9olda.net
Nov
29

Melepas Kepergian Cintah.. (part 2)

- 26 dan 27 November 2005 -

Sesuai rencanaku, aku mengajak Cintah menghabiskan wikennya sebelum berangkat ke Bali tanggal 29 Nov, ke Bandung. Cintah bisa dibilang belum pernah ke Bandung, aku pun sudah lama sekali terakhir ke Bandung. Kita berangkat sabtu pagi, bertiga dengan Nugi sebagai pemandu kami, naik si gajah kecil merah-ku, melewati tol yang terkenal dengan slogan Jkt-Bdg hanya 1,5 jam.

Pagi hari itu agak hujan, tapi gajah kecil merah bergerak dengan lincahnya, salib kiri salib kanan, bahu jalan pun jadi pilihan. Sesampainya di Bandung, kami meluncur ke kantor Bunda. Sudah ada Rendy dan Jay. Tak lama datang juga Fajri, Deden, Surur. Tidak sabar aku mencoba Es Duren yang jadi andalan Fahmi si kumis lele dumbo.

Tujuan utama kita adalah bermain bowling di Plaza Dago. Kita main 3 row! Dari Cintah yang first time player sempat membuat Strike paling tidak sekali, hingga Jay dan Nugi yang sepertinya tidak mau kalah saingan. Bahkan, Nugi berhasil membuat Strike sambil menelpon di henponnya. Sore menjelang malam Joan, Henky dan Edi + kekasih ikut bergabung, kita habiskan untuk melihat seperti apa sih yang namanya CiWalk. Dilanjutkan dengan nge-snack di PotLuck hingga tengah malam dan dinner nasi campur.

Besok siangnya kita sempatkan untuk makan siang di Batagor Kingsley, yang juga tempat dimana terjadi press release antara Suster Idaman dan PBK. Sebelum pulang, kita mampir ke Yoghurt Cisangkuy sambil jalan-jalan ke Gedung Sate. Ah, Bandung memang tempat makan *sambil lesu menunduk melihat perut yang semakin berlemak*. Tidak terasa liburan kali ini musti berakhir. Kami ber3 pamitan untuk kembali ke Jakarta.

Terima kasih untuk warga Kampung Gajah di Bandung. Kalian benar-benar memanjakan Cintah. Aku ikut senang karena Cintah menikmati liburannya.

Cintah, tidak terasa waktuku makin sedikit.. tinggal 2 hari lagi.

to be continued…

Nov
25

Melepas Kepergian Cintah.. (part 1)

- 24 November 2005 -

Siang tadi aku ke tours & travel dekat kantorku untuk memesankan Cintah sebuah tiket one way ke Bali, berkenaan dengan diterimanya Cintah di perusahaan asing di Denpasar, Bali. Selesai membeli tiket untuknya, kita janjian makan siang di Pho 24, Pondok Indah. Sejak kepulanganku dari Malang selama 5 minggu, baru sekarang kita bisa ketemuan yang santai sambil ngobrol.

Suasanya jadi romantis. Sejak kepergianku, kita jarang ngobrol seperti ini, padahal ngobrol adalah moment yang paling kita nikmati. Dia bercerita tentang rencananya untuk terbang ke Bali untuk langsung bekerja (bukan hanya interview lalu pulang lagi menunggu keputusan). Baru aku menyadari, 5 hari lagi aku tidak akan melihat Cintah lagi. Air mataku menetes.. Ya, kita memutuskan untuk tidak meneruskan perjuangan ini.

Sorenya kita bertemu kembali untuk makan malam bersama. Kita memutuskan untuk ke Kampus UBL-nya Cintah. Sepanjang perjalanan tidak henti aku menyampaikan petuah-petuah, pesan-pesan, dan tidak henti-henti juga air mataku menetes.

Setiap aku mengingat kampus UBL, selalu ingat Cintah. Cintah selalu menemaniku saat aku membuat skripsi di komputer kampus UBL. Kita sering ngobrol disana, bermain internet bersama, menikmati kehangatan di ruangan lab yang dingin, bermain CS bersama teman2 Cintah, mengajariku HTML dan CSS, terkunci gerbangnya oleh satpam, makan nasi goreng sampai selalu mampir ke warung Pakde Kirno untuk makan ikan gurame goreng khusus pesananku, main basket, memulai perjalanan ke Anyer, mojok berdua, aduh.. banyak sekali moment-moment di kampus UBL. Air mataku selalu menetes mengingat itu semua. *hapus air mata yg udah dari tadi membasahi pipi dan bajuku*

to be continued..

Pages (3): [1] 2 3 »
free web site hit counter