diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Jul
31

Little Hacker

Posted @ 7:20 pm - View Comments (20) -

Lagi ceting sama Cisco Freek, dia cerita kalo perusahaannya yang jual Cisco di Dubai, menjadi sponsor dari acara yang diadakan oleh Peppermint Club. Saat kubuka site nya, terdengar lagu techno. Wah.. lucu juga lagunya. Dan sepertinya aku pernah dengar sebelumnya. Langsung saja aku cari-cari source nya.

Aku menyadari bahwa musik yang terdengar pasti embedded dengan Macromedia Flash yang dipakai. Kebetulan aku belum menguasai Flash, jadi aku mencoba tanya ke Alarix, secara dia anak TI getoo. Dia menggunakan OS Linux yang saat itu tidak bisa mendownload (entah apa maksudnya) tapi menggugah keinginanku untuk bisa berhasil mencari source lagu tersebut. Dia menyarankan aku untuk download Sothink SWF Decomplier untuk mengambil file musik tersebut. Sambil ceting, ku download juga.

Download finished, install finished too. Noted, bahwa aku mendownload trial 6 hari. Kubuka site Peppermint Club di IE karena kebetulan Sothink SWF Decomplier hanya menerima IE sebagai media-nya. Di tombol toolbar sudah terdapat icon Sothink SWF Decomplier dan aku tinggal meng-click. Software ini mendeteksi 6 file SWF. Ada yang namanya component_music, tapi aku tetap ngga ngerti mesti diapain. Aku coba lihat kolom sebelah kanan, terdapat isi dari component_music, di folder Action:

// Action script…

// [onClipEvent of sprite 9 in frame 1]
onClipEvent (initialize)
{
name = “SOUND”;
URL = “/includes/xml_component_music.asp”;
maxChars = 15;
streaming = true;
autostart = true;
handCursor = true;
}

Aku mengenali sebuah URL yang rasanya bisa disambung dari main site-nya. Kucoba menyambungnya menjadi:

http://www.peppermint-club.com/includes/xml_component_music.asp

Noted: tolong diingat bahwa aku bukan anak TI.. jadi hal-hal begini adalah baru bagiku.

Anyway, isinya aneh, hanya tulisan:

Peppermint Club – Peppermint Lounge364544 Peppermint Club – Peppermint Lounge364544 Peppermint Club – Peppermint Lounge364544 Peppermint Club – Peppermint Lounge364544 Peppermint Club – Peppermint Lounge364544

Dengan rasa curiga, kubuka source nya. Ha! Baru kutemukan alamat file musiknya! Dengan muka licik, ku download lagu-lagu itu. Salah satunya bisa di download disini.. ini lagu yang kusuka, yang lainnya biasa saja. :D

Anyhow, aku juga sedang ceting dengan Kazev, kuceritakan tentang site dan lagu itu, dan dia juga tertarik. Secara dia anak TI, hanya dengan waktu 5 menit, dia sudah menemukan link lagunya. *gubrak*. Bahkan dia sedang mendownload total 68 file lagu. Hmm.. jangan lupa burn 1 cd buat aku yaa ;)

Thanks to:

  • Cisco Freek: untuk mengenalkan site ini, dan menggugah hatiku untuk mencoba nge-hack kecil-kecilan.
  • Alarix: untuk mengajariku software Flash Decomplier. Eh, seharusnya file musik itu sudah terekam di Temporary Files ku, bukan? :p
  • Kazev: untuk ngeburnin 1 cd lagu.. gratis, lumayan buat temen dugem di kamar.

Senang aku.

Jul
29

Sepam SMS

Posted @ 4:57 pm - View Comments (10) -

Aku dapat SMS seperti ini:

SELAMAT!! Anda Men_dpt”GREND PRIZE”Rp,45jt priode 2005/06 dr XL COMINDO
Hub Call Center: 085-691294598, 021-9264-8349
Pengirim:
+818

From: +628174807332
16:31 14-Jul-05

Gue heran, hari gini masih ada yg mau nipu orang pake sms berhadiah. Coba lihat aja nulis nya aja ngga bener.
Gimana orang Indonesia mau maju kalo masih ngerjain hal begini??

Jul
26

Golda Di Goda

Posted @ 2:52 pm - View Comments (35) -

Di suatu sore aku sedang ke suatu supermarket kecil khusus makanan Jepang di daerah Wijaya Center, namanya Cosmo.

*Maido Okaiage Arigato Gozaimasu*
*Matano Okoshio Omachi Shiteorimasu*

Aku sedang melihat-lihat makanan di deretan mesin pendingin, berpikir untuk membeli satu set sushi.
“Belinya sebentar lagi aja, mbak” kata seorang pramuniaga.
“Hmm.. kenapa? Kena diskon ya?” tanyaku.
“Iya, Mbak” jawabnya.
“Memangnya kapan jam diskonnya?”
“Itu, bentar lagi mbak, jam 6″ katanya sambil menunjuk jam.
Aku melirik ke arah jam tanganku, sudah jam 6 tepat.
“Mana Mas? Udah belum? Kan udah lewat jam 6″ jawabku keukeuh.
“Tunggu sebentar lagi aja.. emm.. baru pulang kuliah ya, mbak?”
“Hm.. pulang kerja” kataku tegas, sambil mulai curiga.
“Ohh.. kerja dimana, Mbak?”
“Hm.. pondok indah”
“Di pondok indah dimananya, Mbak?”
Keukeuh juga, pikirku. “Di Rumah Sakit Pondok Indah” jawabku, ngarang.
“Ohh.. perawat ya, Mbak? Atau resepsionis?”
“Hm.. Customer Service”
“Ohh.. rumahnya jauh ya, Mbak?”
“Enggak”
“Emang dimana, Mbak?”
Aduh.. ngapain sih ni orang? “Di Ampera sini koq”
“Ohh.. kirain jauh, Mbak. Kirain di Tangerang atau dimana gitu”
Aku: hanya tersenyum simpul.
“Boleh ngga, Mbak? Mampir kapan-kapan?”
“Haa..? Mampir kemana?” pura-pura ngga tau.
“Ke Ampera, Mbak” sambil nyengir..

*gubraks*

Aku kabur..

Jul
22

Giving Choices

Posted @ 7:38 am - View Comments (21) -

Aku ada jeruk bali dan pisang, make a choice…
Emm.. aku terserah kamu
Gak boleh, kamu harus pilih salah satu!
Hmm..” *lama sekali* “.. Kalau begitu, aku pilih pisang saja
Kenapa?” dengan sedikit rasa kecewa karena sebenarnya dia tahu kalau tadi sore aku sengaja membeli jeruk bali untuk dimakan bersamanya.
*diam..*
Aku ngga mau merepotkan, kalau pisang, tinggal kupas lalu dimakan. Kalau jeruk bali kan harus memotong-motong terlebih dahulu
*mukaku cemberut*
Kamu mau aku pilih jeruk bali? kalau memang begitu, kenapa memberi pilihan tadi?

***

Welcome to Females World! She’s giving her man choices, but despite that, she has her own choice. And she’s stick with it. So what’s the point of giving him choices? Or does she wished that he’ll understand her in the inside? Or just being emphaty? Still a mistery, I guess.

What do you think?

Jul
22

Primitive??

Posted @ 6:30 am - View Comments (6) -




Jul
18

Serial Desperate Housewives

Posted @ 9:57 am - View Comments (28) -

Desperate Housewives

Udah nonton seri Desperate Housewives? Setahuku di Star Movies udah disiarkan etah jam berapa. Aku tidak menontonnya di sana. Seperti biasa, membeli DVD bajakan-kualitas-asli-(BKA)-nya di Ratu Plaza langganan mama. Beli 9 CD yang First Season dan aku habiskan dalam waktu 1 hari 1 malam in a row. Gila memang.

Menonton DVD-BKA itu enaknya: bahwa kita bisa mengaktifkan subtitle bahasa inggrisnya. Jadi kita tetap membaca subtitle sesekali sambil tidak tertinggal semua teks skenario-nya. Enaknya lagi? Sekalian belajar bahasa inggris! ;)

Jesse MetcalfeCeritanya tentang 4 ibu rumah tangga (housewives) dengan keseharian dan problem mereka. Ada yang kerepotan punya 4 anak balita, ada yang single parent, ada yang tidak mau punya anak tapi selingkuh, ada yang terlalu strict sama anaknya sampai stress. Belum lagi persoalan para laki-laki mereka (suami, pacar, maupun selingkuhan) yang banyak beraneka macam. Dan ada 1 masalah utama, yaitu sahabat mereka yang di episode pertama bunuh diri dan dengan rahasia dibaliknya. Temukan rahasianya di ending dari First Session! Dijamin film ini sangat menghibur dan memberi inspirasi.

Oh ya, bagi yang sudah nonton, bisa ikutan kuiz nya untuk menentukan, kalian itu tipe housewife yang mana disini.

FYI, ini foto si Jesse Metcalfe yang jadi John. Tatapan matanya.. aduh! Tajam!

Jul
11

Belum Jadi Orang Jakarta Kalo Belum Ke PRJ

Posted @ 10:24 am - View Comments (31) -

Sudah berapa lama sih kalian tinggal di Jakarta? Ya, kota yang katanya metropolitan, juga ibukotanya Indonesia. Sumpek, sesak, macet, kotor dan penuh dengan berbagai macam lapisan masyarakat. Sudah merasa menjadi orang Jakarta? Berlogat Jakarta? Tahu seluk beluk jalan di Jakarta? Merasa nyaman untuk tinggal di Jakarta?

Kemarin, baru saja kota Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-468. Setiap Jakarta berulang tahun akan diadakan sebuah acara rutin yang kebetulan bersamaan dengan datangnya libur sekolah. Sebelum diadakan di daerah Kemayoran, sempat diadakan di daerah Monas. Dan masih bernama Jakarta Fair. Secara orang Indonesia tidak mau susah menyebut kata-kata seperti itu, maka dengan lidah melayu, menyebut Jakarta Fair dengan Jakartaper. Masih ingat? Hehehehe… :D

Sejak pertama kali tinggal di Jakarta, tiap musim liburan aku habiskan untuk pulang kampung ke Malang, dan PRJ lewat begitu saja. Apa itu PRJ? Seperti apa isinya? Ada apa saja didalamnya? Tidak terbesit untuk datang ke sana. Sama siapa? Rasanya teman-temanku pun tidak ada yang membicarakan tentang PRJ. Beberapa tahun belakangan barulah aku mulai melihat iklan PRJ, seperti apa isinya, membaca ulasannya di koran, melihat cuplikannya di TV. Jadi penasaran!

Kamu ngga perlu kasih aku hadiah ulang tahun berupa barang. Aku mau minta hadiah lain dari kamu. Aku mau kamu ajak aku ke PRJ berdua saja,” begitu kataku kepadanya yang masih saja kuingat tanggalnya, 23 Juni 2005. Padahal dia sudah menyiapkan hadiah kaos hasil kreasinya khusus untukku yang bertuliskan “Beri Jejak Langkah Mudamu – 25 Juni 2005″, dan aku menyukainya. Hari Jumat kemarin, kutagih janjinya. Dan malam itu juga kita pergi ke PRJ.

Sesuai rencana, kita naik bis PPD dengan nomor P10 dari Sudirman ke Senen. Dia melihat aku seperti anak kecil, melihat kiri kanan.. indahnya lampu-lampu Jakarta. Melewati Thamrin, Harmoni.. entah kemana lagi .. sampailah ke terminal Senen. Kita lanjutkan untuk naik bis Metromini P10 jurusan Kemayoran – Sunter. Saat itu jam menunjukkan pukul 8 malam.

Sesampainya di jalan yang lebar (kalo tidak salah dulu bekas tempat pacuan kuda) kita turun dan mulai jalan kaki untuk sampai di pintu masuknya. Dia membayar tiket masuk sebesar 20 ribu untuk dua orang. Di dalamnya luas sekali, bisa tersesat! Ada yang indoor, ada juga yang outdoor. Stand-stand berjualan macam-macam. Dari makanan ringan, produk pembersih rumah, sampai motor dan mobil. Pengunjungnya juga bermacam-macam. Dari masyarakat bawah, menengah, sampai yang sipit-sipit pun banyak. Serasa membaur. Inikah orang-orang Jakarta?

Kita mulai melihat-lihat kiri kanan. Mencari camilan dan minuman yang harganya lebih terjangkau daripada di Mall-Mall. Pilihannya pun banyak. Kita jalan ke semua pelosok, melihat-lihat, berburu gratisan. Banyak stand yang ramai dikunjungi karena permainan, karena gratisan, karena toak-nya yang berisik. *pusing deh*

Ada arena tempat bermain anak-anak (Fun World) yang menyediakan carousel dan wahana lainnya seperti di Dufan. Ada panggung yang saat itu menampilkan Andien dengan lagu Gemintang-nya. Sempat pula menyanyikan Midnite At The Oasis, dan aku ikut berjoget (hanya sedikit). Kita menemukan tempat pijat refleksi dengan harga 20 ribu selama 15 menit. Hey, aku tidak pernah dipijat refleksi, boleh juga nih. Kita menemukan stand-stand binatang peliharaan dan aku puas melihat berbagai macam imutnya hamster mungil, little puppy dan little kitten. Ada juga yang menjual ular (cantik banget warnanya!) tapi harganya .. 2 juta – 3 juta!

Sepatu Adidas 35 rebuAkhirnya kita menemukan stand sepatu persis seperti di Taman Puring. Sepatu kets yang semua dibandrol harga 35 ribu! Aku beli, dia juga beli! Kapan lagi cari sepatu murah macam begini? Harga murah, model oke, walaupun kadang kualitas tak bisa dibandingkan dengan merek-merek mahal, tapi tak menjadi masalah buat kami.

Aku senang sekali hari itu. Aku merasakan arti dari datang ke PRJ, apalagi datang bersamanya. Aku melihat pembauran masyarakat yang aku ngga pernah lihat. Aku melihat berbagai iklan persis seperti semua yang di TV. Aku senang sekali bahwa dia bisa mewujudkan keinginanku untuk sekedar melihat, datang, dan menikmati PRJ. Memuaskan rasa penasaranku, menikmati keramaian itu, berdua. Terimakasih ya..

Last word, sudahkah ke PRJ tahun ini? Karena, belum jadi orang Jakarta kalau belum datang ke PRJ.

Jul
09

Tristan

Posted @ 4:48 am - View Comments (16) -

Tristan Rayhan Irsyad Secandri

Anaknya Mas Idban Secandri, aduh lucunya, mau dong pinjem sebentar mas!

Duh, koq gw jd suka ma anak kecil sih? Secara gw belon siap nikah atopun punya anak.. *oh tidak..*!!

Nb: Mas.. ijin link posting yah!

Jul
02

Lebih or Kurang

Posted @ 8:56 pm - View Comments (28) -

Entah kenapa ada 1 topik ini lumayan sering berseliweran di pikiranku beberapa tahun belakangan ini. Sepertinya ada kejadian belakangan ini yg membuatku mencoba menulis, mengulas, dan meminta pendapat kalian pembaca.

Sudah pernah merasakan yg namanya naksir? Good. Sudah pernah dilanjutkan dengan jadian (baca: komitmen pacaran)? Great. Kalau begitu sudah tahu yang namanya putus cinta? Ok then. Kali ini yang dibahas adalah “after broke up”. Khususnya bagi yang pernah ‘diputuskan’!!!

Coba bayangkan.. kalian jadian/pacaran cukup lama (more than 6 bulan deh..) trus somehow (dengan alasan apapun) kamu diputuskan. In a jiffy, si mantan tersebut sudah punya pacar ajah. Nah.. (ini yang berat).. kamu lebih suka yang mana:

  • Menyadari bahwa si pacar baru-nya mantan LEBIH dari kamu. Lebih ganteng, lebih cantik, lebih manis, lebih berambut panjang, lebih cocok kriterianya, lebih perhatian, lebih kaya, lebih populer, lebih beruntung, lebih pintar, lebih seksi, lebih bahenol, lebih besar ‘anu’nya (buset.. ngomongin ‘anu’ melulu!) dan lebih-lebih lainnya. (Q: kita merasa minder?)
  • Menyadari bahwa si pacar baru-nya mantan KURANG dari kamu. Kurang ganteng, kurang cantik, kurang manis, kurang berambut panjang, kurang cocok kriterianya, kurang perhatian, kurang kaya, kurang populer, kurang beruntung, kurang pintar, kurang seksi, kurang bahenol, kurang besar ‘anu’nya, dan kurang-kurang lainnya. (Q: kita merasa seakan-akan terbang di awan?)

Bila kamu memilih point pertama, well.. “Dia pasti memilih yg lebih dari gw dong.. normal.. *sambil dongkol banget*
Bila kamu memilih point kedua, “Jheezz, koq dia malah milih yg begitu sih? Apa dia ngga PUAS sama gw???

Hehe.. silahkan jawab sendiri! Mana yang kamu pilih?

free web site hit counter