Ah, it’s time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.
dear my love,
hereby.. (wah.. susah rek.. TOEFL ku belum nututi)
disaat rembulan menerangi mobilku yang terparkir diluar
disaat mataku sudah capek karena seharian OL
disaat ini kamu mesti kerja untuk mencari sesuap nasi
aku disini mencintaimu
memberitahumu berkali-kali – bukanllah self oriented ku
tetapi begitu sering dirimu terlintas dalam hatiku, pikiranku, otakku, perutku (kadang-kadang)
membuat aku selalu memberitahumu…
bahwa…
bahwa…
aku mencintaimu dengan sangat.. dengan sebesar dan selebar jangkauan pelukanku kepadamu
sebesar hatiku merindukanmu
seluas bagaimana otakku berpikir (aku tok tidak dapat melampaui itu semua kan?)
cintaku sayangku…
bekerjalah sayang…
bekerjalah demi masa depan kamu, kita, anakmu, anak kita
kutunggu kau dirumah..
di kamar…
di ranjang
untuk main gaple dengaku
nah itu tadi puisi dariku…
31 Jan 2005 – 19:59
melihat tulisan teman-teman.. aku merasa penulis kacangan..
temanku mengajari ku bahasa sunda..
dia bilang .. anjeun geulis.. senang aku :-)
aku suka padanya.. bogoh ka anjeun..
nanti malem telp aku ya sayang.. kangen euy!
Maaf misuh di blog, tapi apa yang gue alamin barusan memang sangat menyebalkan. Gue kena tilang di bunderan Ratu Plaza. Di hari minggu yang tenang begini (hati gue sih emang tenang) polisi-polisi muka babi (bagiku babi identik dengan rakus, maruk) itu masih kerja nyari duit dari kesusahan orang lain. Suatu pendapatan yang ngga halal (ah apa sih yang masih halal di kota besar semerawut begini??) Damn!! Memang gue salah, ngambil jalur busway trus malah lurus aja, bukannya belok, kata si polisi muka babi. Ngga bisa bayangin istri dan anaknya yang nerima duit haram itu kayak apa kehidupannya. Duuh.. sebel banget.. kalo gue bisa misuh-misuh, udah keluar @$$h@le!! Dia pake bilang “nanti tanggal 2 sidang di pengadilan, bayarannya minimal 125.000 yaa” Tampang gue udah bete, muka jutek, gue bilang “udah Pak, ngapain lama-lama, disini aja” Emang dasar apes, dompet gue cuman tinggal 50.000 selembar. Langsung gue samber STNK & SIM, tukeran sama duit goban gue. Hik hik..
Hari sabtu kemarin ada 3 final test. Ujian yang terakhir (I hope) di semester ini. Sehabis ujian yang terakhir, bener-bener rasanya bebas, tapi lemes, soalnya semalem kurang tidur. Gue culik 1 temen gue, kita ke PIM untuk nonton. Pilihannya ada The Aviator, Electra dan Meet The Fockers. Gue udah capek, ngga mau yang lama, jadi gue pilih aja The Aviator yang akan mulai 15min lagi. Begitu duduk di sofa merah empuk, mulai buka jajanan gue (chili dan waffle fries dari Wendy’s), angkat kaki.. ahh.. feel comfort. Filmnya not bad, tentang seorang eksentrik yang berambisi dengan pesawat. I have many expirience with airplane, jadi seneng aja nontonnya. Beberapa kali temen gue telp, sms, trus gue baru sadar, kenapa ya film ini ngga selesai-selesai. Gilee.. ternyata filemnya 2,5 jam!! Waah.. no wonder.
Cancer
Your positive traits:
You’re intuitive enough to know what’s going wrong in a relationship early on
A total sweetheart – you’re often the most caring person anyone knows
You are a generous and devoted parter to whoever you fall in love with
Your negative traits:
Insecurity – you tend to need a huge amount of comforting from your partner
You tend to be overly sensitive and easily hurt, which make loving you difficult
It’s difficult to predict your moods. One minute you’re up – the next you’re down.
Your ideal partner:
Someone equally sensitive, who wants to take time to get to know you deeply
Dreams of an everlasting love – complete with marriage and a family
Loves to take care of you. Being a good cook and masseuse doesn’t hurt!
Your dating style:
Slow. You enjoy dates that last all day, with plenty of time to talk and get to know one another.
Your seduction style:
Quite tender and loving, once you are comfortable in your relationship.
Coy. You tend to play it cool to drive your lover wild.
Orally talented – you’re known as the best kisser in the zodiac.
Tips for the future:
Be a little less sensitive. Not every little mistake should hurt you.
Spend time away from your partner every so often – independence is a good thing.
Find ways to take care of yourself. You’ll be happier if you put yourself first.
Kenapa gw nulis beginian?? Padahal ini hanya postingan (baca: mengopi). Karena gw suntuk hari ini, BT, kesel, marah, muak.. jadi males nulis.
Sher meninggalkan testi di FS ku.. Jadi kangen rek mbek Malang!! Aku iki wong ngalam!
Iyo Sher.. (yg mungkin pembaca setia blog ku) aku iki kakean waktu luang gek kantor.. makane akeh OL e. Moro yo nulis-nulis ae. Malah sampe aku iki gak ono kerjoan, aku belajar CSS. Nyoba-nyoba dewe. Eala.. moro yo iso. Lumayan lah hemat uang les blajar mbuat hompage. Sher.. tenanan ta pada kangen mbek aku? Sopo ae? Hehehe.. iyo aku mesti muleh sering-sering iki. Masalahe xin cia wis dipake mbek partner kerja ku (Jun-jun jenenge), jadi mesti gentian mbek dia. Mungkin aku mesti nyari waktu mari April, marine aku magang. Kan moro ono waktu loro wulan nggawe skripsi. Palingo aku iso muleh sak minggu.
Sher.. kita mesti karaokean meneh.. sing dua jam sekalian yaa.. gak tuwuk lek gak dua jam. Kita yo mesti ngajak Koko Hadi (yang ternyata bisa nyanyi Pernikahan Dini-ne Agnes.. kuaget aku!!) Henny & Agus, Oyen.. Ah tapi Agus mesti mbalek nang Melb yo?? Gocik pisan de e. Moro dilanjutno mbek makan ke Bethany (inget-inget dulu pas kita-kita ngumpul di vila mBatu) ikan gurame paling uwenak. Sayange aku bener-bener gak ngerti jalan nang Malang .. (identitas ku diragukan yoo??).
Sher.. apa kabare Andre Lim? Sek ktemu mamane di greja taa? Lek krungu kabar, kasi tau aku yoo. Apa kabare Hoky (atau kokone sekalian.. Koko Lunk Jayanata) wahahaha..
Ayo Sher.. mbuato blog lek ono waktu.. tak parani (tak pencoloti pisan) blog mu.. ditunggu ya Sher.
Eh ada url bagus buat penggemar Peterpan..
Beberapa hari ini infotainment lagi getol2nya cerita tentang vokalis Peterpan si Ariel (aku suka nama ini..) yang ‘belum’ mau tanggung jawab karena menghamili mantan pacarnya. Karena ngikutin, hari ini dapet kabar bahwa ke2 belah keluarga udah ketemu dan mau mengawinkan mereka. Duh.. apa pilihan yang bijak? Begini lho.. kita semua tau perbuatan mereka salah (hari gini gak kenal ma yg namanya kondom apaaa??) dan mereka mengambil keputusan untuk mengawinkan mereka supaya anak ini mempunyai status, bukan? Well artinya mengawinkan kedua keluarga, mengawinkan mereka yang katanya statusnya adalah mantan pacar.. bener-bener membingungkan.
Saat ini, pilihan yang bisa dilakukan tentu saja mengawinkan mereka. Urusan mereka bakal langgeng atau tidak itu nanti-nanti saja. Toh yang penting sudah menikah.. Aku sebenernya kurang setuju, tapi rupanya saat ini belum ada pilihan yang lebih ‘mendingan’ dari pada apa yang mereka pilih. Well..namanya juga MBA..
Gara-gara beberapa hari ini tampang Ariel sering terlihat, semalem aku mimpi dia. Wakss.. jadi suka gitu.. aduhh.. (mati aku — gara2 acara gosip nee) padahal bentar lagi dia mau punya anak. Ya tampangnya sih lumayan laa (timbang personil yg lain) trus suaranya juga bagus (terbukti dari penjualan kasetnya). Nama lengkapnya: Nazril Irham. TTL: Pangkalan Brandan, Aceh Utara, 16 September 1981 (from internet). Mana aku tau ttg sifat-sifatnya, atau seperti apa personal dirinya. Yang aku tau bahwa dia berani main jauh dengan pacarnya. Entah apa maksudnya. Duuhh.. koq jadi ngikutin gini siihh.. padahal sebelumnya tu aku cuek sama band ini. Hihihi.
Ini di kantor, sambil ngetik, dengerin lagu mellow nya Peterpan.
Kau hancurkan hatiku, tak tertahan lagi
kau hancurkan hatiku, tuk melihatmu
kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
kau hancurkan hatiku, tuk melihatmu

Nb: hari ini aku merasa cantik, mukaku segar dan bersih, rambutku ku kuncir 2 di belakang – lucu, dengan kaos berkerah putih dan jeans biru muda aku ke kantor.. la la la..
Ngantuk lagi .. ngantuk lagi!!
Semaleman gak tidur lagi.. knapa? Karena hari minggunya kebanyakan tidur, jadi malemnya gak ngantuk-ngantuk. Aku menghabiskan SAMAN. Ah.. buku Ayu Utami, patut dikomentari. Bahasanya mudah, jelas, tapi kronologisnya membingungkan. Penjelasan subjek juga kadang membuatku mesti baca beberapa paragraf untuk mengetahui siapa yang dimaksud. Ceritanya berbobot. Kadang membuatku ngeri (tgg Upi) tapi erotisme pada endingnya serasa nikmat! Sesuai dengan penjelasan 2 insan itu.
Hmm.. sms Dewi ah.. mau pinjam Larung.
***
Dengan layout yang baru ini, sepertinya aku kurang bagus menulis panjang lebar, karena space nya sempit. Sudah sengaja kuubah font dan font size nya biar enak dibaca, tapi ya itu.. spacenya terbatas. Karena itu mulai sekarang aku menulis tidak banyak. Mungkin saja kalian para pembaca (eh.. ada ngga sih yg menikmati tulisanku??) juga capek bacanya kalo panjang-panjang.
***
Seminggu ini mesti mempersiapkan ujian Final Test untuk 4 mata kuliah yang semuanya jatuh pada sabtu besok ini. Aku minta semangat yaa.. cya-yo Golda!
Aku membuat paper ku tentang Bisnis Plan itu sampai sabtu pagi jam 6 baru selesai. Wakss.. semaleman gak tidur. Tapi akhirnya selesai juga. Kalo mamaku tau pasti udah komentar “makanya.. don’t do it until the last minute” tapi gimana, ide selalu muncul disaat mendekati deadline. Hebatnya, waktu kemunculan ide ini bisa memprediksikan bahwa akan selesai tepat di saat deadline (the greatest of my brain, I think – hehe).
Aku minum kopi (aku bukan peminum kopi, tapi kopi selalu kugunakan setiap aku begadang semaleman), meski badanku lemas. Aku berangkat kuliah jam 8. Sambil nyetir pelan-pelan, tapi sabtu ini merupakan hari kejepit, membuat jalanan sepi sekali. Sampai di kampus, aku masih belum ngantuk, sambil belajar untuk ujian nanti, sambil dengerin mp3player ku lagu-lagu dewa (lagi suka sih) sambil ngumpul sama anak-anak di bangku taman. Habis makan siang di resto padang deket kampus, ngantuk ku udah mulai menyerang, aku jadi pendiam, tatapan mata sayu, ngga tahan lihat bantal, aku buru-buru ke kelas. Anak-anak sudah duluan cari posisi (PMP=posisi menentukan prestasi) karena ujian dimulai sejam lagi. Aku sudah ngga tahan, aku tidur nyenyak (pulas) di tempat duduk-ku paling belakang. Saat aku bangun, dosen sudah masuk untuk membagikan lembar jawaban. Kebetulan, kelasku dibagi dua, dan aku kedapetan kelas yang isinya lebih sedikit. Sedangkan dosen ini sendirian. Jadinya dia mesti ganti-ganti kelas untuk mengawas. Dan kelas ku mendapat giliran yang paling lama untuk ditinggal oleh dia. Bahkan kelasku sampai mengumpulkan sendiri ke dosen. Wihh.. jangan ditanya kami ngapain aja. Haha.. Anfang bilang begini:
“liat aja tu Golda, sebelum ujian malah nyenyak-nyenyak tidur, pas ujian malah selesai duluan, malah sambil denger lagu dan nyanyi-nyanyi.. hehe hehe”
Pelajaran selanjutnya otomatis aku tidur lamaaaa sekali. Untung dosennya baik.
Sampai dirumah saat maghrib, aku ngga sempet nulis kegiatanku, sudah kangen sama kasurku.
Z z z z z z z z..
Mimpiku (kira-kira begini):
detik-detik, berganti dengan detik, menit pun silih berganti
hari-hari pun terus berganti, bulan-bulan juga terus berganti
jaman-jaman pun terus berubah, hidup ini juga pasti mati
semua ini pasti akan musnah
tetapi tidak cintaku padamu
karena aku sang pangeran cinta
malam-malam diganti dengan pagi, pagi pun jadi siang
tahun-tahun pun berganti abad, yang muda pun pasti menjadi tua
musim-musim pun terus berganti, hidup ini juga pasti mati
takkan ada yang abadi, takkan ada yang kekal
c fm (10x)
aku ini adalah dirimu
cinta ini adalah cintamu
-
aku ini adalah dirimu
jiwa ini adalah jiwamu
em am em am .. g
rindu ini adalah rindumu
darah ini adalah darahmu
c em am em f c g
tak ada yang lain selain dirimu yang selalu kupuja o..o
c em am.. ? ? ?
ku sebut namamu di setiap hembusan nafasku
? ? ? (gak nemu uuhh)
kusebut namamu.. kusebut namamu
dengan tanganmu aku menyentuh
dengan kakimu aku berjalan
-
dengan matamu aku memandang
dengan telingamu ku mendengar
dengan lidahmu aku bicara
dengan hatimu aku merasa
Selamat Hari Idul Adha buat kalian semua yg merayakan. Seperti aku sendiri, menikmati hari libur (yang bagi beberapa kalangan menjadi Long Weekend) dengan mengerjakan tugas paper yang mesti ku kumpulkan besok. Dari pagi aku udah bangun, malaaass buanget untuk membuka file paper ku. Duh.. Aku pikir, aku mau mengerjakan hal yang aku suka dulu, sebelum bersusah payah membuat paperku. Tidak seperti orang lain yang akan mengerjakan tugas dulu baru bersenang-senang. I’m not that kind of person. Aku kebalikannya. Aku perlu mengumpulkan motivasi, keinginan, happy-moments, relax, baru bisa mengerjakan tugasku.
Aku browsing, aku utak atik blog ku, chatting dulu, sampai siang hari..saat para lelaki mesti sholat jumat. Nah, sudah senang kan? Aku mulai mengerjakan tugasku. Paperku ini merupakan tugas akhir. Yah ini kuliahku terakhir (aku mungkin tidak tertarik untuk melanjutkan ke S2, but who knows), jadi sekarang adalah semester terakhir masa perkuliahan, karena semester depan adalah magang (praktek kerja), dan pembuatan skripsi (ditambah laporan magang dan laporan manajerial – wihh banyak ya). Tugasku adalah membuat Business Plan. Kalian tau apa itu Business Plan? Itu lhoo.. sebuah proposal untuk membuat suatu usaha. Isinya plan tentang tujuan usaha, penjelasan produk/jasa, plan marketing, plan finansial, dan segala pengikutnya. Tidak lupa sambil makan. As you know.. aku tidak bisa berpikir tanpa makan. Hehe.
Sampai sore hari, hmm sudah bab 3. Take a rest, nonton gosip. Wah, masa Ariel, vokalis PeterPan diminta tanggung jawab karena menghamili mantannya??!! Berita baru tuh. Nonton nonton nonton.. sampai ada videoklip Dewa yg Pangeran Cinta, hmm enak juga ya lagunya (ini pertama kalinya nonton sampe full). Langsung kumatikan tv, ke dapur masak mie, ke komputer lagi, pasang mp3nya lagu itu keras-keras (sampe volume yang kalo mama ada dirumah, pasti udah teriak-teriak, hehe). Waaaa senangnya, sambil menghentak-hentak kan kepala, sambil mengetik tugasku. Hihi.. hebat juga nih aku bisa berpikir sambil dengar hingar bingar musik keras. Jadi ingat masa-masa SMA ku.
Sambil ikutan teriak sama Once:
“Semua ini, pasti akan musnah. Tetapi tidak, cintaku padamu. Karena aku, sang pangeran cinta”
Ungu: sensitif, spiritual, fokus
Biru: tenang, pendiam, spiritual
Merah: fisikal energi, sensual
Merah Tua: emosional, marah, melonjak-lonjak
Merah hangat: sehat, berenergi
Merah Muda: tenang, difusi dari energi fisik
Kuning: intelektual
Hijau: seimbang, masuk akal, percaya diri, sehat
Jingga: ramah tamah, bersahabat
Abu-Abu/Hitam: tertutup, misterius
Putih: energi berlebihan, atau dalam keadaan sakit parah
Campuran Warna: emosi bercampur, tidak seimbang
Abu-Abu: pikiran gelap, maksud tersembunyi
Coklat: materialistik, negatif spiritual
(dikutip dari Pintu, Fira Basuki)
Semalam aku membaca Pintu dan Atap sampai habis. Trilogi ini mengisahkan konflik percintaan, dengan detail mistis kejawen, dan hubungan interaksi didalamnya. Buku pertama, Jendela-Jendela, menceritakan pengalaman June, kehidupannya masa kuliah sampai menikah. Buku kedua, Pintu, menceritakan Bowo (kakaknya June), kehidupannya masa kuliah, juga sampai menikah. Dan buku ketiga merupakan percakapan cerita June dan Bowo.
Dalam buku Pintu, diceritakan Bowo bisa membaca aura. Dia memiliki mata ketiga. Aku jadi ingat, my first job di toko buku QB di Pondok Indah. Hari-hari terakhir sebelum aku resign, ada OB baru, namanya Mas Muji. Dia pernah bercerita bahwa bisa membaca aura. Saat kutanya, apa auraku (saat itu), dia bilang warnaku hijau. Aku tidak tahu apa artinya saat itu, tapi kata-katanya akan aku ingat terus. Aku juga tanya, apa warna aura teman-temanku. Ada yang dia bilang biru, ada juga kuning. Saat itu, store managerku lewat, Mas Muji bilang warnanya coklat. Hmm.. aku sih tidak suka warna coklat, meski sekarang baru ngerti apa artinya. Store Manajer itu memang orang yang sering slack denganku.
Aura Kuning itu sangat spresial. Ingat gambar Yesus? Di lingkar kepalanya ada halo berwarna kuning. Konon katanya, seorang guru mesti mempunyai aura kuning, atau mempunyai halo kuning dikepalanya.
Fira Basuki, kenapa aku sangat nge-fans dia? Aku tidak kenal dia. Membaca bukunya bisa jadi merupakan waktu luang saat menjadi staff operasional di Qb.Aku tau bahwa bos-ku, Babeh Richard Oh (seorang pengarang juga) kenal dengan Fira Basuki. Kutahu dari buku terakhirnya Fira Basuki, tercantum nama Babeh. Ya kita-kita memanggilnya Babeh. Ngga tau kenapa, ya sejak aku masuk kerja di Qb.
Kemarin temanku cerita, bahwa adiknya kenal dengan seseorang temannya yang adalah sekretaris Fira Basuki. Aku teriak! Waah.. Aku pengen banget kenal dengan Fira (or should I say, Mbak Fira?). Ingin ngobrol dengannya, tukar cerita, ketawa-ketawa. Dengan membaca novelnya, seakan-akan aku mengenal dirinya, lingkungannya, keluarganya. Aku titip pesan ke temanku, mintain dong alamat e-mail nya Fira Basuki, karena yang kemarin aku dapat itu sudah tidak dipakai, jadi bounce back. Akan kuundang dia untuk membaca blog ku! Hihihi.. senangnya. Bayanganku, aku ingin menemuinya di Singapore, kita ngopi di pinggir jalan, sambil cerita-cerita. Wah..my wish!
Kemarin aku baca, ternyata buah anggur seed-less (tak berbiji) lebih baik daripada buah anggur yang berbiji. Kenapa? Ini sebenarnya karena “cara makan” kita yg salah. Pada dasarnya, biji anggur mengandung vitamin yg dibutuhkan oleh tubuh kita. Tetapi, kita cenderung untuk membuang biji-bijinya ketika kita memakan anggur berbiji. Sedangkan anggur seed-less, karakteristriknya lebih “menguntungkan” karena bijinya sangat lunak. Kita secara nggak sadar turut memakan bijinya ketika memakan buah anggur yg “tak berbiji” tadi. Jadi, lain kali beli buah anggur yang seed-less saja. Seperti aku ini sekarang, lagi ngemil anggur, satu-satu, sambil ngetik.. tik.. tik..
Pagi ini aku mendapat kabar buruk tentang teman SMP ku yang sudah lama tinggal di New Zealand. Ayahnya koma. Entah sakit karena apa, tapi dia lagi sedih banget pas menjelaskan di MSN Messenger. Jadi aku ngga mau bertanya lebih lanjut. Mereka sekeluarga bermaksud kembali ke Indonesia, setelah 7 tahun jadi PR (permanent residence) di NZ.
Teman ku ini yang masih belum menyelesaikan S1 nya, mesti pulang ke Indonesia, dan mencari kerja. Bahasa Inggrisnya lancar (written & spoken). Punya sertifikat bartending. Tapi mau cari kerja yang seperti apa di Jakarta ini? Atau mungkin di Bali? Aku harus bantu dia cari kerja, aku juga butuh bantuan teman-teman yang mungkin bisa kasi ide atau jalan..
Hidup ini unpredictable. Disaat kita hidup sudah terlihat settle, tenang, tiba-tiba bisa berubah drastis hanya karena 1 masalah. Aku kuliah di bidang Manajemen Rumah Sakit selama 5 tahun. Aku jadi mengerti bahwa kesehatan sangat penting. Bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, otomatis sekeluarga (bisa jadi termasuk keluarga besarnya) pasti kalang kabut ngurusin anggota keluarga itu. Akibatnya ngga susah ditebak, yaitu: masalah uang.
Coba kita lihat, program kesehatan yang men-support keluarga dalam segi uang, adalah pihak asuransi. Tapi asuransi kesehatan di Indonesia tidak berdampak banyak. Peserta asuransi kesehatan (pemerintah maupun swasta) tidak mencakup sebagian besar rakyat. Tidak seperti di Amerika, yang semua orang mempunya sosial secure. Amerika tau bahwa biaya kesehatan tidak murah, maka dari itu Amerika membuat agar seluruh rakyatnya mempunyai asuransi kesehatan.
Asuransi sendiri, sebenarnya tidak menipu, tidak merugikan, asal pesertanya banyak. Sama seperti cara kerja Fren Mobile 8, kalau banyak teman kita yang memakai, pasti biaya bulanan jadi lebih irit. Disaat peserta asuransi yang sebagian besar tidak sakit, biaya nya bisa untuk membantu peserta lain yang sakit, begitu seterusnya dan tidak ada habisnya.
Di Indonesia, sehari sebelum Mantan Pres Megawati berhenti menjadi presiden (19 Oktober 2004), beliau mengesahkan UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Isinya termasuk dalam Jaminan Sosial (kesehatan, kematian, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun) dan Jaminan Kesehatan (asuransi kesehatan). SJSN ini akan merekrut PT Askes, Jamsostek, Asabri dan Taspen. Keuntungannya tentu lebih baik dari apa yang ditawarkan asuransi kesehatan yang ada saat ini. Seperti: keuntungan dibagikan ke peserta, protabilitas (bila pindah kerja, askes nya akan mengikuti), transparant, wajib untuk semua orang. Untuk itu tiap individu akan mempunyai nomer unique yang sama seperti KTP, yang akan digunakan untuk nomor asuransi nya. Mirip seperti di Amerika (btw.. kalau ada contoh / sample yang bagus, kenapa ngga kita contoh saja, iya nggak?).
Keluargaku tidak ada satupun yang ikut asuransi kesehatan. Paling-paling juga asuransi kendaraan, itu pun jarang sekali claim nya. Tapi apa sih inti kegunaan asuransi? Asuransi itu kegunaannya mengalihkan risiko yang akan didapat. Risiko sendiri datangnya tiba-tiba, dapat dialihkan kepada Perusahaan Askes. Jadi disaat kita-nya sakit, ngga perlu mikirin tentang biayanya lagi. Lagipula, kalo kita sakit, artiya ngga kerja, ngga dapet pendapatan (tambah pusing dengan urusan pembayaran uang). Dengan adanya asuransi, risiko bisa dialihkan (ditransfer, kalo kata dosenku) dan tidak akan membebani kita. Karena akan terbayar dari premi tiap bulan.
Aku bukan petugas askes, bukan marketing askes, bukan pemakai askes. Dengan aku cerita ini, aku berharap kalian mengerti maksud dari askes. Aku tidak mengharapkan kalian menjadi peserta askes, itu hak kalian, terserah kalian. Aku pun mungkin juga tidak akan ikut askes, who knows. Tapi yang aku tau, minggu depan aku ujian dengan mata kuliah Asuransi Kesehatan. Pengetahuan askes ku tidak sebanyak teman-teman kuliahku yang di jurusan Asuransi Kesehatan, tapi paling tidak aku mengerti garis besar perjalanan askes di negeri ini.
Bermacam-macam kejadian yang terjadi kemarin.
Bangun jam 12, buru-buru mandi dan berangkat, soalnya janjian sama Jun-Jun. Inget kan? Mau ke Bulla (yg kata Willem, itu bahasa latin nya ‘mangkok’). Resto ini di-desain modern, ada 2 ruangan (untuk asian food dan indonesian food). Pas masuk tuh sebenernya malu abis, gak kenal siapa-siapa except Willem. Pas ketemu dia pun, gak mau mau bilang apa.. akhirnya yang keluar:
“bagus pak, resto nya..”
Diujung ruangan, kita ketemu Hans, yang sudah se-meja dengan ortu nya Willem. Eh di tarik sama mamanya Willem untuk gabung sama meja mereka. (apalagi ditawarin makan gratis.. oh.. ok deh tante..). Ngobrol sama Om, sama Hans, dan sama Jun-Jun. Makanannya berkisar 20rb-an. Minumannya 6rb-an. Kita pesen Chix Teriyaki, yang datengnya 1 jam!! Pokoknya, kita beruntung dateng berdua, trus duduk di meja ini sama mereka. Soalnya kalo enggak, kita jadi KAMBING CONGEK!!! Hihihi..
Jam 3 aku nganter JunJun ke Citos, karena cowoknya nungguin di sana. Trus aku langsung cabut ke Apt Taman Rasuna, ke apt Tante Anna. Karena 2 minggu lagi aku mulai magang di RSPI, aku butuh blazer. Sampe disana, ada Tibi, ngegodain dia dulu, trus utak atik hp barunya Tante Anna Sony Ericsson K508i. Aku tambahin ringtones mp3, gambar-gambar, themes. Sambil kita ngobrol-ngobrol. Tante Anna ini mirip sama aku, gak suka yang macem-macem orangnya, simpel, santai, bukan risk taker, rapih, gak suka sama kelakuan Tibi yang tidak sayang barang (udah ganti hp sampe 4 kali= 2 hilang, 1 kerendam di ember sampe 5 jam) Nah yang ke empat ini, layarnya udah retak vertikal ditengah-tengah, dengan bangganya dia bilang gini:
“Kak, liat deh.. hp ku keren, bisa split screen!!!”
Untung sejak Tibi kecil, aku udah gak percaya kasih barang ku ke dia. Makan ati!!
Habis mahgrib, aku dan Tante Anna ke ITC Ambasador mau cari pesenan mas Udin (pembantu cowok di rumah), minta nitip beliin celana bahan item ukuran 29 dan kemeja lengan panjang ukuran M. Baju ini buat dateng ke kondangan minggu depan.
Sampe di rumah, aku sms temenku untuk telp aku dirumah aja, tapi begitu turun dari mobil, udah di hadang sama Mbak Vina, mau nanya-nanya gimana cara ngirim sms di hp Fren nya yang baru itu. Yang 388rb. Ealah.. emang gue tacik penjual hp di glodok apa???? Mana mesti lari-lari ke telpon karena temenku dah nelpon, sampe kaki ku kesengkat dan hampir serjembab di lantai.
Berakhir deh.. hari minggu ku.
Damn damn damn! Tadi ujian Pak Hafiz, bener-bener gak belajar, hanya jawab menurut logika.. well.. pelajaran tentang Sistem Informasi Kesehatan gitu. Tentang database dalam RS. Duuhhh!! Nyesel deh. Besok ada 2 ujian, harus belajar. At least baca laah, biar nempel. Felt sorry to my creator, kenapa gw menjadi orang koq malas seperti ini.
Minggu-minggu ini lagi baca novel Saman – Ayu Utami. Aku kurang suka dengan tidak-kronologisnya cara penulisan. Aku cukup bingung awal-awalnya, bingung siapa yang dimaksud dalam paragraf per paragraf. Tapi so far masih bisa catch-up (ketchup! Hihi). Kemarin aku nulis email buat Fira Basuki, belum kukirim, masih disimpan di draft. Aku jadi mencari-cari lagi bukuku yang Jendela-Jendela, Atap dan Pintu. Yang belum ketemu hanya Pintu.. :-( Aku mau baca lagi, biar ingat. Hari minggu besok aku diundang bos ku, Pak Willem Manansang, opening restoran barunya “Bulla” di Fatmawati. Rencananya sih mau pergi sama Jun-Jun, temen kerjaku. Mungkin sekalian hunting cowok lajang. Hahaha. Tapi kalo Jun-Jun gak jadi, aku pergi sama Hans aja (saudara sepupunya Willem), sekalian selesai pulang dari gereja. Makan gratis? Who knows..
***
Sejak 2 Oktober 2004, aku berhenti menulis diary. FYI, aku menulis diary tiap hari (tanpa absen) sejak SMP. Total ya kurang dari 10 tahun aku menulis diary. Sudah ngga tau berapa buku habis, tapi ya banyak. Biasanya aku menulis kronologis kejadian apa saja, yang bagiku mengesankan, dan membuatku mengingat banyak hal. Lebih dari capek yang kadang-kadang aku rasakan saat menulis diary ini, karena setiap sebelum tidur aku selalu menulis kegiatanku hari itu. Kadang juga aku hanya menulis “sekolah” atau “kerja” di tanggal itu, hanya karena memang tidak ada peristiwa yang spesial. Tapi saat ada kejadian yang sangat berkesan (misalnya, ciuman pertama dengan pacar baru – ceile) bisa-bisa aku tulis panjang lebar sampai tidak cukup di kolom hari itu. Hihihi.
Berhenti menulis diary adalah perubahan terbesarku. Bayangin aja selama 10 tahun (10 tahun kurang) aku menulis detail setiap hari apa yang kulakukan. Memoriku tentang masa-masa lalu masih bisa aku recall kembali. Tapi sejak aku berhenti menulis, aku menjadi pelupa dengan waktu, dengan tanggal, dengan memori-memoriku. Seakan-akan aku bukanlah siapa-siapa lagi. Aku tidak ada arsip nya, aku tidak ada catatan pengalaman, tidak ada bukti atas kejadian yang kualami. Sherly, saudara sepupuku yang di Malang meminta aku menulis tentang liburan beberapa hariku di Malang. Jujur saja, aku sudah lupa. Bukan karena aku tidak mau menulis. Maaf ya Sher.. aku kehilangan memoriku. Tapi yang pasti aku ingat adalah: kita dan Tante Henny bergosip seru sekali, kita makan ikan gurame bareng!!
Sekarang ini aku menulis blog, bukan artinya aku menulis kembali diaryku. Ini hanya merupakan coretan-coretan dari keseharianku yang mungkin butuh ku tumpahkan sedikit. Tidak berarti aku akan cerita sedetail mungkin tentang ‘bagaimana cowok ku menciumku’ atau masalah intern rumahku/keluargaku.
Menulis, bagi aku tidak mudah. Aku bukan penulis jagoan. Vocabulary-ku minim. Bahasaku tidak formal. Lihat saja penulisanku di diary ku (eh, ngapain ya aku tunjukkin, karena memang ngga ada orang yang pernah melihatnya). Penulisanku, bahasanya seperti reportase, “dingin” (dikutip dari Monolog E-mail). Sejak SD aku tidak suka pelajaran Bahasa Indonesia. Nilaiku selalu pas-pasan. Aku benci mengarang (sampai sekarang juga). Tapi aku suka bercerita, khususnya tentang diriku, atau tentang hal lain yang kuketahui. Aku juga suka begosip (gosip = menceritakan tentang orang lain). Pas aku SMA, aku ingin sekali membuat cerita tentang diriku (mirip novelnya Mira W.) lalu sempat berpikir untuk merekam pembicaraan ceritaku yang lalu ku rewind dan ku ketik, tapi aku malas, jadi tidak pernah ku coba.
Sejak aku berhenti menulis diary, kegiatanku bertambah, yaitu menulis email dengan teman chat-ku. Kebetulan dia seorang penulis ulung, yang lama-kelamaan gaya menulisku agak mengikuti dia. Aku mulai menulis, merangkai kata, memikirkan kata apa yang akan kupakai, beberapakali menghapus kata, sampai menghapus paragraf. Aku punya tujuan dalam menulis kali ini. Tujuan yang pastinya lebih tinggi kepentingannya daripada mendapatkan nilai bagus dalam pelajaran bahasa indonesia.
Aku tidak membutuhkan rokok dan kopi untuk berpikir. Parahnya, aku butuh makanan (either makan nasi dengan lauk ataupun camilan) supaya otakku bisa bekerja – berpikir. Ngga heran seminggu sesudah ujian Ebtanas SMA, beratku naik dari 50 menjadi 56 (yg sampai sekarang tetap 56) karena selama sebulan aku beberapa kali makan Pho Hoa – mie vietnam – my fav food. Menurut Sherlock Holmes, dia harus berpuasa (top score nya 3 hari) dan merokok seperti lokomotif supaya dapat memecahkan kasus. Menurut Sherlock, kalau dia makan saat ada kasus, maka banyak darah yang bekerja di ususnya, bukan di otaknya – untuk berpikir. Well.. ternyata teorinya tidak cocok dengan tubuhku.
Btw.. maaf di potong.. ada yang ngajak chat. Kapan-kapan kulanjutkan..
Ada yg merasa minta nih? Ini aku kasih.. semoga senang.. Yang lain -> semoga ngerti yaa.
Happy reading! ! (this is one of my favourite)
Sayembara Juragan Tambak
Onok juragan tambak jenenge Sablah ngadakno sayembara. “Sopo ae sing wani njegur nang tambakku, bakal oleh hadiah Sepeda Montor.” jare Sablah.
Akeh wong sing ngumpul ndhelok sayembarane, tapi gak onok sing wani njegur nang tambak. Masalae tambake isine dhudhuk iwak tapi boyo, nyambik, bajul lan sak panunggalane.
Mergo gak onok sing wani njegur, hadiae digenti dhadhi montor kijang anyar. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur mergo merinding ndhelok boyone guedhe-guedhe mangap kabeh.
Akhire ambek Sablah hadiae ditambah maneh, montor kijang anyar ambek omah sak isine. Tapi tetep ae gak onok sing wani njegur. Mari sepi meneng kuabeh, moro-moro Muntiyadi njegur nang tambak.
Penontone keplok-keplok kabeh ndhelok Muntiyadi gelut ambek boyo. Kiro-kiro wis sak jam, akhire Muntiyadi tampil sebagai pemenang. Cumak yo ngono, awake dhedhel kuabeh.
Wis mari ambekan, Sablah marani arep nyerahno hadiae, tapi Muntiyadi nolak.
“Yo wis tak tambahi dhuwik limangatus juta” jare Sablah, tapi Muntiyadi tetep nolak.
“Tak tambahi mas-masan sak kilo” jare Sablah maneh, Muntiyadi tetep gak gelem.
“Wis ngene ae, awakmu njaluk opo ae, tak turuti” jare Sablah gak gelem kalah.
“Aku njaluk arek sing njungkrakno aku mau digowo rene” jare Muntiyadi.
I know it sounds funny but I just can’t stand the pain
Girl I’m leaving you tomorrow
Seems to me girl you know I’ve done all I can
You see I begged, stole, and I borrowed. Yeah…Ooo
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
I’m easy like Sunday morning. Aah, aah, aah, aah
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
Easy like Sunday morning
Why in the world would anybody put chains on me?
I paid my dues to make it
Everybody wants me to be what they want me to be
I’m not happy when I’m trying to fake it
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
I’m easy like Sunday morning. Aah, aah, aah, aah
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
Easy like Sunday morning
I wanna be high. So high
I wanna be free to know the things I do are right
I wanna be free. Just me
Ohhhh babe… oohh!
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
I’m easy like Sunday morning. Aah, aah, aah, aah
That’s why I’m easy. Aah, aah, aah, aah
Easy like Sunday morning
Sejak kecil rumahku penuh sesak dengan buku-buku beratus-ratus kepunyaan mama. Dia suka sekali baca buku.. khususnya beli buku. Mama ingin aku juga menyukai buku, jadi dia membelikan aku komik pada awalnya, supaya aku tertarik untuk membaca. Koleksi majalah donal bebek ku ada 2 dus besar di gudang, dan buku-buku bergambar, buku-buku pengetahuan, buku komik sudah memenuhi 2 lemari di rumahku. Tentu saja masih kalah dengan mama punya lemari buku memenuhi 1 sisi tembok sepanjang rumahku.
Kemarin aku ke Gramedia PIM sama Karina. Sudah berbulan-bulan aku tidak ke mall ataupun gramedia. Pada awalnya aku mau membeli komik detektif conan yang terbaru, ternyata masih nomer 40 (aku sudah beli), jadi aku beli komik detective school nomer 5, 6, 7. Penggambar komik ini sama dengan penggambar komik detektif kindaichi, yang kadang-kadang ada gambar-gambar betis mulus dimana-mana. Hehe. Lalu aku muter-muter lihat buku anak-anak bergambar karangan Richard Scarry, aku jadi ingat buku ku waktu kecil, sayangnya buku itu sudah hilang, jadi aku comot saja satu. Wah.. harganya 44.000.
Sambil menunggu kasir kosong, aku muter-muter di bagian sastra. Aku jadi ingat sebelum aku ke Singapore kemarin, aku beli bukunya Fira Basuki yang berjudul Pangil Aku Miss B. Buku ini menemaniku selama di Singapore, selama naik bis SBS ke Orchard Road, selama menunggu papaku untuk pulang ke hotel. Aku suka karangan Fira Basuki. Bahkan buku trilogi nya Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap pun mengingatkan aku akan Singapore (yah kan Fira sendiri tinggal di Singapore). *back to gramed* Aku langsung comot buku seri ke dua-nya “Miss B” (Will You Marry Me), lalu kuambil juga yang Rojak (settingnya Singapore), Biru (aku belum sempet baca), dan Saman – Ayu Utami (someone said to me to read this). Hah.. sudah banyak buku yang ku pegang, sampai staff gramed memberiku tas plastik untuk menenteng belanjaanku. Tiba-tiba mataku melihat Da’Vinci Code (yang terjemahan).. wah.. bestseller tuh! Duh, 68.000!! Belum lagi menghitung berapa harga buku-buku Fira yang sudah kuambil. Kucoba ambil juga deh.. aku pikir, jarang-jarang lah aku beli buku segini banyak. Sambil melewati kasir, mataku melihat buku dengan cover kartun lucu.. tentang astrologi. Tidak tahan aku untuk tidak mengambil.. *please deh golda.. hehehe*.
Sampai di kasir, aku tanya ke kasir untuk pinjam kalkulator.. damn.. 298.000!! akhirnya kurelakan buku Richard Scarry dan Da’Vinci Code, kupikir bisa kubeli lagi kapan-kapan. Karina sampai geleng-geleng kepala, dia kira aku mau menghadapi liburan, jadi beli buku banyak-banyak. Jadi total pembelian buku ku kurang sedikit dari 200.000. Hmm.. harus mengisi kembali dompet ini dengan tabunganku..
If you interested:
http://www.firabasuki.cjb.net/

My temporary tatto (bikin nya di Blok M yg emperan – gilee)
Selama sebulan aku berlibur dengan mama dan Tibi (my little bro) ke Yugoslavia, Hungary dan Singapore. Aku ingat di siang hari kita berangkat (pesawat kita malam hari) aku masih sibuk ngepak, sambil memamerkan tatto temporary yang baru aku buat kemarinnya.. bergambar bunga mawar di bahu belakang kanan ku. Perjalanan selama +/- 20 jam melewati Changi, Frankfurt dan tiba di Ferihegy (baca: Ferihej; Budapest, Hungary) membuat aku tidak sabar segera ke kampung halaman mama. Kita naik mobil melewati perbatasan Hungary dan Yugoslavia (di Tompa) lalu dilanjutkan sampai ke Zenta; ditempuh sekitar 3 jam. Bertemu dengan kakek dan nenek (mereka hanya tinggal berdua saja). Perjalanan kali ini adalah pertama kali bagi Tibi. Jadi semua di rumah itu adalah hal baru bagi dia. Aku langsung pilih kasur yang biasa ku tempati, mama sibuk ngobrol dengan mereka, Tibi melihat-lihat seisi rumah. Habis itu aku ajak Tibi untuk jalan-jalan di kota. Kota Zenta itu kota kecil, aku ngga tau berapa penduduknya, tapi yang aku tau kota ini hanya punya 1 pasar, 1 pom bensin, 1 pemakaman, 1 kolam renang, 1 kantor walikota. Untuk menjelajahi kota ini bisa dilakukan dengan bersepeda dan akan habis dalam beberapa jam. Kebetulan rumah nenek kakek ku dekat dengan alun-alun kota, jadi kita tinggal jalan kaki untuk ke tengah kota. Saat musim panas banyak sekali toko yang menjual es krim, anak-anak muda pasti ngumpul di kolam renang (seperti yang biasa kulakukan tahun-tahun yang lalu).

Tibi (my bro), Me, Mom, Anyu and Apu (that’s how I call them) :-)
Hari-hari di Zenta cukup membosankan bagiku. Teman-teman ku banyak yang liburan ke luar kota, ada juga yang malas bertemu dengan aku lagi. Yah.. bahasa magyar ku (bahasa yang dipakai di Hungary) tidak sefasih tahun-tahun yang lalu, membuatku tambah malas berkomunikasi. Hari-hari ku kuhabiskan di rumah (karena aku sempet sakit panas selama beberapa hari), malas berenang, malas keluar malam-malam, bahkan ke toko kelontong saja malas. Kali ini giliran Tibi yang menjelajahi semua tempat-tempat asik di Zenta. Seperti kolam renang (yang tahun ini kurang begitu ramai), toko-toko kecil, pasar tradisional (yang jauh lebih bersih ketimbang pasar mayestik – atau pasar tradisonal lainnya di Jakarta), resto pizzeria, resto Papuli (makanan khas Hungary), Csarda (baca: Charda) adalah pantai di pinggir sungai Tisza (baca: Tisa). Tempat-tempat ini semua sudah kujelajahi 2 tahun lalu. Aahhh.. mungkin aku lagi ngga mood menceritakan (maaf).

Tibi and Me at Vaci Utca – Budapest
2 minggu telah lewat, saatnya kita melanjutkan liburan kita ke Budapest. Aah.. kota besar! Sangat banyak bangunan-bangunan kuno, mobil-mobil aneh (yang pasti modelnya beda dengan yang di Jakarta). Banyak sekali resto-resto unik, café-café di pinggir jalan (open air!!), sungai Danube yang melewati kota Buda dan Pest (karena itu dinamakan Budapest). Kita naik subway (underground train) untuk nonton circus (Russia terkenal dengan sirkusnya yang kocak, dan tentu saja amazing!). Kita juga jalan kaki menuju suatu tempat bernama Csodak Palotaja (baca: Chodak Palotaya = Palace Of Wonder), aku bingung bagaimana cara mengartikannya, tapi isinya adalah rumah hiburan interaktif segala macam permainan (ataupun puzzle) yang dihasilkan rumusan fisika, kimia dan matematika.

Me and Mom at Csodak Palotaja – Budapest
Setelah seminggu di Budapest, kita terbang menuju arah pulang, tapi berhenti sejenak selama seminggu di Singapore. Kalian pasti berpikir tentang shopping! Haha.. aku tadinya juga begitu, tapi Singapore tidak hanya tempat belanja. Salah bila Singapore tempat belanja, karena barang-barang di Singapore itu mahal, daripada berburu barang murah di Mangga Dua ataupun ITC. Tapi yah.. kita belanja juga koq (maklum, kita kan cewek-cewek).
Selama di Singapore, mama mengajari aku dan Tibi memakai Eazy-Link Card untuk naik MRT. Kita tinggal di hotel dimana MRT station City Hall. Dari situ kita naik sekali dengan jalur merah ke Orchard Road. Nah, itu saja yang kita perlu hafal, katanya. Setelah itu, setiap hari mama pergi sendiri berburu buku-buku di Borders, Tibi ke Internet Café (warnet) untuk bermain CS atau browsing mainan seperti Lego di Raffles City, dan aku menjelajahi Orchard Road dari ujung ke ujung. Wah! Puas sekali jalan kaki (sayang di Jakarta tidak bisa bebas berjalan kaki). Ke Takashimaya, Paragon, Center Point, Sembawang CD Store, Borders, dan yang lain lupa namanya. Makanannya pun sesuai selera kita; tidak seperti di Zenta dan Budapest yang ayam dan daging melulu dengan rasa garam. Setiap pagi sebelum sarapan, aku menghabiskan waktu berjemur (sun-bathing) dengan bikini, biar pulang aku bisa memamerkan bikini-line ku. Tapi sayang, Singapore sering berawan, jadinya kedinginan melulu.. hihihi. Well.. intinya, kita bertiga sangat menikmati Singapore.
Cerita mengenai Singapore masih berlanjut, karena Nov – Des 2003 aku kembali jalan-jalan ke Singapore (dengan tour Malaysia – Genting – KL – Bangkok – Pattaya – Singapore) dan November 2004 juga ke Singapore selama seminggu (sangat mengesankan!).