Sudah seminggu ini aku pergi bekerja menggunakan transportasi bis antar kota. Bagi yang biasa tinggal di tengah kota seperti di Jakarta, mana pernah terpikir untuk naik bis kota yang sudah panas, sesak, sering tidak dapat duduk, macet, dan segala macam yang membuat tidak nyaman.
NYAMAN. Kata ini benar-benar berarti sekali bagiku. Sebagai seorang cewek yang lahir di bintang Cancer, nyaman sudah merupakan suatu keharusan dalam setiap kesempatan. Dalam memilih baju, misalnya, nyaman adalah nomer 1, model baru nomer 2. Dalam memilih kasur, meskipun dikasih kasur baru, kalo tidak nyaman ya maaf saja, mending aku ambil lagi kasur lamaku. Begitupula dengan bis antar kota, yang aku bisa bilang bahwa naik bis antar kota memberikan kenyamanan bagiku!
Nyaman, atau dalam bahasa inggris comfortable, membuat aku betah, kerasan. Bagiku, tidak masalah menggunakan bis antar kota, daripada kesusahan mencari mobil dan supir nganggur untuk mengantarkan aku kerja. Belum lagi melihat kemacetan orang-orang yang mengantri bensin sebelum naik, belum juga memikirkan biaya bensin bolak balik Malang - Sukorejo - Malang yang mulai tanggal 1 Oktober akan naik.
Perjalanan dengan bis antar kota tidak pernah ada kata macet. Tiap 5 menit selalu ada bis dengan rute Malang-Surabaya, yang pasti melewati Sukorejo. Biayanya Rp.3000 dan dapat karcis yang bertuliskan kota-kota yang dilewati rute bis ini.

Postingan ini kembali menceritakan kenapa aku kerasan selama tugas kerja disini. Tentu saja tidak hanya karena bis-nya, tapi kembali ke rumah papaku. Rumahku sejak aku lahir hingga aku umur 10 dan meninggalkan Malang untuk ke Jakarta. Kangen Malang, kangen rumah Papa..
***
Ada Band - Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)
Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu, buatku melambung
Disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala, mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi, yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan, dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku, terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu, kan bergulir kembali
Kurindukan suasana, basuh jiwaku
Membahagiakan aku, yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu, yang pernah terlewati . Reff.
Tadinya rencana pulang hari ini, tapi dengan catatan kerjaanku selesai hari sabtunya. Hari minggu tidak kupilih sebagai hari pulang, karena harga tiket yang biasanya lebih mahal. Karena disini Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai, jadi otomatis pekerjaanku tidak bisa dikerjakan, dan waktunya bersenang2.
Minggu pagi aku ajak keluargaku yang di Malang untuk mendapatkan free privilege dari tempat kerjaku. Kubawa mereka masuk ke area satwa dengan free ticket, free facility, free makanan satwa (sengaja memberi makan supaya satwa nya masuk jendela dan bisa memegang kepalanya). Adik2ku bener2 kegirangan, dan aku puas dengan membuat mereka senang.
Sesudah menghabiskan di area satwa dengan memakan waktu sampai 2 jam, giliran memasuk area rekreasi. Kubawa mereka ke Baby Zoo, memegang anak orang utan, anak white tiger, anak leopard, dan lainnya. Bebas memotret bersama, gratis pula. Tidak lupa membawa mereka untuk masuk ke Rumah Hantu (Puri Misteri). Sayang, adikku menutup mata dan kupingnya.. jadi ngga bisa merasakan nikmatnya menonton orang ketakutan. Aku? aku sudah tahu rahasia isinya.. aku pernah masuk backstage nya dengan jalan kaki dan lampu nyala. Jadi sudah ngga takut lagi… hihihi.. another privilege.
Jam 3 mereka pulang, aku bertemu dengan teman masa kecilku, Vonny. Dia datang bersama orangtuanya, yang merupakan teman kecilnya papaku. Trus ada suami barunya (baru menikah tanggal 20 Sept kemarin) dan orangtua suaminya. Aduh kangen banget ketemu Vonny, padahal terakhir kita ktemuan itu Januari 2000 saat kita sama2 ke Bali. Aku kaget banget pas ketemu mereka di areal parkir, aku ngga nyangka banget mereka ada rencana main ke sini. Aku teriak pas ngeliat Vonny, langsung meluk dia.. wah.. wajahnya ngga berubah.. tapi lebih chubby sedikit, hehehe..
Aku mulai kerasan tinggal dan kerja disini, semua karyawan yang jumlahnya 300-400 orang sudah kenal aku. Aku mudah dikenal karena berbaju bebas dengan bernametag, plus kulitku yang putih. Aku bebas naik motor kesana kemari, main ini itu, naik ini itu. Orang2nya lebih ramah karena kekeluargaan. Mungkin juga karena aku bisa bahasa jawa seperti mereka.
Perjalanan dari tempat kerja ke Malang juga tidak melelahkan bagiku. Meskipun perjalanan yang termasuk jauh, tapi aku tidak mengeluh. Dari depan rumah aku langsung mengambil angkot AMG (Arjosari Mergosono Gadang) sampai terminal Arjosari, lalu naik bis apa saja yang jurusan Surabaya (sangat amat banyak), tinggal duduk di depan dan bisa rileks sedikit sambil memejamkan mata untuk melewati waktu sekitar 45 menit. Lalu berhenti di perempatan Sukorejo, aku naik ojek (banyak juga) untuk naik ke area kerjaku. Gampang kan?
Kalau workernya selesai sesuai deadline dariku, hari Senin tanggal 3 akan pulang ke Jakarta. Tapi tidak lama lagi aku akan ke Surabaya lagi, karena proyek kedua sudah menunggu.