Aneh, sejak kemarin. Perasaanku sedih, mellow, suka termenung. Senyum jarang sekali menghiasi wajahku. Baru kali ini aku memasuki bulan Desember, bulan favorit ku dengan perasaan sepi. Aku tinggal sendiri, tidak punya pacar, teman-teman jaman kuliah juga sedang sibuk sendiri. Pekerjaan mulai membuatku bosan, karena sepertinya aku bekerja dengan tidak ada visi misi. Buat apa aku rajin masuk kantor tapi pulangnya ke rumah.. nginternet sampai jam 9, lalu tidur. Aneh kan?
Biasanya, tiap tanggal 5 Desember memperingati hari St. Nicholas Day. Aku ingat dulu ada kebiasaan memasang kaus kaki natal di depan kamarku. Dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 25, tiap hari diisi hadiah kecil-kecilan dari mama. Kadang isinya bros, sabun unik, pensil bentuk lucu, dll. Untung saja anak mama pada saat itu masih satu..
Satu lagi kebiasaanku saat memasuki bulan Desember, yaitu memasang pohon natal. Seperti tahun-tahun yang lalu, aku selalu memasang pohon natal sendirian. Mama sedang tidak di Jakarta, adikku tidak tertarik. Ah.. biarlah, biar nanti malam aku mulai memasangnya sendiri. Adakah yang menikmati pohon natalku? Well, Dental said on the sms, “he will”.
-28 November 2005-
Hari ini hari terakhir sebelum besok Cintah pergi ke Bali untuk nyambut gawe di sana. Ah, aku selalu mendukung apapun langkah yang Cintah ambil. Aku tau ini demi kebaikan dia yang hingga sekarang belum pernah merantau. Biarlah sesekali dia menjadi lebih mandiri, mencoba artinya jauh dari rumah, dan pastinya, di lingkungan lain, kota lain, bahkan pulau lain.
Pagiku kurang menyenangkan. Aku bangun dengan badan sedikit menggigil. Selesai mandipun aku kedinginan, padahal mandi dengan air hangat. Seharian ini aku memakai kaos lengan panjang, padahal tahu sendiri Jakarta sumuk-nya seperti apa. Malas berangkat kantor sudah menjadi makanan sehari-hariku.
Pikiranku sudah berkecamuk sejak kemarin malam, sehabis aku curhat dengan mamaku. Mamaku seakan menyesali hubungan kami yang sudah putus ini. Banyak petuah-petuahnya yang kudengarkan serasa air sejuk dari gunung. Sepertinya beban yang selama ini aku rasakan mulai hilang.. menguap..
Sorenya aku pergi dengan Cintah menuju ke Kampus UBL untuk Cintah pamitan dengan teman kuliahnya (teman Lab). Perkawanan mereka sudah erat sejak dulu, karena itu mereka sangat perhatian terhadap keadaan Cintah. Kita menyempatkan foto-foto bersama sebagai kenangan, dan Makan-makan™ di warung Pakde Kirno.
Malamnya giliran pamitan denganku. Cintah dan aku duduk di dalam rumah, di ruang depan, kita melakukan kegiatan yang paling kita sukai.. yaitu ngobrol. Sudah banyak sekali wejangan yang telah aku sampaikan, jadi aku tidak akan menambahnya. Jadi kita hanya menikmati ngobrol-ngobrol ringan sambil sesekali merenung.
Sejam lebih rasanya hanya 1 menit! Perlahan-lahan Cintah beranjak pulang, aku hanya bisa melepas kepergiannya.. dan menyadari bahwa esok hari aku tidak bisa melihatnya.
Cintah, take care, belajar yang banyak!
nb: tulisan ini sudah nongkrong di draft sejak tgl 28 Nov dan baru di publish sekarang.