkap semua ada di malang (2 nya kerja di Surabaya, 1 baru saja selesai kuliah di Melb). Ya ya, padahal yang bikin ide adalah ibu mereka.
Tapi kenapa malah mereka bertiga yang gak jadi ikut. Sibuk? Alasan? Ada janji? Ada ketemu ini itu? Gak bisa ditundakah? Dan segudang alasan mereka satu per satu. Kapan se kita terakhir kumpul semua? Niat gak se jalan sama kami?
Arrghhh… !! @#$%^&&*
Semua ini gara2 NIAT. Kamu niat gak untuk pergi sama aku? Klo niat, apapun alasannya pasti kamu akan berusaha untuk mengedepankan prioritas bersama ku. Sama halnya dengan apakah kamu niat meninggalkanku? Klo memang kamu niat, kamu akan buat segudang alasan untuk itu.
Mumpung bentar lagi aku bermaksud memakai jasa transportasi udara, ada baiknya aku memberi tips-tips tentang perjalanan dari rumah sampai naik pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Seperti yang kita ketahui bahwa Bandara Soekarno Hatta terletak di Cengkareng, lumayan jauh dari tengah kota (antara utara-barat), membuat kita berpikir mengenai transportasi menuju bandara. Jika saat aku kecil sering bolak balik Jakarta-Malang/Surabaya, selalu di antar dengan kendaraan pribadi, tapi di jaman sekarang yang bensin tidak lagi murah, begitu pula dengan listrik, minyak bumi, telpon, dan harga-harga sembako, mobil pribadi bukanlah jalan keluar yang efisien dan efektif apalagi harus bolak balik, kecuali kamu membawa koper yang besar dan berat.
Tips..
- Seperti kali ini kepergianku ke Malang (via Surabaya), aku sudah meninggalkan sebagian pakaianku di Malang, maka dari itu barang bawaanku tidak lebih dari 1 backpack ukuran sedang. Paling tidak, kalau aku ada ekstra bagasi, lebih baik kukirim lewat jasa pengangkutan seperti Tiki yang tidak begitu mahal juga.
- Perhatikan jam keberangkatan pesawat. Biasanya aku menyiapkan 2,5 jam sebelum jam keberangkatan pesawat untuk sudah harus siap berangkat. Bagi yang tukang ngaret seperti aku, durasinya bisa ditambah seperlunya.
- Pesan Blue Bird? Wah, tunggu dulu! Sebelum kenaikan bensin tanggal 1 Oktober 2005, dari rumahku ke Bandara bisa habis 75ribu, sekarang bisa 150ribu! Gila. Makasih deh. Aku minta diantar oleh ojek dekat rumah ke terminal Blok M, biaya cuman 10ribu.
- Dari Terminal Blok M, aku jalan menuju daerah dekat SMA 6, pool-nya Bis Damri khusus ke Bandara. Menunggu paling lama setengah jam. Bis besar dengan AC dan supir berpengalaman (pernah sekali AC-nya mati di tengah jalan, mereka menawarkan tukar bis, sebegitu perhatiannya). Biaya hanya 15ribu dengan perjalanan setengah jam sampai 45 menit.
- Sesampai di Bandara, langsung masuk menuju tempat Check-In, dapatkan tempat duduk paling enak, yaitu window seat di row emergency exit, karena kakimu bisa selonjor luas. Setelah itu, baru menghabiskan waktu di lantai atas dengan baca tabloid gosip atau beli lah paling tidak 1 yang murah untuk menemani sepanjang perjalanan di pesawat.
- Jangan lupa beli camilan, apalagi bila naik pesawat murah yang biasanya tidak menyediakan makanan in-flight.
- Jangan lupa bawa jaket, biasanya di pesawat tuh dinginnya suka ngga kira-kira.
Next time aku akan membuat tips dari turun pesawat hingga sampai di rumah.
Pool Bis Damri:
- Kemayoran (Jl. Angkasa No.17B)
- Gambir (Belakang Stasiun Kereta Api Gambir)
- Rawamangun (Dalam Terminal Bus Kota Rawamangun)
- Blok M (Belakang Blok M Plaza)
- Kampung Rambutan
- Pasar Minggu
- Lebak Bulus
- Terminal Baranangsiang, Bogor